Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 17


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang ke apartemen, wajah Alula terlihat kesal. Mulutnya juga tidak berhenti mengumpat Tom.


"Dasar pria rakus, bren**ek. Mengapa harus menikah dengan ku. Padahal dia punya pacar diluar sana."


Bukannya Alula cemburu, hanya saja ia merasa kesal. Karena sejatinya tidak ada seorang wanita pun di dunia ini yang sanggup melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain.


Alula melempar tasnya begitu saja di atas meja dapur. Sebuah kantong plastik kecil keluar dari dalam tasnya.


"Oh, ya ampun. Aku hampir lupa." kata Alula setelah melihat kantong plastik itu.


Alula kemudian meletakkan semua belanjaannya ke dalam kulkas. Ia lalu mengambil tas dan kantong plastik itu segera masuk ke dalam kamar.


Alula mengambil salah satu tespek yang ia beli tadi dan langsung melakukan pemeriksaan. Meskipun tulisan pada kemasan tespek tersebut menyarankan agar menggunakan urine pertama di pagi hari. Tapi, Alula sungguh tidak sabar untuk segera mengetahuinya. Jika memang hasilnya meragukan. Dia masih punya beberapa tespek lagi untuk di gunakan besok pagi.


Dua menit berlalu. Dengan perasaan cemas Alula mengangkat tespek itu untuk melihat hasilnya. Tangannya bergetar melihat garis dua yang begitu jelas.

__ADS_1


"A a aku ha ha hamil." Alula menyentuh perutnya yang ternyata sudah ada kehidupan kecil di dalamnya.


Seketika air mata Alula mengalir saat ingat kejadian tadi di cafe. Di mana ia melihat dengan jelas di mana ayah dari calon bayi yang di kandungnya ini sedang berpegangan tangan dengan wanita lain.


"Aku harus kuat demi anak ku." Alula mengusap air matanya. Kemudian ia melanjutkan lagi pekerjaannya yang belum selesai tadi.


Usai bertemu klien, Tom melihat jam di pergelangan tangannya. Sebentar lagi ia akan pergi ke bandara untuk menjemput tuan dan nonanya yang baru pulang dari bulan madu. Sepertinya Tom tidak bisa pulang untuk makan siang bersama sang istri hari ini.


"Lucy kau pulang sendiri ke kantor. Aku ada urusan lain." perintah Tom.


Setelah dari bandara, Tom langsung mengantarkan Sky dan Ana ke rumah pribadi milik tuannya.


"Tom, tunggu." Ana menahan Tom yang ingin kembali masuk ke dalam mobil.


"Ini untuk mu dan istri mu." Ana menyerahkan sebuah paper bag yang berisi hadiah pernikahan.

__ADS_1


"Selamat ya atas pernikahan mu." lanjutnya lagi memberikan ucapan selamat kepada asisten suaminya itu.


"Terima kasih, nona." ucap Tom.


"Sayang, ayo masuk." Sky memeluk pinggang istrinya mengajak Ana masuk kedalam rumah. Padahal Ana masih mau bertanya kepada Tom tentang istrinya.


Sky tidak suka melihat Ana bicara panjang lebar dengan pria lain. Apalagi sambil tersenyum seperti tadi. Padahal Ana hanya memberikan ucapan selamat kepada Tom, asistennya. Dan Sky bahkan tahu jika Tom sudah menikah. Tapi, tetap saja dia cemburu.


Sementara itu di apartemen. Alula melihat waktu sekarang sudah hampir jam dua siang. Ia tersenyum getir karena Tom tidak pulang untuk makan siang. Padahal Alula sudah menyiapkan makanan seperti biasa.


"Dia pasti sudah makan siang bersama kekasihnya." kata Alula pada dirinya sendiri.


Alula kemudian melangkahkan kakinya menuju meja makan dan mengambil makanan untuknya setelah meyakini jika Tom tidak akan pulang. Ya, sejak tadi Alula belum makan karena menunggu Tom pulang. Seperti biasanya mereka akan makan siang bersama-sama.


Tom kembali ke kantor setelah mengantarkan Sky. Ada beberapa pekerjaan penting yang harus dia lakukan dan tidak bisa di tunda. Padahal sebenarnya Tom ingin segera pulang bertemu dengan sang istri. Bayangan wajah Alula yang menatapnya di cafe tadi terus bermain di pikirkannya. Tom bahkan melewatkan makan siangnya hari ini karena ia sudah terbiasa makan masakan Alula.

__ADS_1


__ADS_2