Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 35


__ADS_3

Tom memerintahkan orang suruhannya untuk mencari Alula. Setelah melihat CCTV di rumah sakit, Tom meyakini jika Alula di culik oleh orang yang tidak dikenal.


Dalam video rekaman itu terlihat Alula keluar dari kamarnya tanpa membawa apa-apa. Kemudian datang seorang perawat pria menyapa. Entah apa yang mereka bicarakan tapi wajah Alula berubah ketika melihat dua orang pria memakai setelan hitam. Tapi kedua pria itu hanya lewat saja. Dan beberapa saat kemudian perawat pria itu mengambilkan kursi roda untuk Alula dan membawa Alula pergi ke arah taman.


Namun saat Tom memeriksa rekaman CCTV yang ada di taman, baik Alula ataupun perawat laki-laki itu tidak terlihat sama sekali.


Tom menduga jika perawat laki-laki itu yang menculik Alula. Dan benar saja ketika memeriksa data para petugas rumah sakit tidak ditemukan data pria yang tidak di kenal itu.


Hari semakin sore, namun Tom belum juga mendapatkan informasi tentang keberadaan Alula maupun pria misterius itu.


Tom mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu. Sekarang Tom sudah pulang ke apartemennya. Tom mengusap wajahnya frustasi. Sungguh dia tidak menyangka hari yang dia bayangkan akan jadi hari bahagianya akan menjadi hari yang begitu melelahkan.


Sementara itu di kota yang berbeda, Alula baru sadar dari tidur panjangnya. Ia menghela napas panjang ketika melihat tangannya yang sudah terpasang infus lagi. Padahal sebelum ia keluar kamar ia sudah melepaskan benda itu. Gagal sudah rencananya untuk kabur hari ini. Karena seorang perawat pria menahannya dan malah mengantarkannya ke taman.


"Eh, tadi aku ingin ke taman tapi ..." Alula mencoba mengingat kembali kejadian tadi siang saat di mana ia ingin kabur namun di tahan oleh seorang perawat pria.


"Anda mau ke mana nona ?"


"A aku ingin ke taman. Ya, taman." jawab Alula dengan berbohong. Tidak mungkin di mengatakan jika ingin kabur dari rumah sakit.

__ADS_1


"Sebaiknya Anda memakai kursi roda." saran perawat pria itu.


"Sebentar saya akan mengambilkannya." tambahnya lagi.


Beberapa saat kemudian perawat pria itu datang dengan membawa kursi roda. Sehingga mau tidak mau Alula terpaksa duduk di kursi roda itu. Kemudian perawat pria itu mendorongnya menuju taman.


"Tapi mengapa sekarang aku ada di kamar ?" tanya Alula pada dirinya sendiri. Alula bingung dan mencoba mengingat bagaimana ia kembali ke kamar.


"Anda sudah bangun, nona ?"


Suara seseorang membuyarkan lamunan Alula. Dan Alula juga baru sadar jika sekarang dia sedang berada di sebuah kamar yang terlihat asing. Bukan di kamar rawat inapnya.


"Anda sekarang berada di tempat yang aman." jawab pelayan wanita itu dengan tersenyum.


"Saya permisi."


"Tung _gu." Alula yang tidak puas dengan jawaban pelayan itu ingin bertanya lebih. Namun pelayan itu sudah lebih dulu pergi ke luar dari kamar.


"Astaga, aku di mana ? Apa yang terjadi ?" gumam Alula yang mulai merasa cemas.

__ADS_1


Alula kemudian mengangkat selimut untuk memeriksa kartu ATM dan KTP miliknya yang ia simpan di saku. Tapi, sekarang tidak ada. Dia bahkan sudah berganti dengan pakaian yang lain.


Alula terkesiap ketika tiba-tiba pintu kamar di buka. Pelayan yang tadi masuk bersama dengan seorang wanita yang memakai jas putih seperti dokter.


"Maaf nona. Boleh berbaring sebentar. Saya akan memeriksa anda." pinta dokter itu dengan lembut. Wajahnya tersenyum manis melihat Alula yang tampak tegang.


"Apa masih merasakan sakit di sini ?" tanya dokter yang sedang memeriksa perut bagian bawah Alula.


Alula menggeleng karena ia memang sudah tidak merasakan sakit lagi. Kemudian dokter itu melanjutkan memeluk bagian penting lainnya dan mengajukan beberapa pertanyaan.


Sama seperti keterangan dokter yang berada di rumah sakit. Dokter cantik ini juga menerangkan jika Alula harus banyak istirahat dan tidak boleh beraktivitas berlebihan. Meskipun hanya berjalan.


Setelah melakukan pemeriksaan, dokter itu keluar kamar. Alula kemudian menahan pelayan untuk menanyakan tentang barang-barang miliknya.


"Maaf, apa kau yang menggantikan pakaian ku ?" tanya Alula.


"Iya, nona."


"Dimana pakaian ku sebelumnya ? apa kau menemukan sesuatu ? tanya Alula penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2