
Tom tidak yakin jika Sky akan mengizinkannya untuk membawa Alula, mengingat apa yang telah di lakukan oleh Alula sebelumnya. Tapi, apa yang Sky katakan selanjutnya sungguh membuat Tom terkejut.
"Istri ku sedang hamil, Tom. Kau harus menuruti semua keinginannya." kata Sky yang mengerti arti tatapan Tom.
"Baik, Nona." jawab Tom setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Sky.
Hari semakin sore. Alula berpamitan kepada Ibu Rumi. Ia harus tiba di apartemen sebelum Tom pulang. Alula terkejut ketika bertemu seseorang di pintu masuk.
"Lula."
"Kak Hadi." ucapnya bersamaan dengan pria yang baru saja tiba di panti.
Hadi adalah salah seorang teman Alula yang juga di besarkan di panti asuhan ini. Umurnya tiga tahun lebih tua dari Alula. Pada umur tujuh belas tahun Hadi keluar dari panti dan bekerja sebagai room boy di sebuah hotel. Sekarang dia menjadi room boy senior karena sudah lama bekerja. Pekerjaannya sekarang khusus membersihkan kamar tamu VIP.
Alula terpaksa menunggu Hadi karena pria itu meminta waktu untuk bicara dengannya. Sudah lama mereka tidak bertemu. Pria yang sejak dulu menyukai Alula itu begitu merindukan gadis kecilnya yang cengeng.
Disinilah mereka sekarang. Di sebuah taman yang tidak jauh dari panti.
"Bagaimana kabar mu, Lula ?" Hadi menatap wajah cantik Alula yang duduk di sebelahnya.
"Aku baik-baik saja kak." jawab Alula sambil tersenyum. Tapi dia tidak bisa menyembunyikan apapun dari Hadi. Karena pria itu begitu mengenal Alula dengan baik.
__ADS_1
"Kakak tahu kau berbohong, Lula. Kakak sudah mendengar berita tentang pria itu." ucap Hadi yang memang mengetahui tentang hubungan Alula dan Sky. Tapi sekarang pria itu sudah menikah.
"Sekarang apakah kakak punya kesempatan ?" tanya Hadi penuh harap untuk bisa memiliki Alula.
Alula tersenyum getir menatap pria yang selalu setia dan sabar menunggu jawaban cinta darinya. Pria yang begitu baik dan selalu mengerti dirinya. Alula tahu Hadi begitu tulus menyayanginya. Tapi sayangnya Alula hanya menganggap Hadi tidak lebih seperti kakak laki-lakinya.
Perlahan Alula menggeleng membuat harapan Hadi luntur seketika.
"Aku sudah menikah kak." kata Alula yang membuat Hadi terkejut.
"A apa ? menikah ?" tanya Hadi memastikan jika ia tidak salah mendengar apa yang dikatakan oleh Alula.
"Kapan kau menikah ? dan siapa pria yang beruntung itu ?" tanya Hadi dengan perasaan kecewa. Tapi seketika sesuatu terlintas di pikirannya.
"Jangan katakan kau nekat menjadi istri ke dua pria itu ?" tanya Hadi lagi yang takut jika Alula berbuat nekat karena mencintai Sky.
Alula tertawa mengetahui pikiran konyol Hadi. "Aku seorang wanita kak. Aku tidak akan nekat untuk menghancurkan rumah tangga wanita lain." kata Alula tersenyum getir karena sebenarnya dia pernah melakukan hal keji itu.
Untuk kesekian kalinya Alula menolak cinta Hadi. "Kakak berharap kau selalu bahagia dengan pilihan mu." ucap Hadi dengan senyum terpaksa.
"Terima kasih, kak." balas Alula. Meskipun merasa kasihan kepada pria itu, tapi Alula sungguh tidak bisa menerima cintanya.
__ADS_1
Sampai akhir pertemuan mereka, Alula tidak menyebutkan siapa nama pria yang jadi suaminya. Alula mengatakan jika dia baik-baik saja dan hidup bahagia menjalani pernikahannya. Meskipun sebenarnya tidak. Alula terpaksa berbohong karena tidak ingin membuat Hadi mencemaskan dirinya.
Hadi ingin mengantarkan Alula pulang, tapi Alula menolaknya. Alula tidak ingin Hadi tau tempat tinggalnya sekarang. Alula kemudian pulang dengan menggunakan taksi.
Sementara itu, Tom sedang merasa cemas karena sudah hampir pukul enam sore dan Alula belum pulang. Tom takut Alula kabur dan pergi meninggalkannya.
Tom mengambil kunci mobilnya dan ingin pergi untuk mencari Alula. Baru saja Tom ingin membuka pintu, Alula sudah membuka pintu itu dari luar. Tom merasa lega melihat Alula pulang dalam keadaan baik-baik saja.
"Kau dari mana ?" tanya Tom lembut namun tidak bisa melembutkan hati Alula yang dingin.
Ya, sejak pertengkaran mereka waktu itu Alula berubah jadi bersikap dingin kepada Tom. Dan sekarang Tom tidak lagi terlalu keras kepadanya.
"Aku bertemu dengan teman ku." jawab Alula sambil berjalan menuju kamar tanpa menoleh ke arah Tom.
"Teman mu siapa ? ingat aku tidak..."
"Kau pikir teman ku hanya dia seorang." kata Alula memotong perkataan Tom. Alula tahu, Tom pasti mau mengatakan ia tidak ingin Alula menemui Reva. Seperti yang selalu pria itu katakan.
Tom menghela napasnya melihat sikap Alula. Padahal sejak awal dia ingin menjebak Alula dengan pernikahan ini. Tapi sekarang malah dia terjebak dengan permainannya sendiri. Tom lalu menyusul Alula ke kamar.
"Bersiaplah. Kita akan pergi."
__ADS_1