Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 26


__ADS_3

Setelah dari rumah makan, Hadi mengantarkan Alula ke studio atas permintaan wanita itu.


"Terima kasih kak." Alula menyerahkan helm yang ia pakai kepada Hadi.


"Tidak perlu berterima kasih. Kakak akan selalu ada setiap kau butuhkan." kata Hadi tulus. Meskipun ia tahu Alula sudah menikah sekarang, tapi Hadi masih tetap cinta kepada Alula.


"Eh, kakak pulang saja. Tidak perlu menunggu ku." kata Alula ketika melihat Hadi ingin memarkirkan motornya.


"Tidak apa-apa, Lula. Kakak juga sedang tidak ada kerjaan." balas Hadi yang tetap ingin menunggu.


"Sebaiknya Kak Hadi pulang dan istirahat. Nanti malam kan kakak harus bekerja lagi. Kakak juga belum istirahat sejak tadi." Alula tahu sejak pulang kerja tadi pagi, Hadi belum sempat beristirahat karena menemaninya di rumah sakit.


Hadi tersenyum senang menerima perhatian kecil dari wanita yang ia cintai. "Baik, kalau begitu. Kakak pulang. Hubungi kakak jika kau butuh sesuatu." Hadi kembali menghidupkan mesin motornya untuk pulang.

__ADS_1


Alula melangkah masuk ke dalam studio yang sudah lama tidak ia datangi. Beberapa orang teman Alula, termasuk Reva yang ada di sana menyapanya. Alula datang ke studio untuk menanyakan apakah ada pekerjaan untuknya. Ya, Alula memutuskan akan kembali bekerja untuk mendapatkan uang. Dia tidak peduli meskipun Tom melarangnya. Baginya Ibu Rumi dan saudara-saudaranya di panti lebih penting dari suami yang tidak mencintainya.


Hampir satu jam Alula berkumpul bersama teman-temannya di studio. Setelah itu ia pulang dengan di antar oleh Reva.


"Sejak kapan kau tinggal di sini ?" Reva menatap gedung apartemen yang lumayan elit di depannya.


"Baru satu bulan. Aku menumpang tinggal bersama temanku. Sewanya lebih murah." jawab Alula berbohong. Ia masih belum siap untuk menceritakan yang sebenarnya.


Reva hanya mengangguk meskipun ia tidak sepenuhnya percaya dengan apa yang Alula katakan. Reva malah mencurigai Alula jadi wanita simpanan pria kaya.


"Sama-sama." balas Reva yang kemudian ia melajukan mobilnya meninggalkan gedung apartemen tempat tinggal Alula yang baru dengan segala pertanyaan di benaknya tentang Alula.


Sementara itu, Tom yang sedang menyusuri jalanan untuk mencari Alula langsung pulang ke apartemen setelah mendapatkan informasi dari orang suruhannya. Ya, Tom meminta bantuan orang suruhannya karena takut terjadi apa-apa dengan Alula. Apalagi ia mengetahui jika Alula sedang bersama dengan seorang pria.

__ADS_1


Tom menelan ludahnya ketika melihat Alula yang baru saja keluar dari kamar mandi. Perasaan yang tadinya ingin marah menguap tiba-tiba dan berganti dengan gejolak hasrat. Tom berjalan cepat ke arah Alula. Menarik tubuh wanita itu dan langsung mencium bibir yang begitu ia rindukan.


Alula yang tidak siap menghadapi serangan tiba-tiba dari Tom tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah membiarkan Tom menikmati bibirnya.


Tom semakin liar mencium Alula. Tangannya bergerak melepaskan handuk yang di pakai wanita itu dan membuangnya asal. Tom semakin tidak terkendali ketika tangannya menyentuh kulit dingin dan lembut milik sang istri.


"Aku mohon jangan menolak kali ini." suara serak Tom meminta dengan tatapan mengiba.


Melihat Tom yang memohon seperti itu membuat pertahanan Alula luluh. Ditambah lagi dengan sentuhan Tom yang begitu memabukkan dan sudah lama mereka tidak melakukan itu.


Alula terbangun ketika mendengar suara notifikasi di ponselnya. Ia melihat ada sebuah pesan masuk dari Reva. Setelah membaca pesan itu Alula kembali meletakkan ponselnya. Kemudian ia beralih melihat wajah tampan Tom yang sedang tertidur pulas di sampingnya.


Alula kembali mengingat saat mereka sedang bercinta tadi. Tom mengucapkan kata cinta dan sayang kepadanya dengan lembut. Namun apa yang di lakukan oleh Tom itu tidak membuat Alula senang.

__ADS_1


"Jangan pernah percaya pada ucap pria ketika di atas ranjang."


Kalimat yang selalu teman-temannya ucapkan saat mereka berkumpul. Alula tersenyum getir karena sekarang ia sendiri mengalaminya. Tom hanya bersikap lembut ketika bercinta dengannya. Selebihnya pria itu bersikap dingin. Kadang juga sering mengabaikannya. Dan lebih parahnya lagi Tom sudah memiliki kekasih di luar sana.


__ADS_2