Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 51


__ADS_3

Tom tersenyum dalam hati. Tak sia-sia dia melewatkan makan siang hari ini karena ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya.


"Boleh nambah lagi ?" dengan tidak tahu malunya Tom menyodorkan piring nasinya yang sudah kosong.


Ini sudah kedua kalinya Tom menambah makanan yang selama beberapa bulan ini sangat ia rindukan. Makanan yang di masak oleh sang istri.


Alula menatap aneh melihat Tom makan seperti orang kesurupan. Namun ia tetap menambahkan makanan ke piring Tom karena tidak tega kepada pria yang merupakan ayah dari anaknya.


Tidak hanya menumpang makan, Tom juga menumpang mandi dan tidur di rumah Alula.


"Di sini hanya ada satu buah kamar. Jadi, kau hanya bisa tidur di sini." Alula meletakkan satu buah bantal dan selimut di atas sofa. Kemudian ia langsung pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


Alula mengontrak sebuah rumah minimalis dengan satu buah kamar. Pengasuh Bastian hanya bekerja paruh waktu. Dari pagi sampai Alula pulang dari sekolah.


"Lula." Tom berjalan mendekat kepada Alula yang sudah mau masuk ke dalam kamar.


"Kita masih sah sebagai suami istri. Jadi, bolehkah aku tidur ..."


"Tidak bisa." potong Alula cepat sebelum Tom menyelesaikan kalimatnya.


"Izinkan aku tidur bersama putra ku. Aku janji tidak akan melakukan apa-apa." pinta Tom dengan wajah memelas dan tatapan memohon.


Mata Tom berbinar ketika melihat malaikat kecilnya yang sedang tidur nyenyak di tempat tidur. Perlahan dia berjalan mendekat ke tempat tidur untuk melihat lebih jelas wajah imut sang putra yang begitu mirip dengan wajahnya. Dengan tanpa persetujuan Alula, Tom langsung naik ke tempat tidur dan berbaring di samping putranya.

__ADS_1


Seketika Alula jadi terharu melihat pemandangan ayah dan anak itu. Seandainya saja rumah tangga mereka berjalan layaknya rumah tangga pada umumnya, pasti saat ini mereka sedang bahagia dengan kehadiran sang buah hati. Tapi begitu Alula ingat bagaimana Tom memperlakukannya dulu, Alula pun membuang jauh-jauh pikirannya itu.


Lalu Alula membuka pintu kamar untuk tidur di sofa ruang tamu karena ia tidak sudi untuk tidur bersama dengan pria yang hanya menganggapnya sebagai istri pemuas nafsu saja.


Namun seketika Alula berhenti dan mengurungkan niatnya. Bagai mana jika Tom diam-diam membawa bayinya kabur.


Tidak


Alula tidak akan membiarkan itu terjadi. Lebih baik dia tidur bersama-sama agar bisa menjaga putranya. Kemudian Alula naik ke tempat tidur dan berbaring di sisi lain sebelah bayinya.


Lama Alula terjaga dan menahan kantuknya. Sampai ia tidak bisa lagi melawan kantuknya saat melewati tengah malam dan Alula akhirnya tertidur. Tom yang sejak tadi memejamkan mata dan pura-pura tidur kembali membuka matanya ketika tidak merasa ada gerakan di tempat tidur.

__ADS_1


Tom tersenyum melihat wajah cantik Alula yang sedang tidur dengan damai. Perlahan ia mendekatkan wajahnya untuk mencium wanita yang sedang tertidur itu. Kemudian ia beralih mencium putranya yang juga sedang tidur di tengah-tengah antara ia dan Alula.


Tom merasa sangat bahagia dan bersyukur bisa memiliki istri dan anak yang membuat hidupnya begitu semangat.Telebih lagi kepada Alula. Wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta sekaligus membuat ia frustasi karena ditinggal pergi di saat cinta sedang bersemi.


__ADS_2