Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 31


__ADS_3

"Alula kau ..." Tom tidak bisa berucap karena begitu terkejut melihat darah mengalir dari tubuh bagian bawah Alula.


Tom segera melepas penyatuan mereka dan membaringkan tubuh Alula yang sudah terkulai lemas.


"Kau, mengapa kau berdarah ?" tanya Tom panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Sementara Alula hanya bisa merintih menahan sakit sambil memegang perutnya sebelum ia hilang kesadaran.


"Alula... Alula... " Tom menepuk-nepuk pipi Alula untuk membangunkan wanita itu. Tapi Alula sedikit pun tidak bergeming.


Dengan tidak membuang waktu lagi Tom segera memakai pakaiannya untuk membawa Alula ke rumah sakit.


*


"Dokter bagaimana keadaan istri saya ?" tanya Tom pada dokter yang memeriksa Alula setelah keluar dari ruangan IGD.


"Silahkan ikut ke ruangan saya." alih-alih menjawab pertanyaan Tom, dokter itu malah meminta Tom ke ruangannya.


Tom mulai cemas melihat raut wajah dokter yang tampak serius.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istri saya ?" tanya Tom dengan tidak sabar begitu sudah duduk di hadapan dokter.


Dokter wanita yang terlihat sudah berumur itu menghela napas sebelum menerangkan kondisi pasien yang baru saja ia periksa.


"Istri anda mengalami pendarahan. Beruntung janinnya masih bisa di selamatkan."


Bagaikan petir di siang bolong. Tom begitu terkejut mendengar apa yang di katakan oleh dokter.


"Ja janin ?" tanya Tom memastikan jika pendengarannya tidak salah dan dokter itu mengangguk membenarkan.


"Iya. Kandungan istri anda sudah memasuki usia tujuh belas minggu atau empat bulan lebih. Karena itu janinnya sudah lebih kuat. Meskipun begitu tetap harus menghindari guncangan yang kuat dan aktivitas bercinta yang berlebihan."


Tom tersentak mendengar penjelasan dokter. Ya, mungkin karena kegiatan panas mereka tadi yang membuat Alula mengalami pendarahan.


"Selain itu ditemukan juga kandungan obat berbahaya dalam tubuh istri anda. Mungkin menjadi salah satu penyebab terjadinya pendarahan. Lain kali lebih perhatikan obat yang aman untuk istri anda yang sedang hamil. " pesan dokter.


Mungkin dokter itu berpikir jika pasangan suami istri ini sengaja mengkonsumsi obat kuat untuk lebih menikmati kegiatan panas mereka.

__ADS_1


Berbeda dengan yang dokter itu pikirkan. Tom malah sedang memikirkan siapa yang sudah memberikan Alula obat terkutuk itu. Tom mengepalkan tangannya marah. Ia bersumpah akan mencari siapa yang telah menjebak Alula dan membuatnya hampir kehilangan bayi mereka.


Setelah mendengarkan penjelasan dari dokter, Tom merasa sedikit lega karena istri dan calon anaknya selamat. Meskipun Alula masih harus di rawat intensif di rumah sakit selama satu minggu.


Tom menatap sendu tubuh Alula yang terbaring lemah di atas brangkar. Ia berjalan perlahan mendekat. Tom mencium kening Alula dengan sayang. Meskipun Tom merasa marah karena Alula telah menyembunyikan kehamilannya, tapi rasa bahagia Tom mengalahkan perasaan marah di hatinya.


"Mengapa kau tidak memberitahu ku ?" Tom bertanya dengan sangat lembut. Meskipun Tom tahu jika Alula tidak akan menjawabnya. Karena wanita itu sedang tertidur pulas akibat efek obat yang diberikan oleh dokter.


Tom menggenggam sebelah tangan Alula yang tidak terpasang infus. Sementara sebelah lagi tangan Tom mengusap perut Alula. Perasaan menyesal seketika muncul dalam hatinya. Mengapa dia begitu bodoh tidak menyadari perubahan pada perut Alula yang sedikit membuncit. Mungkin karena sejak dua bulan terakhir ini dia selalu menghindari Alula yang terus meminta cerai setiap kali mereka bertemu.


"Maafkan aku." Tom mencium tangan Alula.


"Maafkan papa." Tom beralih mencium perut Alula yang tertutup selimut.


Tom kemudian mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada orang suruhannya untuk menyelidiki siapa yang sudah menjebak Alula.


Setelah itu, ia kembali fokus pada wanita yang sedang mengandung anaknya. Malam itu Tom menemani Alula tidur di rumah sakit. Tom terus menggenggam tangan Alula sepanjang malam dan sedikitpun tidak melepaskannya.

__ADS_1


__ADS_2