
Alula menelan ludahnya menatap rumah mewah di depannya. Ia semakin mengeratkan tangannya yang sedang menggendong Bastian.
"Ayo, masuk." ajak Tom sambil memeluk pinggang ramping istrinya berjalan ke pintu utama.
Tom tahu saat ini Alula pasti sedang cemas. Karena itulah ia terus memeluk Alula agar wanita itu merasa tenang.
Alula begitu terkejut sekaligus bingung ketika melihat Samuel dan Widya menyambut mereka dengan penuh senyuman. Apa mungkin Tom juga mengundang mama dan papa angkatnya. Batin Alula.
"Mama, papa." sapa Alula pada keduanya.
Ia merasa sedikit lega karena melihat keduanya ada di sini.
"Sini, biar mama yang gendong Bastian." pinta Widya dan Alula pun menyerahkan putranya itu kepada Widya.
Alula kemudian memperhatikan ke sekeliling ruangan untuk mencari tuan rumah tersebut yaitu ayah dan ibu tiri Tom.
Tom yang menyadari itu langsung memperkenalkan kedua orang tuanya.
"Lula, perkenalkan kedua orang tua ku." tunjuk Tom pada dua orang di depan mereka.
"APA ?"
Alula terkejut dan menatap Tom tidak percaya.
__ADS_1
"Ini papa ku, Samuel Parera." untuk pertama kali Tom menyebut Samuel papa.
".. dan Nyonya Widya, ibu sambung ku." lanjutnya lagi
Samuel merasa sungguh terharu. Akhirnya Tom mau mengakui dia sebagai ayah. Sementara Widya merasa cemas ketika melihat reaksi Alula.
"Alula, maafkan papa dan mama. Kami tidak bermaksud untuk membohongi mu atau melibatkan mu dalam masalah keluarga kami. Papa hanya ingin melindungi dan menjaga mu." kata Samuel sebelum Alula salah paham.
"Benar, Lula." timpal Widya.
"Tom, papa tidak bermaksud untuk memisahkan atau mencampuri urusan rumah tangga kalian." hanya kata maaf yang mampu Samuel ucapkan.
Meskipun sebenarnya Samuel memang sengaja menggunakan Alula untuk membuat Tom datang menemuinya. Namun ia pun tulus untuk menjaga menantu satu-satunya.
Alula malah merasa sungkan karena Samuel dan Widya sudah begitu baik kepadanya. Ya, begitulah sifat Alula yang baik hati dan polos. Tidak merasa telah di manfaatkan oleh Samuel. Tapi niat mereka juga baik untuk menjaga Alula.
Widya merasa lega melihat Alula bisa menerima mereka. Tidak seperti yang dia pikirkan jika Alula akan marah dan membencinya karena telah di bohongi.
Berbeda dengan Alula, Tom hanya memasang wajah datar. Ia tidak menanggapi ucapan Samuel tadi. Tidak penting apa yang telah Samuel lakukan dulu, yang penting sekarang Tom sudah kembali bersama istri dan anaknya dan dia tidak akan membiarkan Alula pergi lagi.
Samuel dan Widya merasa sangat senang. Tak ada lagi yang perlu mereka sembunyikan. Meskipun Tom masih bersikap dingin kepada mereka, tapi Tom tidak melarang mereka untuk bertemu dengan Alula dan Bastian.
Seperti hari ini. Samuel dan Widya datang ke rumah baru Tom dan Alula. Mereka pindah tadi pagi.
__ADS_1
"Mama dan papa makan siang di sini saja. Sebentar lagi Tom akan pulang." ajak Alula dan kedua orang mertuanya tentu saja menerima dengan senang hati.
Tadi pagi setelah mengantarkan Alula ke rumah baru mereka, Tom harus pergi ke perusahaan karena ada pertemuan penting dan Tom berjanji untuk makan siang siang di rumah baru mereka. Hari pertama di rumah baru.
Tak hanya membeli rumah baru, Tom juga sudah mempersiapkan yang lainnya. Ia mempekerjakan sepuluh orang pelayan termasuk koki, penjaga keamanan dan tukang kebun. Juga dua orang lagi khusus untuk menjaga Bastian. Jadi, Alula tidak perlu melakukan apa pun lagi. Tom akan membuat Alula menjadi ratunya. Mewujudkan keinginan Alula untuk menjadi istri orang kaya.
Siang itu untuk pertama kalinya Tom makan siang bersama dengan keluarganya. Ada istri dan juga kedua orang tuannya. Suasana terasa hangat dengan obrolan dan candaan dari Alula dan Widya. Sesekali Samuel juga ikut menimpali.
Tom tidak percaya jika hidupnya bisa berubah seperti ini. Ia pikir mungkin sampai tua dia akan hidup sendiri dan kesepian. Sungguh ia tidak pernah menyangka keputusannya menjadi pria bre***ek dengan menyentuh wanita yang tengah mabuk malam itu akan mengubah segalanya.
Pukul sepuluh malam Tom baru masuk ke kamarnya. Ia melihat Alula sudah tidur di bawah selimut. Kemudian Tom pun menyusul dan berbaring di sebelah Alula.
Alula yang belum benar-benar tertidur karena baru melihat Bastian di kamar sebelah kembali membuka matanya ketika merasakan sebuah tangan memeluknya dari belakang.
"Sayang, sudah tidur ?" bisik Tom lembut. Tangannya juga kini sudah merayap masuk ke dalam baju sang istri mencari tempat yang bisa di mainkan.
Alula yang merasa geli langsung menahan tangan Tom. Mengetahui sang istri belum tidur, Tom bergerak cepat menyingkirkan selimut kemudian menindih tubuh Alula. Di tatapnya wajah cantik sang istri dengan penuh damba.
"Aku menginginkan mu." pinta Tom penuh harap sambil membelai lembut pipi Alula.
Sudah lama ia menahan keinginannya itu namun Tom tidak mau memaksa Alula sebelum wanita itu mau menerimanya kembali. Dan kemarin malam Tom juga sudah tidak tahan. Tapi karena ada Bastian yang tidur bersama mereka membuat Tom terpaksa menahan diri demi tidak ingin mengganggu tidur putranya.
Tom mulai mencium bibir Alula dengan rakus dan menuntut. Tangannya juga tidak tinggal diam sudah menjalar ke mana-mana. Alula menahan tangan Tom yang ingin melepas gaun tidurnya membuat pria itu menghentikan ciumannya.
__ADS_1