Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 15


__ADS_3

Tom meletakkan beberapa lembar uang di atas meja di hadapan Alula.


"Ini uang belanja. Belilah makanan yang sehat dan bergizi. Agar kau dan calon bayi kita sehat." ucap Tom asal. Tapi membuat wanita yang ada di hadapannya itu begitu terkejut.


"Hey. Aku tidak hamil." bantah Alula cepat.


"Kalau begitu ayo kita buat sampai kau hamil." kata Tom dengan seringai licik.


"Dasar mesum." umpat Alula kesal sembari mengambil uang di atas meja. Alula tidak ingin menggubris kalimat pamungkas Tom yang selalu ingin menjeratnya untuk melakukan olahraga ranjang dengan alasan agar cepat hamil.


"Mana uang untuk ku ?" tanya Alula cepat sebelum Tom masuk kedalam ruangan kerjanya setelah makan malam barusan.


Sudah hampir satu bulan mereka menikah, Tom hanya memberikan uang belanja beberapa kali yang cukup untuk membeli bahan makanan saja.


Mendengar pertanyaan Alula membuat Tom menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap wanita itu.

__ADS_1


"Memangnya kau ingin beli apa ?" tanya Tom dengan tampang tidak berdosa.


Astaga. Pria ini. Kesal Alula dalam hati.


Bisa-bisanya Tom bertanya begitu. Bukankah seorang suami itu wajib memberikan uang belanja untuk kebutuhan pribadi istrinya.


"Banyak yang ingin ku beli untuk kebutuhan ku. Jika kau tidak sanggup untuk memberiku uang. Sebaiknya kau mengizinkan aku bekerja dan mencari uang sendiri." kata Alula sengaja mengancam. Jika Tom tidak memberikannya uang. Setidaknya dia bisa kembali bekerja.


"Cih, jangan harap aku akan mengizinkan mu bekerja." Tom begitu marah ketika Alula mengatakan ingin bekerja lagi.


"Kalau begitu berikan uangnya." pinta Alula sambil menadahkan tangan di hadapan Tom.


"Kau ingin uang. Ayo, ikut aku." Tom menarik tangan Alula dan membawanya ke kamar.


Bukannya memberikan uang yang Alula minta, Tom malah menarik Alula ke atas tempat tidur dan yang terjadi selanjutnya sama seperti malam-malam sebelumnya. Alula tidak bisa melawan kekuatan Tom dan hanya bisa pasrah melayani hasrat suaminya.

__ADS_1


Keesokan harinya. Alula baru tersadar saat matahari sudah terang benderang. Alula masih mengeliat di bawah selimut yang menutupi tubuh polosnya. Rasanya ia begitu malas untuk bangun. Tubuhnya sangat lelah dan sakit semua.


Alula melihat jam dinding, ternyata sudah pukul delapan pagi. Tom pasti sudah pergi bekerja. Jadi, Alula memutuskan untuk kembali memejamkan mata beberapa saat lagi.


Satu jam kemudian baru Alula bangun dan langsung membersihkan dirinya. Sekarang ia jadi lebih segar setelah mandi. Alula tersenyum ketika melihat uang di atas meja samping tempat tidur. Ternyata Tom memberikan uang yang semalam ia minta.


"Astaga. Kau membuat ku seperti pelacur." kata Alula. Mengingat Tom yang memberikannya uang setelah ia melayani pria itu. Meskipun sebenarnya Alula setiap hari juga melayani keinginan suaminya itu.


Alula jadi ingat dengan kata-kata Tom tadi malam tentang calon bayi. Mereka sudah hampir satu bulan menikah dan melakukan hubungan setiap hari. Alula juga ingat belum mendapatkan tamu bulanannya sejak pertama kali mereka melakukan itu. Apa mungkin benar dia sudah hamil.


Untuk memastikan hal itu, Alula pergi ke Apotek untuk membeli tespek. Sekalian ia pergi berbelanja bahan makanan di supermarket tempatnya bisa belanja.


"Hai, Alula."


Alula yang sedang memilih sayuran langsung berbalik ketika mendengar suara seseorang menyapanya.

__ADS_1


__ADS_2