Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 38


__ADS_3

Tom terkejut ketika melihat seorang pria yang tidak lagi muda masuk ke ruangannya. Sejak kapan orang tua itu memiliki rumah sakit ? tanya Tom dalam hatinya.


Orang itu adalah Samuel Parera yang tidak lain adalah ayah kandung Tom. Setahu Tom ayahnya itu hanya memiliki bisnis properti dan perhotelan.


"Ada tujuan apa anda ingin bertemu dengan ku ?" tanya Tom dengan suara yang dingin dan wajah yang datar. Tom bahkan tidak mempersilahkan tamunya untuk duduk terlebih dahulu.


Samuel tersenyum getir melihat sikap putranya yang seolah-olah tidak mengenalnya. Sejak kecil Tom memang tidak pernah menganggap Samuel sebagai ayahnya. Apa lagi setelah ibunya meninggal.


Samuel mendudukkan tubuhnya meskipun tidak di suruh.


"Tom, papa .."


"Jika tidak ada sesuatu yang penting ingin di bicarakan silahkan anda keluar." Tom langsung memotong ucapan Samuel.


Tom begitu benci mendengar Samuel menyebut dirinya papa. Bagi Tom, dia tidak memiliki papa. Jika Tom tahu yang datang ingin menemuinya adalah Samuel, tentu Tom tidak akan mengizinkan Lucy untuk menyuruhnya masuk.


Sudah beberapa tahun ini Samuel tidak pernah datang menemuinya lagi. Tom pikir pria tua itu sudah menyerah dan sudah melupakan keinginannya.


"Tolong berikan kesempatan kepada papa." ucap Samuel dengan nada memohon dan ia tidak mempedulikan perkataan Tom yang menyuruhnya untuk keluar.


Tom mendengus tidak suka melihat Samuel memohon seperti itu. Tom lalu berdiri dari tempat duduknya dan langsung berjalan menuju pintu keluar.

__ADS_1


"Tom tunggu !" Samuel berusaha menahan Tom agar tidak pergi.


"Ada sesuatu yang penting yang ingin papa bicarakan." kata Samuel lagi. Namun Tom tetap berjalan keluar dari ruangannya tanpa sedikitpun menggubris ucap ayahnya.


Ya, begitulah Tom selama ini. Jika Samuel tidak mau pergi maka dia yang akan pergi. Sehingga Samuel tidak mendapatkan kesempatan untuk berbicara dengan putranya.


Samuel melangkah gontai masuk kedalam rumahnya. Ia langsung di sambut oleh sang istri.


"Apa tidak berhasil lagi ?" tanya Widya yang melihat wajah suaminya murung. Samuel menggelengkan kepalanya lemah.


"Apa kau memberitahukan tentang isterinya ?" tanya Widya lagi.


"Apa kau sudah memberitahu kepada Tom jika Alula ada di sini ?" tanya Widya begitu mereka masuk ke dalam kamar.


Samuel menghela napas sambil mendudukkan tubuhnya di tempat tidur. Boro-boro ingin memberitahu Tom tentang Alula, untuk bicara saja Tom tidak memberikan kesempatan kepada Samuel.


"Dia bahkan tidak mengizinkan aku bicara." jawab Samuel yang membuat Widya kecewa.


Sejak dulu Widya sangat berharap agar putra dari suaminya itu ikut tinggal bersama mereka. Karena Widya memang tidak memiliki kesempatan untuk melahirkan anak setelah rahimnya di angkat. Widya sangat menyayangi Tom meskipun bukan dari darah dagingnya sendiri. Namun sampai saat ini Tom sangat membenci Samuel dan bahkan tidak menganggap sebagai ayahnya.


Sudah berbagai cara yang mereka lakukan untuk meluluhkan hati Tom. Sampai-sampai mereka terpaksa harus menggunakan Alula.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Alula ?" tanya Widya yang tidak tega melihat Alula melamun setiap hari.


"Alula pasti sangat merindukan suaminya." kata Widya sedih.


"Aku rasa tidak begitu."


Widya mengkerutkan keningnya mendengar perkataan Samuel.


"Apa maksud mu ?" jika bukan karena Tom, lalu apa yang di pikirkan oleh Alula.


"Mungkin hubungan mereka sedang bermasalah atau mereka bertengkar." tebak Samuel.


Bukan tanpa alasan Samuel berkata seperti itu . Kerena saat orang suruhannya menculik Alula, wanita itu membawa Kartu ATM dan KTP dalam saku bajunya. Jika Alula hanya ingin berjalan di taman rumah sakit mengapa harus membawa itu.


Samuel menduga jika Alula memang sengaja ingin kabur dari rumah sakit atau dari Tom.


"Apa Alula tidak menceritakan sesuatu pada mu ?" Samuel balik bertanya kepada istrinya.


"Dia gadis yang sangat tertutup." jawab Widya.


Sudah beberapa kali Widya mencoba untuk melakukan pendekatan kepada Alula agar wanita itu mau berbagi cerita dengannya. Tapi, Alula hanya mengatakan dia baik-baik saja. Dan setiap kali Widya bertanya tentang ayah dari bayi yang dikandungnya, Alula hanya menjawab dengan senyuman. Widya tidak mau terlalu memaksa Alula. Ia takut akan membuat Alula tidak nyaman dan akan semakin tertutup padanya. Jadi Widya akan mencari tahu dengan sabar dan perlahan-lahan.

__ADS_1


__ADS_2