
Tom tergugu setelah melihat rekaman video di dalam flashdisk yang di berikan oleh ibu tirinya. Ia sungguh tidak menyangka Alula akan berpikir begitu buruk terhadap dirinya. Tom akui selama ini ia memang telah berbuat kejam dan selalu menyiksa Alula. Ia tidak memberikan uang belanja yang cukup untuk Alula dan melarang Alula bekerja. Tom selalu berkata kasar dan sering menghina Alula.
Sekarang setelah mengetahui seperti apa Alula sebenarnya dan seberat apa kehidupan yang telah wanita itu jalani, Tom merasa sangat-sangat menyesal. Tom jadi mengerti mengapa Alula selalu meminta cerai dan bahkan menyembunyikan kehamilannya. Karena Alula tidak mau selamanya terbelenggu dalam ikatan pernikahan yang menyiksanya.
"Sekarang kau mengerti kan. mengapa mama melarang mu untuk menemui Alula."
Widya takut Alula akan kabur saat melihat Tom. Dan pastinya akan membawa bayinya yang baru lahir. Sungguh Widya tidak bisa bayangkan jika itu benar-benar terjadi.
"Jadi apa yang harus aku lakukan ?" tanya Tom dengan suara yang lirih.
Tom sungguh tidak bisa berfikir dengan baik saat ini. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Hati dan pikirannya sangat kacau. Disaat dia sudah menemukan Alula tapi ia tidak bisa menampakkan diri di depan Alula.
"Untuk sementara biarkan luka operasi Alula sembuh dulu. Setelah itu baru kau menemui Alula dan pelan-pelan bicara bicara dengannya." saran Widya.
__ADS_1
Tom menghela napas lemah mendengar apa yang ibu tirinya katakan. Tapi Tom terpaksa menuruti saran itu demi kebaikan Alula.
Tom berdiri di depan pintu untuk melihat Alula dari celah pintu yang sengaja tidak di tutup rapat oleh Widya. Saat ini Widya tengah menyuapi Alula sarapan.
"Kapan aku bisa melihat bayi ku, ma ?" tanya Alula tidak sabar ingin melihat dan memeluk bayi yang sudah ia lahirkan tadi malam.
"Putra mu masih di ruang perawatan intensif. Nanti mama minta perawat untuk membantu membawa mu melihatnya."
"Bagaimana keadaannya ? apa dia baik-baik saja ?" Alula merasa cemas mendengar bayinya sedang di rawat intensif.
Tom ikut sedih saat melihat Alula terlihat sedih ketika mengetahui keadaan bayi mereka yang saat ini sedang berada di dalam inkubator.
Tepukan di bahu membuat Tom mengalihkan pandangannya dari dalam kamar rawat Alula. Wajah Tom langsung berubah datar ketika melihat Samuel yang ada di belakangnya.
__ADS_1
"Sebaiknya kau istirahat dan berganti pakaian. Papa lihat sejak tadi malam kau belum makan dan mandi."
Samuel kembali menghela napas ketika Tom pergi begitu saja tanpa membalas ucapannya. Samuel tidak marah meskipun selalu diperlakukan tidak hormat oleh putranya sendiri. Bagi Samuel itu sepadan sebagai balasan atas kesalahannya di masa lalu.
Setelah Tom pergi, Samuel masuk ke dalam kamar rawat Alula di mana Widya juga ada di sana.
"Bagaimana keadaan mu, nak ?" Samuel tersenyum melihat Alula yang kini sedang duduk bersandar di tempat tidur.
"Aku baik, pa. Terima kasih untuk semua ini. Aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikan mama dan papa." kata Alula yang merasa mendapatkan layanan istimewa di rumah sakit milik ayah angkatnya.
Tidak perlu berterima kasih. Sudah sepantasnya kau mendapatkan ini semua. Balas Samuel dalam hati. Namun di hadapan Alula ia hanya mengangguk menanggapi ucapan tulus dari Alula.
Sementara itu di sebuah kamar hotel yang tidak jauh dari rumah sakit milik Samuel. Tom sedang mengguyur tubuhnya di bawah air shower untuk menghilangkan lelah di tubuh dan pikirannya. Meskipun merasa lega setelah melihat Alula. Namun Tom masih belum tenang karena belum bisa meminta maaf dan menyatakan perasaannya kepada sang istri.
__ADS_1
Tom menghembuskan napas berat mengingat ia harus berjuang sekuat tenaga untuk membuat Alula mau menerima cintanya. Tom berjanji akan melakukan apapun yang Alula inginkan asal Alula mau kembali kepadanya. Hidup sebagai suami istri yang saling mencintai dan memberikan keluarga yang utuh kepada anak-anak mereka nanti.