Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 56


__ADS_3

Alula tersenyum kaku mendengar pertanyaan Aksa. Ia tidak tahu harus menjawab apa ketika pria itu menanyakan tentang suaminya.


"Em, tentu saja ..."


Namun belum sempat Alula melanjutkan kalimatnya tiba-tiba sebuah suara datang dari arah pintu dengan lantang menyahut.


"IYA !"


Alula dan Aksa sontak mengalihkan pandangannya kearah sumber suara tersebut. Alula tampak begitu terkejut melihat Tom berada di depannya. Sekarang ia benar-benar merasa tertangkap basah ketika tengah selingkuh. Sementara Aksa terlihat tenang meskipun ia sama terkejutnya seperti Alula saat melihat kedatangan suami dari wanita itu. Karena Aksa memang sudah mengetahui apa yang terjadi diantara pasangan suami istri itu jadi membuatnya tidak merasa bersalah.


"Aku suami Alula. Tentu saja aku merasa keberatan jika ada pria lain datang ke rumah ketika aku tidak ada." ucap Tom dengan suara dingin dan tegas.


Pria yang biasanya selalu datar kini tidak segan-segan untuk memperlihatkan rasa tidak suka dan cemburunya di hadapan pria yang telah mencoba untuk mendekati wanitanya.

__ADS_1


"Maaf tuan. Aku hanya mengantarkan putri ku yang ingin datang kemari." balas Aksa tenang dan sopan.


Sedikitpun Aksa tidak menunjukkan perasaan marah, kesal apalagi aura permusuhan kepada Tom. Meskipun sebenarnya Aksa berniat untuk merebut Alula dari pria di depannya ini.


"Ya, semoga saja anda tidak memiliki niat yang lain." ucap Tom dengan sinis. Masih menebarkan aura permusuhan kepada pria yang beberapa tahun lebih tua darinya itu.


Meskipun Tom tidak mengenal siapa pria di hadapannya ini tapi Tom yakin, pria itu pasti menginginkan istrinya. Tom dapat melihat itu dari tatapan matanya saat menatap Alula.


Tak lama setelah kedatangan Tom, Aksa mengajak putrinya untuk pulang. Ya, karena merasa tidak nyaman dan tidak bisa melanjutkan rencananya untuk mendekati Alula, pria itu memilih pulang dengan alasan ada pekerjaan mendadak.


"Aku ingin mengajak mu pindah ke rumah ku." jawab Tom apa adanya. Karena tadi pagi sebelum pergi ke rumah Alula, ia sudah membeli sebuah rumah baru siap huni yang berada tidak jauh dari sini.


Tom sudah memutuskan menerima tawaran Samuel untuk mengambil alih pimpinan perusahaan menggantikan sang ayah. Tom bersedia melakukan itu semata-mata hanya demi keinginan sang istri yang begitu ingin menikah dengan pria kaya. Jadi, Tom akan mewujudkan keinginan wanita yang ia cintai itu.

__ADS_1


"Aku tidak mau !" Alula merampas pakaiannya dari tangan Tom.


Tom menghela napasnya melihat penolakan sang istri. Ia tidak mau terpancing amarah dan berujung pertengkaran seperti yang biasanya.


"Baiklah jika kau tidak mau. Biar aku yang pindah ke sini." Tom menggenggam kedua tangan Alula dengan kedua tangannya.


Tom berkata dengan lembut sambil tersenyum untuk meredam kemarahan Alula. Namun hal itu tidak mampu membuat wanitanya luluh. Alula ingin menyahut lagi tapi suara tangisan lebih dulu mengalihkannya.


Alula menarik tangannya dari genggaman Tom dan segera menuju ranjang di mana Bastian yang sedang tidur tiba-tiba terbangun. Mungkin karena suara berisik mereka tadi. Alula langsung menenangkan bayinya itu agar tidur kembali. Sementara itu Tom berjalan perlahan keluar dari kamar.


Beberapa saat kemudian, Tom kembali ke dalam kamar sambil membawa sebuah koper yang berisi pakaian miliknya. Dengan santainya pria itu menyusun baju-bajunya di lemari yang sama dengan pakaian Alula.


Alula mendelik melihat Tom yang berbuat semena-mena di rumahnya. Meskipun Alula sudah tahu jika pria itu selalu saja berbuat sesuka hatinya sejak dulu. Tapi tetap saja ia tidak terima.

__ADS_1


Alula sudah bertekad untuk mengakhiri pernikahannya dengan Tom. Jadi dia harus menolak pria itu dengan tegas.


"Sepertinya kita harus bicara." ucap Alula perlahan namun terdengar cukup jelas di telinga Tom.


__ADS_2