
Malam ini Alula tidak bisa tidur dengan nyenyak. Perutnya yang kian membesar membuatnya tidak bisa mendapatkan posisi yang nyaman untuk berbaring. Selain itu, entah mengapa malam ini Alula begitu merasakan rindu yang teramat sangat kepada Tom. Alula bahkan sampai menagis terisak karena begitu merindukan suaminya.
Ya, sebenarnya selama ini diam-diam Alula selalu merindukan sosok suaminya. Rindu saat Tom tidur sambil memeluknya. Rindu dengan sentuhan pria itu. Mungkin pengaruh meningkatnya hormon progesteron dan estrogen saat sedang hamil membuat Alula jadi merindukan kegiatan bercinta dengan suaminya.
Namun Alula selalu mengabaikan. Bahkan membuang jauh-jauh perasaannya itu. Karena lagi-lagi Alula berpikir jika Tom akan memisahkan dia dengan anaknya.
Widya yang sengaja datang ke kamar Alula untuk melihat keadaan menantunya itu tidak sengaja melihat Alula menagis. Akhirnya Widya mengurungkan niatnya untuk masuk ke kamar Alula.
Keesokan harinya.
"Kau sudah bertemu dengan putra mu ?" tanya Widya saat tengah memasangkan dasi Samuel.
Melihat Alula yang menangis tadi malam membuat Widya tidak tega kepada menantunya itu. Alula yang tidak bersalah harus terimbas masalah antara Samuel dan Tom.
Samuel menghela napas berat yang menandakan jika dia belum dapat bertemu dengan Tom. Putranya itu bahkan sudah memblacklis nama dan perusahaan-perusahaan miliknya dari daftar tamu.
"Kau kan bisa menyuruh orang untuk membawanya." kata Widya lagi.
"Tidak, Widya. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama."
__ADS_1
Saat ibunya Tom baru meninggal dulu, Samuel pernah membawa Tom untuk tinggal bersamanya. Tom yang saat itu berusia sepuluh tahun menolak untuk ikut, tapi Samuel tetap memaksa. Sampai akhirnya Tom melarikan diri dari rumah. Karena itulah, Samuel tidak akan pernah memaksa Tom lagi yang membuat Tom akan semakin membencinya.
Widya hanya mampu menghela napas karena ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya merasa kasian kepada menantu dan calon cucunya.
"Aku harap secepatnya kau menemui Tom. Kurang dari dua bulan lagi Alula sudah melahirkan. Kau tentu tidak ingin nasib cucu mu sama seperti ayahnya, kan ?" kata Widya mengingatkan suaminya.
"Iya, aku tahu." jawab Samuel sambil berpikir bagaimana caranya agar ia bisa bertemu dan bicara kepada Tom.
Samuel juga tidak mau saat Alula melahirkan nanti, Tom tidak ada untuk menemani Alula. Ia tidak ingin Tom jadi seperti dia yang telah gagal untuk menjadi suami dan ayah yang baik.
Di sela-sela kesibukannya, Samuel menyempatkan diri pergi ke Jakarta untuk menemui Tom. Tapi seperti biasa, asisten putranya itu yang bernama Luna langsung menolak setiap kali ia mengatakan ingin bertemu dengan Tom.
Saat ini, Tom bersama Sky sedang berada di sebuah hotel untuk bertemu dengan klien. Saat mereka ingin pulang, Samuel sudah menunggu di lobi. Samuel yang telah menunggu selama setengah jam langsung berdiri begitu melihat putranya.
Sky yang melihat ayah dari asistennya itu berhenti untuk menyapa. Sky sudah memang mengenal ayah dan ibu tiri Tom. Sky juga mengetahui permasalahan yang terjadi antara Tom dan ayahnya. Namun Sky tidak pernah bertanya. Apa lagi ikut campur urusan pribadi sang asisten.
"Saya menunggu anda di mobil." kata Tom tiba-tiba ketika Sky dan Samuel saling menyapa.
"Tom papa ingin bicara dengan mu." kata Samuel begitu melihat Tom pergi.
__ADS_1
Namun Tom seolah tidak mendengar suara apapun yang bicara kepadanya. Ia terus melangkah tanpa melihat ke belakang. Sky yang masih berada di samping Samuel dapat melihat wajah sedih dan kecewa pria tua itu. Samuel terus menatap punggung putranya sehingga benar-benar menghilang.
Ehmm
Suara Sky mengalihkan pandangan Samuel.
"Tuan Samuel, saya permisi. Senang bertemu dengan anda." kata Sky sebelum ia pergi.
"Ah. Iya. Saya juga senang bisa bertemu dengan dokter." balas Samuel.
"Em, dokter." suara Samuel menahan langkah kaki Sky yang ingin pergi.
"Tolong berikan ini kepada Tom." Samuel menyerahkan sebuah amplop kepada Sky.
Sky mengambil amplop itu dan lalu pergi meninggalkan Samuel dengan segala pikirannya.
Tom sudah menunggu di depan pintu hotel ketika Sky keluar.
"Ini dari Tuan Samuel." Sky menyerahkan amplop kepada Tom begitu ia masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
Dengan sangat terpaksa Tom menerima amplop itu dan meletakkan begitu saja di kursi penumpang di sebelahnya tanpa berniat untuk mengetahui isi di dalamnya. Jika bukan Sky memberikan kepadanya, Tom sudah pasti tidak akan menerima amplop itu. Bagi Tom apa pun yang berkaitan dengan Samuel tidak penting baginya.