Istri Pemuas Nafsu

Istri Pemuas Nafsu
Ch. 46


__ADS_3

Selama hampir satu jam lamanya Tom berada di ruangan operasi dengan perasaan yang menegangkan. Di menit ke dua puluh tim dokter berhasil mengeluarkan bayi Alula dengan kondisi yang sudah lemah dan langsung mendapatkan penanganan dari dokter spesialis anak.


Tom menagis bahagia bercampur haru melihat bayi kecil berjenis kelamin laki-laki yang tidak lain adalah putranya. Darah dagingnya. Setelah bayinya di pindahkan ke ruangan khusus bayi, Tom kembali melihat Alula. Alula sejak tadi tidak menyadari keberadaan Tom karena kondisinya saat ini setengah sadar efek dari pengaruh obat bius. Ditambah lagi Tom juga mengenakan pakaian steril dan memakai masker seperti layaknya dokter dan perawat yang ada di sana.


Tom menghela napas lega setelah operasi Alula selesai dan dokter mengatakan semuanya berjalan dengan lancar. Tom menyandarkan tubuhnya di kursi tunggu yang ada di depan ruang operasi. Rasa lelah dan lapar yang sempat ia rasakan tadi seakan menguap begitu saja ketika melihat istri dan anaknya yang baru lahir itu. Keduanya dalam keadaan selamat. Meskipun bayi mereka masih harus mendapatkan penanganan khusus.


"Tom, maafkan papa." Samuel mengambil tempat duduk di sebelah putranya.


"Aku tidak akan pernah memaafkan anda jika terjadi sesuatu kepada istri dan anak ku." kata Tom memberi peringatan tegas kepada ayahnya.


Samuel menghela napas panjang menghadapi sikap Tom yang memang selama ini begitu membencinya. Tom mau berbicara kepadanya saja Samuel sudah sangat bersyukur.


"Papa tahu itu." Samuel mengangguk karena sebelumnya ia sudah memikirkan konsekuensi yang akan ia terima karena telah melibatkan Alula.

__ADS_1


"Ini." Samuel memberikan kartu ATM dan KTP milik Alula yang selama ini ia simpan.


"Papa yakin kau mengerti apa yang sebenarnya terjadi." lanjut Samuel lagi.


Samuel tahu putranya itu pasti sudah menyelidiki tentang hilangnya Alula di rumah sakit. Tapi, Samuel sengaja menghilangkan jejak dan menyembunyikan Alula dari Tom karena ia merasa ada yang aneh. Jika Alula hanya ingin pergi ke taman, mengapa ia membawa kartu ATM dan KTP di sakunya. Sedangkan barang miliknya yang lain ia tinggalkan di kamar.


Setelah melihat keadaan bayinya di ruangan khusus bayi, kini Tom masuk kedalam kamar rawat Alula. Tom berjalan perlahan agar tidak membangunkan Alula yang sedang tertidur pulas. Padahal Tom ingin sekali memeluk dan mencium istrinya itu yang sudah melahirkan keturunannya. Tapi lagi-lagi Tom terpaksa menahan keinginannya itu karena tidak ingin mengganggu Alula.


Tom duduk di samping tempat tidur. Menatap lekat-lekat wajah Alula yang tenang sampai ia terlelap.


Widya memberikan isyarat kepada Tom untuk diam kemudian wanita itu membawa Tom keluar dari ruang rawat Alula. Meskipun Tom tidak suka dengan ibu tirinya itu. Apa lagi harus menurut kepadanya. Tapi, demi agar tidak mengganggu Alula, Tom terpaksa harus keluar mengikuti Widya.


"Ada apa ?" tanya Tom dengan suara datar tanpa basa basi.

__ADS_1


"Sebaiknya kau jangan menemui Alula dulu karena .."


"Apa maksud anda ?" Tom memotong perkataan Widya sebelum wanita itu menyelesaikan kalimatnya.


"Tom dengarkan dulu apa yang akan mama katakan."


"Apa tidak puas selama ini kalian telah memisahkan aku dan istriku ?" Tom mulai emosi. Ia tidak akan membiarkan siapapun memisahkan Alula darinya.


Tom baru saja bertemu dengan Alula. Bahkan ia belum sempat untuk memeluk dan mencium sang istri yang sangat ia rindukan. Dan sekarang ibu tirinya meminta Tom agar tidak menemui Alula.


"Jangan salah paham dulu, nak. Ini untuk kebaikan kalian berdua."


Tom mendengus. Tidak suka mendengar apa yang di katakan oleh Widya. Tak ada kebaikan untuknya jika harus berjauhan lagi dari Alula dan anak mereka.

__ADS_1


"Sebaiknya kau melihat ini." Widya memberikan sebuah flashdisk kepada putra sambungnya.


__ADS_2