
Beberapa hari belakangan ini Tom selalu pulang larut malam. Hal itu Tom lakukan karena ingin menghindari Alula yang selalu menuntut untuk meminta cerai. Jadi, Tom menyibukkan dirinya dengan bekerja dan bekerja.
Seperti saat ini, Tom baru tiba di apartemen ketika jarum jam menunjukkan angka dua belas. Tom melihat Alula sudah tertidur pulas. Tom melangkah dengan perlahan menuju kamar mandi agar tidak menggangu tidur sang istri. Selesai membersihkan diri, Tom kemudian menuju ke dapur. Tom tersenyum melihat makanan makanan di atas meja. Alula tetap menyediakannya makanan meskipun wanita itu marah dan terus saja meminta cerai. Tom tetap memakan makanan itu walaupun hanya sedikit. Rasa cintanya kepada sang istri membuat makanan yang sudah dingin itu tetap terasa enak.
Pada pagi harinya saat Alula bangun, ia tidak mendapati Tom ada di kamar maupun di ruangan lain di apartemen ini.
"Pasti dia sudah berangkat kerja." gumam Alula yang mulai tahu kebiasaan baru suaminya. Yaitu pergi pagi-pagi sekali dan pulang larut malam. Dan siang harinya Tom tidak akan pulang untuk makan siang.
Pukul sepuluh pagi Alula terburu-buru pergi ke rumah sakit. Baru saja ia mendapatkan telpon dari Tiara yang mengatakan jika Ibu Rumi kembali di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
"Tiara, bagaimana keadaan ibu ?" tanya Alula yang baru saja tiba depan ruang ICU dengan napas ngos-ngosan.
"Tenanglah, duduk dulu." bukan Tiara yang menjawab, melainkan Hadi.
Ya, Hadi juga ada di sana bersama dengan Tiara. Dialah yang membawa Ibu Rumi ke rumah sakit. Hadi baru saja pulang dari hotel tempatnya bekerja. Ia menyempatkan diri singgah ke panti asuhan untuk mengantarkan sarapan anak-anak. Begitu tiba di panti Hadi melihat Tiara dan anak-anak yang lainnya sedang menangis. Tiara mengatakan jika Ibu Rumi tidak sadar meskipun dia dan Dian sudah berkali kali memanggil dan bahkan mereka juga sudah menggoyang-goyangkan tubuh ibu Rumi.
"Minum dulu kak." Tiara menyerahkan sebotol air mineral kepada Alula.
"Lula, ayo kita pergi makan." suara Hadi mengalihkan pikiran Alula.
__ADS_1
"Aku tidak lapar kak." kata Alula lesu karena beratnya beban dan masalah yang dihadapinya saat ini.
"Tapi, kau tetap harus makan Lula" Hadi memaksa karena ini sudah lewat jam makan siang.
"Bagai mana kau akan menjaga ibu jika kau juga sakit." lanjutnya pria itu lagi.
Akhirnya Alula menurut apa kata Hadi. Mereka pun pergi ke sebuah rumah makan yang tidak jauh dari rumah sakit. Tom yang kebetulan ingin menjemput Sky di rumah sakit tidak sengaja melihat Alula bersama dengan seorang pria masuk kedalam rumah makan yang terlihat sederhana. Tom tidak sempat melihat wajah pria yang bersama Alula karena mobilnya sudah melaju ke depan. Tom ingin menghentikan mobilnya, tapi kendaraan di belakangnya sudah membunyikan klakson yang memekakkan telinga.
Jika saja Tom sedang tidak buru-buru untuk mengantarkan Sky, sudah pasti dia akan berhenti dan masuk ke dalam rumah makan itu membawa Alula pulang dan menghajar pria yang bersama dengan istrinya itu. Tom mencengkram stir mobil karena kesal tidak bisa melakukan itu.
__ADS_1
Dua puluh menit kemudian Tom sudah mengantarkan Sky sampai di rumah. Ia kemudian melajukan mobilnya kembali menuju ke tempat di mana ia melihat Alula tadi. Tapi sayangnya, Alula sudah tidak ada di sana. Alula dan Hadi sudah pergi sepuluh menit yang lalu.
"Sial."