
"Maaf Lula." ucap Hadi sebelum ia mengangkat tubuh Alula dan membawanya ke kamar mandi.
"Kak tolong aku." lirih Alula dalam gendongan Hadi. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher pria itu. Alula jadi semakin ingin minta di sentuh lebih dari ini.
Sekuat tenaga Hadi menahan diri agar tidak tergoda saat Alula mulai mencium-cium lehernya. Dengan cepat Hadi menurunkan tubuh Alula di bawah shower dan mengguyurnya dengan air mengalir.
"Kak jangan pergi." pinta Alula menahan tangan Hadi agar tidak pergi.
"Kakak akan segera mencarikan obat untuk mu. Tunggulah di sini." Hadi melepaskan tangannya yang di pegang oleh Alula. Ia harus segera pergi dari sini sebelum ia hilang kendali dan tergoda oleh Alula.
Setelah mengatakan itu Hadi langsung keluar dari kamar mandi tanpa menoleh ke belakang meskipun Alula memanggil-manggilnya dengan suara yang begitu lirih.
Hadi mengambil tas Alula untuk mencari ponsel wanita itu. Kemudian ia membuka log panggilan untuk mencari kontak suami Alula.
"Astaga, aku tidak tahu nama suaminya." gumam Hadi.
Hadi terus mencari, namun tidak ada kontak dengan nama suamiku, sayang, atau sebutan apapun itu yang menjadi petunjuk. Kemudian Hadi membuka aplikasi pesan. Mereka pasti pernah berkirim pesan. Hadi membaca satu persatu pesan masuk.
"Nah. Ini dia." akhirnya Hadi menemukan pesan yang dikirim oleh suami Alula.
__ADS_1
Hadi langsung melakukan panggilan ke nomor itu. Seketika keningnya mengkerut ketika melihat nama di layar ponsel Alula
"Asisten Tom"
Meskipun merasa agak aneh, tapi Hadi tidak ingin memikirkan itu. Yang penting ia harus segera memberi tahu kepada pria itu tentang apa yang terjadi kepada Alula.
Tom yang tengah bersiap untuk pulang menarik sudut bibirnya ketika melihat panggilan masuk dari nomor Alula. Tom merasa senang Alula menghubunginya. Karena jarang sekali Alula menelponnya lebih dulu. Tom langsung mengangkat panggilan itu. Wajah Tom seketika berubah begitu mendengar suara seorang pria.
Tom tergesa-gesa keluar dari ruangannya menuju ke mobil. Tom melajukan mobil dengan perasaan cemas bercampur marah. Ia tidak tahu pasti apa yang terjadi kepada Alula. Pria ditelpon tadi hanya mengatakan jika Alula saat ini butuh pertolongannya.
Sepuluh menit kemudian Tom sudah tiba di Hotel yang disebutkan oleh pria itu. Tom langsung naik ke lantai lima menuju kamar di mana Alula berada.
"Dimana istri ku ?" Tom menarik kerah kemeja pria yang berada di depan pintu kamar Alula. Tom yakin pria itu yang menelponnya tadi.
Tom melepaskan cengkraman tangannya pada Hadi dan langsung masuk ke dalam kamar untuk mencari Alula. Hadi menelan ludahnya dan mengusap lehernya yang terasa tercekik. Hadi sungguh tidak menyangka jika suami Alula begitu menakutkan.
"Lula, bagaimana kau bisa hidup dengan pria seperti itu." Hadi bergidik ngeri membayangkan kehidupan Alula bersama pria yang mengerikan seperti itu.
Sementara itu di dalam kamar, Tom langsung membuka pintu kamar mandi setelah mendengar suara gemericik air.
__ADS_1
"Astaga, apa yang terjadi ?" Tom melihat Alula yang sedang duduk meringkuk di bawah guyuran air. Tom langsung memeluk tubuh Alula yang basah.
"Aku tidak tahu. Tolong aku." lirih Alula dalam pelukan Tom.
Tom mengambil handuk dan memakaikan pada Alula. Kemudian dia mengangkat tubuh Alula dan membawanya ke tempat tidur.
"Sial." umpat Tom yang melihat wajah Alula memerah.
Sekarang dia tahu jika Alula sedang dalam pengaruh obat perangsang. Karena ini bukan pertama kalinya ia melihat Alula seperti ini. Saat malam pertama kali mereka melakukan itu, Alula juga bertingkah sama seperti ini.
Sementara itu, Alula yang sudah semakin terbakar gairah terus bergelayut mencium tubuh Tom yang masih berbalut pakaian. Meskipun jauh di dalam lubuk hatinya tidak ingin melakukan itu dengan Tom, tapi ia tidak bisa mengendalikan dirinya yang begitu berhasrat.
Tom yang tahu harus melakukan apa langsung mengambil alih kendali. Dalam sekejap ia melepaskan semua pakaian yang menempel di tubuhnya dan juga tubuh Alula. Sekarang mereka sudah sama-sama polos. Memberi dan menerima sentuhan untuk saling memuaskan satu sama lain.
Sementara itu di depan pintu kamar, Hadi masih berdiri beberapa saat setelah Tom masuk. Ia menunggu siapa tahu Tom butuh bantuan untuk membawa Alula ke rumah sakit. Meskipun sebenarnya Hadi tahu Alula tidak membutuhkan dokter melainkan hanya suami Alula yang bisa mengobatinya.
Hadi tersenyum lemah membayangkan apa yang sedang terjadi di dalam sana. Ia pun berlalu pergi membawa rasa nyeri dalam hatinya. Hadi harus menerima kenyataan jika wanita yang dia cintai selama ini benar-benar sudah menjadi milik orang lain.
Waktu sekarang sudah pukul delapan malam, Alula masih terus bergerak di atas tubuh Tom untuk mencari kepuasan. Meskipun Alula sudah terlihat sangat lelah tapi pengaruh obat itu masih belum mereda.
__ADS_1
"Apa ini ?" Tom merasa sesuatu mengalir keluar dari tubuh Alula tapi bukan caira ke nikmat an.
"Alula kau ..." Tom tidak bisa berucap karena begitu terkejut.