
Di sebuah club terkenal di kota ini, Reva sedang asik menikmati alunan musik sambil menyesap minumannya. Tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya.
"Hai, om." sapa Reva ramah seperti biasa. Namun wajah pria yang tidak lagi muda itu terlihat tidak bersahabat.
"Kembalikan uang ku." sentak pria yang di panggil om oleh Reva.
Reva yang awalnya begitu terkejut berpura-pura bersikap tenang.
"Ada apa, om ? tenang dulu. Ceritakan pada ku apa yang terjadi." ucap Reva dengan lembut dan menggoda untuk meredam kemarahan pria tua itu.
Reva kemudian menyodorkan segelas minuman dan langsung di sambut oleh pria itu. Reva tersenyum. Triknya selalu berhasil.
"Wanita di bawa kabur oleh seseorang." kata pria itu setelah menyesap minumannya.
"Apa ? di bawa kabur ?" Reva terkejut mendengar ucapan pria itu.
Siapa yang membawa Alula kabur ?. Tanya Reva dalam hati.
Setahunya Alula tidak banyak memiliki teman laki-laki. Lalu siapa pria yang sudah menolongnya.
"Sekarang kembalikan uang ku." kata pria itu menuntut kembali uangnya.
Reva menjadi pias karena ia tidak bisa mengembalikan uang seratus juta itu. Tentu saja uang itu sudah habis di gunakan untuk liburan ke Bali bersama sang kekasih selama tiga hari.
__ADS_1
"Ah. Tenang dulu om. Bagai mana jika aku menggantikan dengan yang lain." pujuk Reva.
"Tapi aku mau yang masih fresh." nego pria itu. Tentu saja ia tidak mau uang seratus jutanya terbuang sia-sia.
"Baik om. Tapi aku tidak bisa janji memberikan yang masih ori." Reva duduk mendekat pria itu dan membelainya agar tidak marah.
Sementara itu di apartemen. Alula baru saja terjaga dari tidurnya. Ia tidak melihat Tom yang tadi tidur di sampingnya. Alula melihat waktu sekarang sudah pukul sembilan malam. Pantas saja perutnya sudah keroncongan. Di tambah lagi dengan energinya yang terkuras habis karena melayani keinginan sang suami yang seperti tidak pernah puas menyentuhnya.
Alula kemudian membangunkan tubuhnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu ia mengambil pakaiannya yang masih berada di dalam koper. Karena belum sempat ia bereskan, Tom sudah mengajaknya untuk melakukan tugas lain di ranjang.
Setelah berpakaian, Alula keluar kamar dan langsung menuju ke dapur. Ia tersenyum melihat sebungkus makanan di atas meja. Kebetulan sekali perutnya pun sudah lapar. Tanpa berpikir panjang Alula mengambil makanan itu dan memakannya. Tidak peduli meskipun itu milik Tom, karena pria itu juga harus bertanggung jawab telah membuatnya kelaparan.
Dalam beberapa menit saja, Alula sudah menghabiskan makanannya. Ia mengusap perutnya yang sudah pun kenyang tanpa ia sadari jika Tom sejak tadi memperhatikannya.
Alula hanya menjawab dengan anggukan sambil menghabiskan air putih dalam gelasnya. Tom lalu mengambil tempat duduk di depan wanita yang kini sudah menjadi istrinya.
"Ini kartu akses apartemen." Tom menyodorkan sebuah kartu di depan Alula.
"Dan ini uang belanja untuk satu minggu." Tom meletakkan beberapa lembar uang berwarna merah.
"Besok pergilah membeli bahan-bahan makanan. Aku ingin kau memasak setiap hari." kata Tom lagi yang membuat wajah Alula masam.
Bukannya dia tidak bisa memasak. Hanya saja pria yang sudah menjadi suaminya itu memerintahkannya seperti ia seorang pelayan.
__ADS_1
Dasar pria tukang perintah. Kau pikir aku ini seorang pembantu ? Awas saja jika kau minta di layani lagi. Aku akan mematahkan timun mu itu. Alula mengumpat Tom dalam hatinya.
"Sekarang, ayo tidur." Tom berdiri dan menarik tangan Alula untuk mengikutinya.
Alula sengaja membekukan tubuhnya dan tidak mau beranjak dari tempat duduknya. Ia masih marah kepada Tom tapi tidak berani mengungkapkannya.
"Berani melawan ?" Alula hanya melirik mendengar pertanyaan Tom.
Alula memilih diam menunjukkan jika ia sedang marah. Namun tiba-tiba saja Tom memikulnya seperti karung beras dan membawanya ke kamar.
"Lepaskan aku!" Alula yang terkejut langsung memberontak. Memukul-mukul punggung Tom.
"Lepaskan." teriaknya lagi. Tapi Tom sengaja menulikan telinganya.
Begitu tiba di kamar, Tom langsung menghempaskan tubuh Alula di atas ranjang.
"Kau harus di hukum karena sudah berani melawan ku." Tom kembali mengukung tubuh Alula di bawahnya sambil menatap penuh nafsu.
Astaga. Jangan lagi. Batin Alula yang melihat wajah Tom sudah berkabut. Ia tahu apa yang akan di lakukan selanjutnya oleh pria itu.
Baru saja ia di makan habis-habisan sore tadi dan sekarang Tom akan memakannya lagi.
Tidak!
__ADS_1
Alula hanya mampu menolak dalam hatinya karena ia tidak bisa melawan tenaga pria itu yang tentunya lebih kuat darinya.