
Pagi-pagi sekali Tom terbangun dan mendapati Alula masih tertidur pulas. Tom mencium kening Alula sebelum ia pulang ke apartemen untuk mandi dan berganti pakaian. Setengah jam kemudian baru Alula terbangun. Ia seperti merasa Tom menciumnya dengan sayang. Alula tersenyum getir ketika menyadari jika itu hanyalah sebuah mimpi dalam tidurnya. Nyatanya sekarang Alula hanya sendirian di ruangan ini.
Sedetik kemudian Alula baru sadar jika sekarang dia sedang berada di rumah sakit setelah melihat tangannya yang terpasang infus.
"Astaga. Bayi ku." Alula memeriksa perutnya. Seketika ia menagis histeris begitu ingat kejadian tadi malam. Dimana ia merasakan perutnya sangat sakit dan keluar darah.
Dua orang perawat yang berjaga tak jauh dari kamar rawat Alula segera datang setelah mendengar suara tangisan Alula.
"Nyonya ada apa ? apa perut anda masih sakit ?" tanya perawat itu yang sudah tahu kondisi pasiennya.
Alula mendapatkan pelayanan khusus sebagai pasien VIP. Karena merupakan istri dari asisten direktur rumah sakit ini.
"Bayi ku. Aku tidak mau kehilangan bayi ku." kata Alula masih dalam tangis histerisnya.
"Tenanglah, Nyonya. Bayi anda selamat. Nyonya harus banyak beristirahat dan tidak boleh stress." kata salah satu perawat itu.
__ADS_1
"A apa ? ba bayi ku se sela mat ?" tanya Alula sesegukan. Memastikan apa yang ia dengar tidak salah.
"Iya, Nyonya. Bayi anda masih dalam kandungan. Jadi, sebaiknya Nyonya harus tetap tenang sekarang agar tidak terjadi pendarahan lagi." kata perawat itu lagi.
Alula merasa begitu senang dan bersyukur karena bayinya tidak keguguran. Tapi, bagai mana dengan Tom. Pria itu pasti sudah mengetahui tentang kehamilannya.
Alula pura-pura memejamkan matanya begitu melihat pintu akan di buka dari luar. Kedua perawat tadi baru saja keluar. Tidak mungkin mereka kembali.
Benar saja dugaan Alula. Bukan perawat yang masuk. Melainkan Tom. Setelah berganti pakaian, Tom datang ke rumah Sky untuk mengantarkan tuannya itu ke rumah sakit.
Baru beberapa saat Tom tiba di kamar Alula, sebuah pesan masuk di yang di kirimkan oleh orang suruhannya. Karena tidak ingin menganggu tidur Alula, Tom segera keluar untuk melihat informasi yang baru saja ia dapatkan.
"Sialan, wanita itu lagi." umpat Tom ketika melihat rekaman video CCTV di hotel tempat Alula di jebak.
Tom langsung memerintahkan orang suruhannya menangkap Reva dan memberikan pelajaran kepada wanita ular itu. Setelah itu, Tom melajukan mobilnya menuju Hotel untuk menemui pria yang menelponnya kemarin. Pria itu memakai seragam Hotel, jadi sudah bisa di pastikan jika dia bekerja di sana. Tom merasa ada sesuatu antara Alula dan pria itu. Di dalam rekaman CCTV terlihat sejak awal pria itu telah mengikuti Alula dan menunggunya selama dua jam.
__ADS_1
Begitu tiba di hotel, Tom langsung menemui menejer Hotel.
"Tuan memanggil saya ?" tanya Hadi begitu masuk ke ruangan menejer.
"Iya. Seseorang ingin menemui mu." kata menejer Hotel itu bersamaan dengan Tom yang menoleh ke arah Hadi.
Hadi begitu terkejut melihat pria yang hampir menghajarnya semalam. Pria yang begitu menakutkan dan sialnya pria itu juga merupakan suami dari wanita yang dia cintai.
Hadi menelan ludahnya ketika melihat tatapan mata Tom yang dingin. Saat ini mereka hanya berdua di sebuah ruangan khusus.
"Duduklah." kata Tom yang menyadari Hadi yang terlihat tegang.
Hadi mengusap keringat dingin di keningnya karena merasa takut. Mengapa dia harus berurusan dengan orang seperti ini.
"A ada apa Tuan mencari saya ?" tanya Hadi gementar.
__ADS_1
"Kau mengenal istri ku ?" tanya Tom disertai dengan sorot mata tajam melihat pria di depannya ini.