
Meninggalkan dua anaknya bersama Valen, ini bisa saja bahaya. Tapi bagi Manda, di mata Valen masih ada kebaikan. Cuma saja, dia butuh waktu untuk menyadari dirinya sendiri. Saat ini, Manda lebih penasaran apa yang ingin disampaikan Rein padanya. Dia menarik Rein masuk dalam kamar.
"Rein, katakan sekarang, apa yang ingin kamu katakan pada Mommy di telepon, Nak?"
Rein pun mengambil laptopnya, dan kemudian dia naik ke ranjang, masuk ke dalam selimut agar lebih fokus untuk menjelaskan ke Ibunya. Manda ikut naik dan duduk di samping putranya, dia memperhatikan putranya sedang menekan tombol di layar benda persegi itu.
"Mommy, lihatlah ini, Rein merasa curiga kalau hari ini Bibi jahat itu habis bertemu seseorang," ucap Rein menunjuk layar yang menampilkan Valen yang keluar terburu-buru dari rumahnya.
"Loh ini kan, dari mana kau dapat rekaman ini sayang?" Manda amat kaget putranya dapat rekaman CCTV yang tampak menampilkan seluruh bagian luar rumah Valen.
"Mommy, Rein mencari sendiri, Rein belajar sendiri, jadi Rein mencoba membobol sistem keamanan di CCTV yang terpasang di sekitar rumahnya. Sayang sekali, Rein tidak bisa asal membobol CCTV di bagian dalam, Rein takut akan menimbulkan masalah." Rein menjelaskan panjang lebar.
"Ya Tuhan, rupanya putraku masih saja membantu di belakang saat aku malah senang dan lebih asik bersama Rafa, harusnya aku bersyukur punya putra genius seperti anak ini."
Manda memeluk Rein, dia begitu gembira.
"Kau cukup luar biasa, Rein."
Rein malu-malu dapat pujian. Namun seketika keduanya dikejutkan oleh munculnya bapak Gozilla alias Rafa.
"Buwaahhh, ada apa ini? Kenapa kalian berdua berada di sini?"
"Ahhh, sayang! Kau mengagetkan ku!" jerit Manda sedikit shock. Pasalnya Rafa tiba-tiba nongol dari sampingnya tanpa ada suara langkah kaki. Cukup menyeramkan.
"Daddy, pas sekali datang. Daddy bisakah Daddy menyuruh seseorang untuk mengikuti arah Bibi jahat itu?" ucap Rein menunjuk laptopnya.
Rafa membola, dia kaget melihat rekaman yang diputar ulang-ulang oleh Rein. Dia pun ikut duduk di tengah istri dan anaknya.
"Ini sepertinya di jam sebelum kita bertemu Valen tadi. Tapi kemana wanita ini pergi?" gumam Rafa menyentuh dagunya.
"Daddy, Rein pikir mungkin Bibi Valen sedang bertemu seseorang," sahut Rein yakin itu.
"Tapi, saat aku mengajaknya ke sini, dia tampak kesakitan setelah aku menyentuh lengannya. Bisa saja kan dia kabur setelah dicambuk oleh ayahnya?"
Rein dan Rafa terdiam mendengarnya. Kata cambuk itu cukup menyakitkan untuk Valen apalagi jika itu dari ayahnya yang berlatar Mafia. Bisa-bisa ada bekas tertinggal di tubuh Valen.
"Walau pikiranmu ini memang masuk akal, tapi yang dikatakan Rein ada benarnya juga. Sekarang ini harus diperjelas!" kata Rafa bangkit kemudian menghubungi Daren untuk secepatnya menelusuri CCTV yang mengarah ke tujuan Valen kemana. Daren di perusahaan mengerti atas pekerjaannya. Dia pun kembali mengandalkan keahliannya untuk mencari.
"Baiklah, kita tunggu jawaban dari Daren. Sekarang kita-"
__ADS_1
PRANGGGG!!!
Ketiganya terperanjat setelah mendengar keributan dari luar.
"Anak-anak?"
Rafa dan Manda beranjak dari ranjang, keduanya berlari untuk melihat apa yang telah terjadi. Tidak ketinggalan bocah genius Rein juga berlari menyusul kedua orang tuanya. Rupa-rupanya Tuan Raka memarahi Valen tanpa jeda alias terus menerus menekannya. Kemurkaan Tuan Raka itu menggetarkan seisi rumah, hingga dua anaknya yang lain berdiri di belakang Nyonya Mira. Manda bergegas menuruni tangga sebelum terjadinya kekerasan.
Valen yang duduk tersungkur di lantai akibat dorongan Tuan Raka barusan membuatnya benar-benar terlihat menyedihkan. Dia melirik Manda, dia menggertakkan rahang merasa Manda memang sedang mencoba mempermalukan dirinya. Tapi pikiran negatif itu sirna setelah Manda berdiri di hadapannya dengan tangan direntangkan.
"Cukup! Jangan salahkan dia lagi, Pi!" ujar Manda ngos-ngosan.
"Shei? Kau masih saja membelanya setelah dia melakukan kejahatan pada keluarga ayah mertuamu? Dia tak sepatutnya datang kemari, wanita tidak tahu malu ini harusnya kau bawa ke penjara kembali. Tetapi, rupa-rupanya kalian malah berteman!" balas Tuan Raka membentak menantunya.
"Cih, sialan, aku juga malah kena marah!" batin Manda kesal.
"Apa yang telah kau gerutu di dalam hatimu?" ujar Tuan Raka tampak tidak tahu apa yang diocehkan oleh Manda.
"Papi, Valen datang kemari hanya untuk meminta maaf. Tidak ada salahnya kan dia meminta ampun atas perbuatannya dulu?"
"Dia telah jahat, tidak ada maaf untuknya!" bantah Tuan Raka merasa dipermalukan selama enam tahun ini oleh Valen.
Namun rupanya, Nyonya Mira maju ke hadapan Manda dan Valen. Dia sedang mengenang masa lalunya setelah Manda berkata begitu. Rafa dan Triple R kuatir Nyonya Mira akan menggampar Manda. Tapi ternyata malah dipeluk olehnya membuat Tuan Raka tercengang.
"Benar, apa yang kau katakan itu benar. Harusnya kami tidak perlu egois begini, dia memang keterluan tapi setidaknya dia telah belajar dari penjara," lirih Nyonya Mira melepaskan Manda lalu mendekati Valen.
"Sheila benar, kau telah datang kemari hanya dengan satu niat yang baik. Kita seharusnya menyambutmu dengan baik, tapi kau malah dipermalukan begini. Saya lega kau sadar juga, saya telah maafkan kamu," tambah Nyonya Mira memeluk wanita yang gemetar itu.
Pluk!
Sontak air mata Valen pecah, dia yang dulu selalu diberi cacian atas kesalahannya kini dapat pengakuan maaf. Ini baik untuk masa depannya agar tidak dihantui rasa bersalah itu. Dia sesugukan dan meminta maaf terus menerus hingga dia melupakan sakitnya bekas cambuk di seluruh badannya. Manda tersenyum, begitu senang melihatnya.
"Sayang kamu sudah maafkan dia kan?"
"Cih, terserah!" Tuan Raka pergi meninggalkan mereka. Walau dia memaafkan Valen, tapi dia tidak akan melupakan salahnya itu. Rafa merangkul Manda, disertai anak-anaknya berdiri di sampingnya.
Valen pun mulai tenang, dia berterima kasih pada Manda dan juga Rafa. Rafa cuma tersenyum kecut saja, dia belum yakin Valen telah baik atau tidak. Sementara Nyonya Mira kini membuka kesempatan untuk menjalin hubungan baik, dia memberi support untuk Valen agar lebih serius menatap masa depannya saja dan melupakan masa lalu. Tapi apa dendam itu juga harus dilupakan begitu saja?
Nyonya Mira sebelum pamit ke atas, dia menyuruh Valen untuk datang ke pernikahan Noah. Dia berharap dari situ Valen dapat dikenal kembali oleh orang-orang di kota sebagai sosok lain yang telah berubah. Nyonya Mira pun menaiki tangga untuk menenangkan suaminya yang pasti sedang mengoceh sendirian di kamar.
__ADS_1
Kini tinggal Family Rafa dan Valen di ruang tamu itu.
"A-aku pulang dulu, sepertinya sudah mau malam. Ayahku pasti akan mencariku jika aku tidak pulang, terima kasih Shei atas bantuannya tadi."
Valen berdiri, dia tersenyum lalu berbalik ingin pergi sebelum dicambuk lagi oleh ayahnya bila pulang terlambat. Namun Manda menahannya.
"Valen, jujurlah... apa kau masih dendam padaku?"
Valen tersentak, dia menatap segera Manda.
"Ah, sepertinya tidak lagi. Aku mana mungkin berbalik menyerangmu, kau telah membantuku, harusnya aku tidak dendam."
Manda menghela nafas lega mendengarnya. Dia pun berkata.
"Kalau begitu, bisakah kau jujur siapa yang sudah kau temui tadi sore?"
Degg...
Valen diam membisu, dia terkejut Manda tahu itu. Rafa dan Rein bertatap muka, keduanya yakin Valen menemui seseorang. Satu detik hingga beberapa detik berlalu pun Valen masih diam. Namun tiba-tiba dia jatuh berlutut.
"Sheila, aku bersumpah tidak akan mengusik hidup kalian, aku akan mengatakan di mana persembunyian Delsi."
Rafa berdiri bersamaan teleponnya dihubungi oleh Daren dan yang dikatakan Daren sama halnya Valen. Dia tahu Delsi menampakkan dirinya di sebuah cafe yang didatangi oleh Valen juga. Kini jelas jika Valen dibebaskan oleh Delsi.
"Valen," lirih Manda menarik Valen berdiri.
"Kalau begitu, mari kerjasama."
"Baiklah, Shei."
Manda tersenyum menyeringai, dia seperti tidak sabar menghadapi Delsi, musuh yang nyata untuknya di dunia ini. Dia berhasil menjerat Valen ke dalam rencananya untuk balas dendam. "Kau akan berakhir di tanganku malam ini juga, Delsi!" Manda menggertak dalam hati.
...Otw serius action nih😳tetap ikuti peperangan...
...antar saudara ini ya guys😘...
...Dan akan lanjut up lagi sampai targetnya tercapai, alhamdulillah, terima kasih kalian sangat luar biasa telah memberi semangat untukku😍salam sayang dari author, sehat semua pembaca setia😚hehe...
...Tinggal 10 bab lagi tamat💞...
__ADS_1
...semoga lancar sampai target tercapai amiin....