
[Maaf ya, adegan malam pertama tidak post, karena ini privasi author hehehe]
Esok paginya, Manda terbangun. Dia menengok ke sebelah. Melihat Rafa tertidur di sampingnya, Manda tersipu. Dia benar-benar malu akibat semalam yang habis bergulat dengan Rafa. Ditambah kamar ini layaknya seperti kapal pecah. Pakaiannya yang sobek tergeletak di lantai bersama baju suaminya juga. Benar-benar semalam Rafa begitu liar bercinta dengannya. Manda keluar dari selimut, menutup tubuhnya menggunakan selimut lain. Saat mau berdiri, seketika pinggangnya langsung sakit.
"Aduuh, astaga sakit banget!" rintih Manda menyentuh pinggangnya. "Baru juga satu ronde sudah begini, apalagi kalau berkali-kali melakukan itu padaku?" pikir Manda merinding. Manda pun berjalan pelan-pelan, berusaha membungkuk lalu mengambil baju yang berserakan di lantai. Ia melentakkannya di dalam keranjang pakaian. Manda melihat pantulan dirinya, begitu banyak bekas cupan yang ditinggalkan Rafa semalam.
Manda mengambil satu kemeja putih di dalam lemari, memakai untuk menutupinya. Setelah itu mendekati Rafa, mengelus rambut suaminya dengan lembut. "Apa kita akan selalu bersama?" gumam Manda sedih. "Huft... lebih baik aku pergi mandi dulu." Manda melihat jam dinding sudah pukul 06.34 pagi. Saat mau berdiri, tangannya ditarik Rafa hingga Manda jatuh ke pelukannya. Kedua mata mereka saling bertatapan, hingga Manda merona tersipu.
"Pagi sayangku," Rafa tersenyum padanya.
"Astaga, bikin aku terkejut!" celetuk Manda memukul manja dada Rafa. "Pfft, kenapa buru-buru ingin berdiri?" lanjut Rafa bertanya dan masih mendekap Manda di atasnya. "Lepaskan aku, aku mau pergi mandi. Badanku sakit semua tau!" jawab Manda memberontak. "Baiklah, kita mandi bersama." Manda terbelalak. "Serius? Sekarang?" Manda bertanya. "Tentu saja sayang, kamu harus menggosok punggungku, cakaran mu kemarin sedikit melukai ku." Manda tersipu lagi. Ingat kemarin, dia begitu menikmatinya hingga mencakar sedikit punggung Rafa ketika pelepasan hasratnya dimulai.
"Baiklah, aku akan jadi istri yang patuh," Manda menerimanya. "Patuh atau mau melihat tubuh suamimu ini?" goda Rafa mencolek lengan Manda. "Ya sudah, terserah!" Manda sontak berdiri, ia tersipu pergi ke kamar mandi. "Ahahaha... dia mudah untuk ditaklukkan." Rafa beranjak duduk kemudian melilit bagian tubuh bawahnya dengan selimut, sekarang hatinya pagi ini sangat berbunga-bunga ingat kemarin berhasil memuaskan juniornya. Rafa mengendus selimutnya, aroma tubuh Manda dan keringat mereka masih tertinggal di sana.
Setelah Manda keluar, Rafa sontak berdiri. Rafa yang melihat Manda habis mandi malah kembali ingin memuaskan juniornya. Manda perlahan mundur didekati oleh Rafa. "Ka-kamu mau apa?" Manda terbata-bata. Tapi Rafa dengan cepat meraih leher Manda kemudian mencumbunya lagi. "Umhhh... jangan dulu, kemarin kita sudah melakukan itu." Manda mencoba tahan. Namun Rafa sekali lagi memintanya. "Patuhlah, siapa suruh tubuhmu menggodaku," bisik Rafa mengangkat Manda lalu menjatuhkannya ke atas ranjang.
"Layani aku pagi ini, sayang." Rafa menghempaskan selimut Manda ke lantai hingga tubuhnya terlentang dan kembali terpampang bebas di mata Rafa. Rafa tak sabar lagi dan segera meluncurkan aksinya pagi ini.
_____
Di meja makan yang panjang, keluarga besar sudah duduk untuk sarapan pagi. Semua anggota, anak, menantu dan cucu berkumpul bersama, kecuali Rafa dan Manda yang tentunya masih berada di kamar mereka.
"Ini sudah pukul 08.00 pagi. Di mana penganti baru? Kenapa belum keluar juga dari kamar mereka?" Ny. Mira mencari anak dan menantunya yaitu Rafa dan Sheila. "Sebentar, mungkin mereka lagi siap-siap turun atau capek karena pesta kemarin." Tn. Raka mencairkan suasana.
"Huft, mereka ini lupa segalanya kalau sudah menikah." Karena tak mau menunggu, mereka pun sarapan. Kini sebagian anggota keluarga telah pulang untuk mengurus urusan mereka. Menyisakan Ny. Mira dan Tn. Raka serta tiga anak kembar Manda di hotel. Sedangkan Tn. Damian sudah pulang ke rumahnya kemarin setelah pesta selesai.
__ADS_1
Rara yang menunggu Ibunya keluar mulai jenuh, ia pun mengetuk pintu kamar Ibunya.
"Mommy... Daddy."
Cklek!
Pintu terbuka. Rafa yang cuma pakai jubah mandi, ia yang membukanya.
"Kenapa, Rara?" tanya Rafa berdiri di tengah pintu melihat putrinya datang sendirian.
"Daddy, kenapa tidak sarapan tadi? Mommy juga, kenapa tidak keluar-keluar?" Rara ingin masuk tapi Rafa menghalanginya.
"Rara kembali ke kamar, Daddy sama Mommy sangat capek hari ini. Rara tolong maklumi Daddy," mohon Rafa agar putrinya tidak lagi bertanya. Rara terdiam sejenak.
"Rara, Daddy itu-"
"Rafa," ucap Ny. Mira memutusnya.
"Eh Mami, ada apa?" tanya Rafa berdiri di tengah pintu.
"Begini, Mami dan Papi mau pulang ke mansion membawa cucu Mami. Mami mau mengurus sesuatu pada mereka. Tidak apa-apa kan kalau mereka ikut Mami sebentar?"
"Urus apa Mami?" tanya Rafa serius.
"Akta kelahiran dan keluarga kecilmu," jawab Ny. Mira jujur.
__ADS_1
"Oh baiklah, kalau Mami capek urusnya, Mami kirim anak-anakku ke mansionku nanti." Kata Rafa memberi saran. Rafa takut, anak-anaknya berbuat kerusuhan.
"Oke, Mami dan Papi pulang sekarang. Kamu jaga istrimu baik-baik di sini,"
"Tanpa dikasih tahu, aku pasti akan menjaganya Mommy."
Ny. Mira geleng-geleng kepala kemudian pergi dari depan kamar Rafa. Pintu kamar hotel ditutup. Rafa duduk di samping Manda yang tertidur. Dengan hati-hati, ia menyelimuti Manda. Rafa mengecup kening Manda kemudian tersenyum. Senyum yang sangat tulus.
"Terima kasih, sayang."
Rafa tidur kembali di samping Manda, memberinya pelukan. Manda menggeliat, ia membalas memeluk Rafa. Manda sangat-sangat capek hari ini. Tubuh Manda terasa ingin terbelah dua. Untung ia masih bisa bernafas sekarang dan pelukan Rafa sangat menenangkan dirinya serta hatinya.
____
Selesai baca, mohon tinggalkan :
+Like
+Komen
+Hadiah
+Vote
Terima kasih Mommy ^^
__ADS_1