Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 58 : Mommy Sendiri


__ADS_3

"Mommy?"


"Rein?"


Anak dan Ibu ini saling tunjuk, Rein buru-buru berdiri kemudian mendekati Manda.


"Mommy kenapa datang ke sini?" tanya Rein. Manda tak menjawab dulu, ia mencari saklar untuk menyalakan lampu kamar itu. Tapi Rein segera bicara.


"Mommy, kamar ini tidak ada lampunya. Percuma saja, kamar ini rusak."


Manda berhenti mencari saklar, ia pun menyoroti isi kamar itu dengan lampu senter yang kini terlihat redup.


"Aneh, kenapa ada kamar rusak?" pikir Manda melihat putranya.


"Mommy kok diam?" tanya Rein. Manda menjawab sambil berjalan ke arah lilin yang menyala itu.


"Mommy mencari mu tadi, jadi Mommy cari ke sini. Rupanya Rein di sini sendirian, tapi untuk apa Rein ada di sini? Bukannya Rein tadi sakit?" tanya Manda bertubi-tubi. Rein dengan santai memberikan sebuah kertas.


"Mommy, Rein lagi memecahkan angka ini. Sepertinya ini sebuah kode, tapi kode ini sangat rumit untuk dipecahkan."


Manda mengambilnya, kedua matanya membulat. Ia kaget dengan jumlah angka yang kecil berbaris sejajar nampak kode yang diacak-acak. "Astaga, apa ini?" gumam Manda garuk-garuk kepala lalu duduk di dekat lilin itu. Rein menutup kamar itu lagi agar tak ada yang masuk lagi.


"Mommy tahu apa isi kertas ini?" tanya Rein duduk di dekatnya. Manda pun menyentuh dagu, "Apa ini kode rahasia?" gumam Manda berpikir keras. Manda pun berdiri lalu mencari sesuatu. Ia penasaran isi kamar sekarang. Sontak, ia menemukan sebuah brankas.


"Wah Mommy, apa ini?" Rein menunjuk brankas itu yang terletak di dekat lemari. Manda pun merasa ada yang aneh hingga ia melihat Rein lalu bertanya : "Rein, bagaimana kamu ke sini? Tolong jawab Mommy." Rein pun menjawab terus terang.


"Semalam, Rein ke kamar nenek tua. Terus, setelah nenek tua keluar, Rein masuk ke dalam kamarnya, Rein menemukan kertas ini dan isinya nomor kamar ini. Jadi Rein cari kamar ini dan terus Rein cari sesuatu, Mommy," jelas Rein sambil menunjuk plat nomor kamar yang sudah usang ditutupi oleh debu.


"Rein cari apa?" tanya Manda.


"Cari bukti kejahatan nenek tua itu."

__ADS_1


Manda sedikit terperanjat kemudian menepuk bahu Rein.


"Dengar kata-kata Mommy, Rein jangan ikut campur. Mommy tidak mau Rein dalam masalah. Biarkan Mommy yang urus semua ini," ucap Manda menegaskan.


"Tapi Mommy, Rein ingin bantu Mommy. Kemarin Rara kasih tahu Rein kalau bibi tua sama nenek tua benar-benar mau meracuni Mommy, tapi akhirnya nenek tua itu yang keracunan. Jadi Rein cepat-cepat cari bukti lain untuk Mommy biar bisa menangkap bibi tua dan nenek tua, agar tidak mengganggu Mommy lagi." Rein menjelaskan niat baiknya.


Manda diam sejenak. Dia tak sangka anak-anaknya mencemaskan dirinya. Manda pun memeluk Rein lalu mengelus kepalanya.


"Baiklah, sekarang kita sama-sama cari bukti." Rein mengangguk dan tersenyum. Manda pun mencoba membuka brankas menggunakan kode itu. Sedangkan Rein melihat-lihat dinding pakai lilin di tangannya, ia kemudian terkejut setelah melihat sebuah foto yang usang tergeletak di bawahnya.


"Mommy, siapa wanita ini?" tanya Rein memberikan foto itu. Sebelum brankas dibuka, Manda mengamati foto wanita itu. Manda terkejut, ia pun mengenalinya.


"Ini nenekmu, dia Ny. Charlotte," lirih Manda sedikit gemeteran. "Apa jangan-jangan ini kamar Ibuku?" pikir Manda melihat foto itu dengan serius.


Rein semakin mendekati Manda, ia agak takut berada di dalam kamar wanita yang sudah meninggal ini. Sedangkan Manda pun diam sejenak untuk berpikir.


"Sepertinya, kamar ini sengaja diasingkan supaya tak ada siapa-pun yang mendatanginya. Kertas kode ini berasal dari kamar Ny. Marina, dan dia pasti ingin membuka brankas ini tapi dia tak bisa memecahkan kode brankas milik Ibu Sheila. Itu artinya, isi brankas ini pasti bukti kejahatan Ny. Marina. Aku harus memecahkan kode yang benar." Manda berpikir sambil melihat brankas itu.


"Mommy, nenek dulu lahirnya tahun berapa?" tanya Rein tiba-tiba kepikiran itu. Manda mencoba ingat, ia pun kemudian berkata : "Tahun 1977. Tapi percuma sayang, Mommy sudah mencoba tapi tidak bisa sama sekali."


Mendengarnya, Rein berhadapan langsung dengan brankas itu. Rein perlahan menekan angka 7 lalu 7 terus 9 kemudian 1. Sontak, kunci brankas itu terbuka. Manda tersentak kaget melihat putranya bisa membuka brankas itu.


"Rein, bagaimana kamu bisa memecahkannya?"


Rein pun menunjuk angka di brankas kemudian menjelaskan dengan tenang.


"Rein temukan sesuatu yang ganjil, Mommy. Di dalam kertas kode ini cuma berisi tiga angka saja, yaitu 1, 7 dan 9, sedangkan kode brankas berjumlah 4 angka, dan angka ini ternyata sama dengan tahun lahir nenek yang cuma berisi 1,7 dan 9 saja, tapi kode brankas bukan tahun lahir nenek, melainkan kode yang ditunjukkan dari Mommy,"


"Jadi angka 7 pertama adalah angka tanggal lahir Mommy kan?" tebak Rein menunjuk Manda. Ia ingat di KTP Ibunya ada tanggal kelahiran Manda.


"Benar, terus?"

__ADS_1


"Angka 7 lagi pasti bulan lahir Mommy kan?" tebak Rein lagi.


"Benar, Mommy lahir di bulan juli. Terus 9 dan 1 gimana?"


"Angka 9 adalah angka akhir tahun kelahiran Mommy kan?" tebak Rein lagi.


"Benar, Mommy lahir di tahun 1999. Tapi kok bisa gini?" Manda tiba-tiba kaget dengan Rein.


"Pas banget, angka 1 pasti-"


"Angka awal tahun lahir Mommy?" tebak Manda memutuskan ucapan Rein.


"Bukan, Mommy salah."


Manda lagi-lagi terperanjat kaget akibat dugaannya tidak benar, ia kemudian bertanya lagi.


"Lalu angka 1 apa?"


"Itu adalah Mommy sendiri."


Manda diam mematung setelah ditunjuk oleh Rein.


"Mommy? Kenapa harus Mommy?" tanya Manda sangat kagum pada tebakan Rein.


"Itu karena Mommy satu-satunya anak dari nenek Charlotte. Jadi mungkin kode brankas adalah Mommy sendiri."


Manda pun memeluk Rein, dia sangat terkejut dengan kepintaran Rein dalam memecahkan hal rumit ini hingga dapat menjelaskan kode brankas milik Ny. Charlotte. Manda juga hampir shock tahu angka brankas itu. Manda pun menghela nafas lega kemudian membuka pintu brankas. Keduanya pun diam lagi setelah melihat isi brankas yang sangat mengejutkan. Sesuatu yang membuatnya sangat sedih.


"Ini tidak mungkin."


____

__ADS_1


Pasti ada yang tanya, kenapa CCTV gak diserahkan sama polisi? Karena ada rekaman Rara yang telah membuat Ny. Marina keracunan. Jadi itulah kenapa Manda lebih baik menghapus rekaman CCTV itu dan mencari bukti lain yang lebih kuat. Jadi apa isi brankas itu? Kenapa Manda dan Rein sedih setelah melihatnya?


__ADS_2