
Rafa kembali meluncurkan nafsunya. Tubuh Manda semakin tidak berdaya didekapan Rafa. Rafa semakin buas menghantamkan juniornya hingga suara Manda yang tertahan pun keluar.
Memang keduanya terlihat saling berpelukan mesra, tapi siapa sangka junior Rafa yang dibawah sedang bergelayut ke dalam rahim istrinya dan akhirnya pelepasan sampai ke puncak kenikmatan.
"Ahhhhhhhhh, cukup Raf"
Manda jatuh kepelukan Rafa, dia tepar sudah tidak sanggup lagi. Rafa mencium kening Manda, dia cukup puas menuntaskan nafsunya.
"Maaf sayang kalau aku sedikit kasar, kau sangat menggoda."
Rafa mencium bibir Manda lagi.
"Su-sudah... aku capek.... jangan lagi... Rafa," rintih Manda ketika Rafa ingin memulai kembali.
"Sebentar sayang, aku tidak akan seperti tadi, aku akan lembut kali ini,"
Chup
Manda dalam hatinya sudah memberontak, tapi keinginan Rafa tidak bisa dia tolak. Manda takut akan merusak suasana hati Rafa. Dia pun pasrah harus melayani suaminya lagi. Menuntaskan naf-su Rafa yang tiada habis-habisnya. Rafa pun memulai lagi melampiaskan hasratnya di kolam itu.
Sementara di kolam renang Triple R, anak-anak itu yang asik bermain dihentikan oleh Noah.
"Hei, kemana orang tua kalian?" tanya Noah yang baru sampai sambil memegang sebuah pop ice di tangannya.
"Kami tidak tahu, Om." Rein secepatnya menjawab.
"Ya sudah, ini buat kalian. Om ke sana dulu, ya." Noah meletakkan tiga pop ice ke atas meja yang tidak jauh dari kolam renang. Lelaki ini pun mencari keberadaan Manda dan Rafa.
__ADS_1
"Kok tidak kasih tahu dia, kak? Tadi kan Mommy dan Daddy ke sana, kenapa harus bohong?" tanya Rara ke Rein.
"Huuft, kalau dikasih tau, nanti Om Noah ke sana dan ganggu Daddy sama Mommy main," jawab Rein lalu pergi mengambil pop ice.
"Main apa, kak?" tanya Rara dan Rain membuat Rein tersedak.
"Yah main berenang lah! Masa main kelereng, hahaha bodoh," jawab Rein sambil menendang air ke arah dua adiknya, dia tertawa lepas lalu lompat ke dua adiknya.
"Isssh, kak Rein nyebelin!" gerutu Rara dan Rain bersamaan.
Tiba-tiba Nerin datang baru melihat mereka.
"Wah, Ibu Guru juga datang tuh!" Tunjuk Rain ke Nerin yang berjalan ke arah mereka. Seketika raut wajah Rara dan Rein berubah masam. Dua anak ini tidak suka dengan Nerin.
"Ehh, rupanya kalian juga ada di sini. Bu Guru tidak sangka dapat bertemu kalian. Kalian sama siapa ke sini, hm?" tanya Nerin berdiri di pinggir kolam sambil menatap tiga anak di kolam renang.
"Sama Daddy dan Mommy, Bu Guru!" jawab Rain riang.
"Hahaha, kalau begitu di mana Daddy dan Mommy kalian?" tanya Nerin lagi. Rara dan Rein tidak jawab, keduanya merasa ogah. Karena dua kakaknya tidak bicara, Rain pun dengan senyuman manisnya menyahut.
"Ke sana Bu Guru!"
"Raaain!" ujar Rara dan Rein marah melihat adiknya jujur.
"Hahaha, kalau begitu kalian lanjut main ya. Ibu mau ke sana dulu," ucap Nerin langsung ke arah kolam Rafa. "Cih, sepertinya cuma anak itu yang masih menghormatiku sebagai Guru, tidak seperti dua anak datar itu." Nerin berdecak dalam hati, merasa benci ke Rara dan Rein yang selalu pakai topi kemana-mana.
"Dasar, kenapa jujur ke dia?" bentak Rein ke adiknya.
__ADS_1
"Kok marah? Kata Mommy kan tidak boleh bohong, jadi aku jujur saja deh. Kalian juga tidak bicara, jadi jangan salahkan aku." Rain membela dirinya.
"Isssh, Bu Guru itu jahat tau!" desis Rara greget ke adiknya.
"Tidak, Bu Guru itu baik," timpal Rain tidak setuju.
"Jahat, dia itu tadi kan dorong Mommy, masa kamu tidak lihat?" kata Rein angkat bicara.
"Kalau begitu, Rara juga jahat dong. Dia kan sudah dorong Bu Guru juga," ucap Rain nunjuk ke Rara.
"Iiihhh nyebelin ihhh! Kok malah salahin aku! Aku kan tidak sengaja!" elak Rara membela dirinya sendiri. Sementara Rein sudah tidak sabar ingin menjambak adik bungsunya itu yang polos.
"Kalau begitu, Ibu Guru juga tidak sengaja kan?" ucap Rain tersenyum.
Reflek Rara dan Rein pun bersama-sama menjambak Rain habis-habisan.
"Dasar adik polos, seandainya ada orang yang nambrak Mommy, terus kamu mau bilang dia tidak sengaja gitu, ha?" ujar Rein semakin kesal.
"Aduh kok kalian marah, salahku apa?" jerit Rain benar-benar tidak paham.
"Karena kamu bodoh!" jawab dua kakaknya membentak.
Rain terkejut, dia pun menangis histeris.
"Huaaaa... aku tidak bodoh, aku ini baik! Kalian jangan bully aku! Ini rasakan!" pekik Rain balas menjambak dua kakaknya. Pengurus kolam yang menjaga mereka terkejut melihat anak-anak itu bertengkar. Dia pun turun ke kolam untuk melerai mereka dan akhirnya mereka maaf-maafan.
"Janji, tidak akan bertengkar, Pak!" kata mereka serempak. Penjaga itu pun merasa lega dapat bernafas lagi setelah digebukin habis-habisan oleh Triple R. Dia pun kapok menjaga tiga anak ini.
__ADS_1
Bersambung. Awokawok🤣Triple R itu meresahkan ya Pak. Tapi meresahkan si Manda dan Rafa awokawok
Jangan lupa like dan favoritkan ya biar Manda semangat lanjut bercerita tentang dunia halunya😄. Tolong ya semangati Author biar Manda lanjut terus, thank and see you all😚.