Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 26 : Sebatas Tunangan


__ADS_3

Rafa bergegas masuk ke dalam mansion. Ini kali pertama bagi Rafa di bulan Agustus mendatangi putranya. Salah satu pelayan yang melihat kedatangan Rafa segera lari untuk memberitahukan pada anak majikannya, yaitu Tuan muda kedua yang bernama Noah Alkazein. Putra kedua dari pasangan Tuan Alkazein dengan Nyonya Liana. Tepatnya Noah adalah adik Tuan Raka tapi beda ibu. Sekaligus paman termuda Rafandra. Usianya lebih muda dari Rafa. Serta pria yang punya ketampanan sama seperti Rafa.



|Noah Alkazein|


Noah yang lagi sibuk melakukan senam otot langsung berhenti setelah pelayan itu memanggilnya. Noah pun berkata sambil tersenyum paksa. Sedikit kesal tiba-tiba diganggu oleh pelayan.


"Ada apa denganmu sampai menggangguku pagi ini?"


Pelayan itu menunduk sembari menjawab terbata-bata.


"Tu-tuan muda, di luar ada Tuan Rafandra. Sepertinya Tuan Rafandra datang untuk melihat Tuan muda kecil."


Noah mengerutkan keningnya lalu memperlihatkan senyum tipisnya, ia pun menghentikan aktivitasnya kemudian keluar diikuti oleh pelayan tadi.


"Wow aku tidak menyangka, kamu lebih awal datang menemui Rain. Perkiraanku terhadapmu ternyata salah. Ada apa denganmu hingga datang kemari lebih awal?" tanya Noah sambil memandang remeh keponakannya.


"He, apa aku harus jawab? Bukan kah kedatanganku hanya untuk menemui putraku? Sekarang minggirlah!" decak Rafa melewati Noah dan pelayan.


"Ck, kamu masih belum juga berubah. Ku pikir, kamu akan lebih menghargaiku sebagai orang yang lebih-"


"Aku lebih tua darimu," sambung Rafa memutuskan ucapan Noah. Noah yang mendengarnya seketika mengepal tangan dan menyusul Rafa.


"Berhentilah! Di sini tidak ada Rain!" ujar Noah berhasil menghentikan langkah kaki Rafa. Rafa menoleh, kemudian mendekati Noah.


"Rain tidak ada di sini? Lalu kemana dia?" tanya Rafa serius menatapnya.


"Dia keluar bersama Ibuku dan Valen," jawab Noah singkat sambil melipat tangannya. Berdiri dengan angkuh di depan Rafa.


"Kemana mereka pergi pagi ini?" tanya Rafa lagi.


"Entah, mungkin mereka ke sekolah menemani Rain masuk ke hari pertamanya." Noah menjawab Rafa sambil memperhatikan Rafa yang serius mencari Rain.


"Ada apa sebenarnya denganmu? Mengapa kamu mencari Rain pagi ini?" lanjut Noah bertanya saking penasarannya.

__ADS_1


"Ck, bukan urusanmu untuk tahu!" decak Rafa keluar dari mansion itu membuat Noah jadi kesal diabaikan begitu saja.


"Hei, apa ini kelakuanmu setelah datang kemari? Kau tak ingin menemui ayahku dulu?" teriak Noah makin kesal.


"Tujuanku ke sini cuma ingin ketemu putraku, bukan dirimu atau ayahmu."


Rafa masuk ke dalam mobil meninggalkan Noah yang berdiri di tengah-tengah pintu masuk. Noah menyipitkan mata kemudian bergumam dalam hati.


"Tumben sekali dia terlihat serius datang kemari, apa yang terjadi padanya?"


"Sepertinya, mungkin aku harus selidiki. Siapa tahu ada yang bisa aku dapatkan untuk memberi pelajaran atas sikapnya yang menyebalkan itu!" rutuk Noah masuk lalu menghubungi seseorang.


"Aku ingin kamu memberiku info terbaru soal Rafandra. Dia baru saja datang untuk menemui putranya, sepertinya ada sesuatu hingga dia datang lebih awal kemari,"


"Baik Tuan muda."


Panggilan terputus, Noah tersenyum miring tak sabar ingin tahu info dari anak buahnya.


"Heh, aku benar-benar ingin tahu mengapa dia sangat serius kali ini." Noah pun kembali ke ruangannya melanjutkan aktivitasnya pagi ini.


"Mungkinkah Valen benar-benar Ibu kandung Rain?" pikir Rafa curiga dengan wanita yang memiliki hubungan dengannya.


"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu." Rafa pun mengangguk memiliki ide hari ini.


"Tuan, kemana tujuan kita kali ini?" tanya Pak Supir gemeteran dari tadi.


"Bawa aku ke sekolah Rain, aku ingin melihat putraku," jawab Rafa bernada datar.


"Ba-baik Tuan." Mobil itupun melaju ke arah lain, tujuannya ke sekolah tempat Rain belajar.


Tak menunggu waktu lama, Rafa akhirnya tiba juga. Rafa masuk sendirian ke gerbang sekolah dan mencari Nyonya Liana, ia adalah Nenek Rafandra serta mencari Valen. Tak lama kemudian, pandangan Rafa menangkap Valen yang sedang berdiri menghubungi seseorang, ia nampak misterius. Sedangkan Ny. Liana nampak sibuk memperhatikan Rain, cucu yang dia sayangi sehingga Ny. Liana yang merawatnya.


"Valen!" Rafa menepuk bahu Valen, wanita yang bernama lengkap Valentina Celeste. Ia sontak terperanjak segera berhenti menelpon dan berbalik melihat Rafa.


__ADS_1


|Valentina Celeste|


"Rafa? Mengapa kamu ada di sini?" tanya Valen sedikit gugup ditatap serius oleh Rafa.


"Tentu saja menemui Rain, dia putraku jadi aku berhak mengunjunginya." Rafa menjawab sambil melihat Rain yang sangat ceria berseluncur bersama anak-anak seusianya.


Valen makin terkejut mendengarnya.


"Tumben kamu mengakui Rain sebagai putramu?" ucap Valen tersenyum smirk. Aneh rasanya tiba-tiba Rafa menganggap Rain yang dia benci dulu kini sebagai anaknya.


"Jangan tersenyum padaku, kamu sangat jelek lebih jelek dari dia." Rafa mencibir tak suka mendengar cara bicara Valen.


"Dia? Kamu punya wanita lain di belakang aku? Siapa lagi wanita yang kamu kencangi!" Valen tiba-tiba marah.


"Ahaha, apa urusanmu untuk tahu itu? Sekarang minggirlah, aku ingin membawa Rain bersamaku!" Rafa melewati Valen. Valen menggertak segera menahan lengan Rafa.


"Rafa, inikah sikapmu padaku! Aku adalah istrimu, aku Ibunya Rain. Harusnya kamu lebih menghargaiku!" bentak Valen tak terima diabaikan. Rafa menepisnya keras lalu menatapnya tajam.


"Ahaha, istriku? Sejak kapan aku menikah denganmu? Hubungan kita selama ini cuma sebatas tunangan. Sedangkan yang kamu maksud itu cuma berita palsu yang beredar di media. Jadi jangan mengaku sebagai istri di depan aku lagi!" decak Rafa berbalik. Valen makin greget melihat sikap menyebalkan Rafa. Valen pun berdiri sambil merentangkan tangan di depan Rafa. Ia ingin menahan Rafa agar tidak mendekati Rain.


"Menyingkirlah!" pinta Rafa mendesis kesal.


"Aku tidak ingin kamu membawa Rain, dia putraku. Aku ibunya, dia tidak boleh jauh dariku! Rain sangat menyukai Nyonya Liana. Rain tidak akan ikut dengan ayah kejam sepertimu!" Valen membentak serius. Rafa pun meraih lengan Valen kemudian mencengkramnya kuat.


"Dengar Valen, aku tidak tahu apakah Rain benar-benar anakmu atau bukan. Tapi-"


"Rain memang putraku, Rafa! Mengapa kamu malah mencoba menyangkalnya!" bentak Valen segera memutuskan ucapan Rafa.


"Tes DNA enam tahun yang lalu bisa saja palsu, aku akan melakukan tes DNA ulang antara dirimu dan Rain!" kata Rafa serius tak main-main. Valen seketika diam, ini suatu ancaman untuknya. Posisi sebagai Nyonya muda di keluarga ternama bisa hilang sekejap bila Rafa melakukan tes DNA lagi.


"Tidak, aku tidak setuju. Jelas-jelas aku dan Rain punya hubungan darah. Kamu jangan asal melakukan tes DNA tanpa ijin dariku!" ujar Valen sedikit takut.


"Oke, aku tak perlu lakukan tes DNA padamu dengan Rain. Aku cuma perlu membawa Rain dan melakukan tes DNA pada Ibu kandung aslinya!" ucap Rafa menepis Valen, ia pergi ke arah Ny. Liana, meninggalkan Valen yang diam mematung.


"What? Ibu kandung asli? Apa mungkin Sheila kembali dari luar negeri?" pikir Valen berbalik melihat Rafa. Ia mulai takut akan terjadi sesuatu padanya bila dugaannya benar.

__ADS_1


"Oh sial, aku harus hubungi Delsi! Kenapa dia tidak beri tahu aku kalau saudara bodohnya kembali!" Valen kembali menghubungi seseorang. Tepatnya, kawan yang bersekongkol dengan Delsi.


__ADS_2