Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 27 : Rain Senang


__ADS_3

"Rain, lihat itu Daddy kamu kan?"


Seorang anak menunjuk Rafa yang ingin mendekati Ny. Liana. Anak itu tahu karena Rain sendiri yang mengatakan tadi pagi, jika ayah Rain seorang CEO serta Rain sendiri yang menunjukkan foto Rafa pada temannya saat memulai perkenalan.


"Eh, kenapa Daddy bisa ada di sini?" gumam Rain menyentuh dagunya kemudian berkata pada temannya. "Aku ke sana dulu ya, nanti kita main lagi." Rain pun segera pergi ke arah Neneknya.


"Rafa, mengapa kamu bisa ada di sini?" tanya Ny. Liana heran melihat kehadiran cucunya. Dia berdiri dari kursi.


"Tentu saja menjemput putraku, Nek." Rafa berkata sopan. Meski Rafa tidak terlalu menyukai Noah, Rafa tetap menghormati Ny. Liana.


"Tapi Rafa, ini belum jam pulang. Kamu seharusnya pergi ke perusahaan di jam segini kan?" tanya Ny. Liana tersenyum merasa Rafa sedikit berubah tiba-tiba ingin menjemput Rain di hari pertamanya sekolah.


"Ya itu benar, lebih baik kamu kembali ke perusahaan. Untuk Rain, biarkan aku yang membawa dia ke mansionmu nanti," sahut Valen ikut bicara dan mendekati Ny. Liana, tak lupa tersenyum manis. Rafa yang mendengarnya sedikit kesal, ia merasa muak dengan ekting Valen yang baik di depan Ny. Liana. Saat Rafa mau bicara lagi, dia dipanggil oleh Rain.


"Daddy!" Rain mendekati Rafa, ia sedikit senang campur jengkel terhadap ayahnya. Seketika Rafa tersenyum membuat Rain terkejut, ia heran pada ayahnya yang tiba-tiba melempar senyuman. Padahal dulu Rafa selalu datar bila bertemu dengannya.


"Rain, bagaimana kabarmu?" tanya Rafa mendekati Rain, ia meninggalkan Valen yang kesal. Sedangkan Ny. Liana tersenyum melihat anak dan ayah itu dekat hari ini.


"Baik Daddy, tapi kenapa hari ini Daddy baru jenguk Rain?" balas Rain bertanya sambil memeluk Rafa. Ia mendongak menatap ayah tampannya. Rafa pun menghela nafas, ia salah sudah cuek pada Rain selama ini. 


"Rain," Rafa menepuk lembut puncak kepala Rain.


"Ya Daddy?" Rain melepaskan pelukannya. Rafa menghela nafas berat kemudian menepuk bahu Rain.

__ADS_1


"Maafkan Deddy baru menemuimu, Daddy benar-benar merasa bersalah sudah mengabaikanmu selama ini. Rain pasti benci sama Daddy kan?" tanya Rafa menunduk.


Rain tersenyum kemudian dengan cerianya memeluk lagi Rafa lalu berkata : "Rain senang kok, Rain sama sekali tidak benci Daddy. Rain tahu kalau Daddy itu orang sibuk jadi tidak ada waktu ketemu sama Rain." Rafa terkejut mendengarnya, ternyata Rain masih mau berpikir positif tentangnya.


"Kalau begitu, Rain mau kan sekarang ikut pulang sama Daddy?" tanya Rafa mengajak Rain. Benar-benar Rain sangat beda dari Rein yang tadi pagi membuatnya kesal. Saat Rain mau jawab, tiba-tiba Valen menarik tangan Rain.


"Dia tidak bisa ikut denganmu sekarang. Rain harus selesaikan sekolahnya dulu." Valen mencoba menahan Rain.


"Tapi Mama, Rain mau sama Daddy!" ujar Rein pindah ke Rafa.


"Rain, beraninya kamu melawan Mama!" bentak Valen membuat Rein tersentak kaget, ia sedikit takut dan bersembunyi di belakang Ny. Liana. Rafa jadi geram melihat putranya ketakutan.


"Oma, Rain mau ikut sama Daddy," rengek Rain mulai berakting nangis.


"Tapi, aku harus ikut dengan Rain pulang ke mansion!" sahut Valen berkata serius pada Rafa.


"Hm, itu tidak akan terjadi. Kamu bukan siapa-siapa aku! Dan kamu jangan berharap dapat tinggal bersamaku," tolak Rafa dingin.


"Maksudnya?" tanya Valen terkejut begitupun Ny. Liana.


"Maksud aku, mulai besok aku akan memutuskan hubungan kita."


Deg! Valen sontak terdiam kemudian segera berpura-pura menangis di depan Ny. Liana.

__ADS_1


"Hiks, kenapa kamu jahat padaku Raf, aku ini Ibunya Rain. Harusnya kamu menikahiku, memberiku status yang jelas. Kenapa kamu malah mau memutuskan aku," tangis Valen membuat Ny. Liana merasa iba.


"Rafa, jangan berkata seperti itu lagi. Valen adalah Ibunya Rain, Ibu dari putramu sendiri. Jangan asal bicara begitu, kalian ini sudah lama bersama. Mengapa kamu malah tiba-tiba berkata demikian? Mengertilah Rafa, jika kamu putuskan Valen, ini berdampak sangat besar pada reputasimu dan karir Valen di media. Sekarang tarik ucapanmu itu lagi," jelas Ny. Liana membela Valen agar Rafa tidak memutuskan pertunangan itu.


"Hiks, Nyonya Liana. Aku... tidak tahu kenapa Rafa tiba-tiba begitu, mungkin kah Rafa tidak lagi mencintaiku?" lanjut Valen berakting nangis lagi. Rain yang melihatnya begitu merasa geli, sangat jelas wanita yang menjadi Ibunya sedang berakting di depan Neneknya. Rain sebenarnya pernah meragukan hubungannya dengan Valen.


"Rafa, minta maaf sekarang sama Valen. Harusnya kamu menikahi Valen, menghiburnya bukan membuatnya menangis begini," bujuk Ny. Liana memeluk Valen sambil mengelus punggung wanita yang masih berakting itu. Valen diam-diam tersenyum licik merasa senang dapat dukungan dari Ny. Liana. Tidak seperti Rafa yang memutar bola mata malas. Ia sama sekali tidak mencintai Valen!


"Hais, kamu benar-benar wanita berisik. Suaramu bahkan sangat jelek di telingaku," desis Rafa dengan tampang menyebalkan. Sebagai anak yang diakui oleh Valen, Rain bukannya membela Valen malah menahan tawa mendengar ayahnya menghina wanita itu.


"Ih, kenapa sih kamu menyebalkan, Raf!" cetus Valen menyeka air matanya. Tiba-tiba bel berbunyi menandakan jam pelajaran di mulai lagi.


"Huft, baiklah Rain, Daddy pergi dulu. Nanti setelah pulang, kamu ke mansion Daddy, sekarang masuklah ke kelasmu," ucap Rafa mengelus kepala Rain dengan lembut. Rain sangat senang langsung menjawab : "Baiklah, Daddy! Rain akan datang ke mansion Daddy nanti setelah pulang sekolah!" Rafa tertawa kecil melihat Rain masuk ke dalam kelas, ia sangat patuh dan berbeda dengan Rein yang menyebalkan.


"Nenek, aku pergi dulu. Nanti tolong suruh orang membawa Rein ke mansionku," lanjut Rafa pamit ke Ny. Liana.


"Ya sudah, hati-hati di jalan." Kata Ny. Liana geleng-geleng kepala. Valen menggertakkan rahang segera meraih lengan Rafa.


"Tunggu Raf, kamu tidak akan memutuskan aku kan?" tanya Valen bicara manis.


"Tentu saja-" ucap Rafa membuat Valen senang tapi ucapan Rafa belum habis.


"Tentu saja aku tetap akan memutuskanmu, aku akan datang ke rumah orang tuaku besok dan membicarakan hubungan tidak jelas ini." Valen tercengang diam di tempat. Rafa pun menepis tangan Valen kemudian menuju ke mobilnya lalu pergi dari sekolah itu. Terlihat di tangan Rafa terdapat bungkusan kecil berisi beberapa helai rambut Rain yang sempat dia dapat saat mengelus kepala putranya itu. Rafa ingin lakukan diam-diam tes DNA antara Manda dan Rain nantinya.

__ADS_1


"Cih, kenapa dia tiba-tiba bersikap begitu padaku. Aku harus menyelidikinya sebelum dia duluan ke tempat orang tuanya!" desis Valen berdecak dalam hati, rasanya ingin mengamuk hari ini. 


__ADS_2