Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 32 : Cuma Bercanda


__ADS_3

Tolong Beri like dan Komen ya Mommy😍~


"Apa?" Rafa sedikit shock mendengar Manda menolak.


"Ada apa denganmu, Shei? Kenapa tidak mau menikah denganku?" Rafa mengguncang-guncang Manda bagaikan barang hingga Manda sedikit pusing.


Plak!


Manda menepis Rafa lalu diam menatapnya serius.


"Aku...." Manda diam sejanak.


"Aku apa, Shei? Jawab aku, kenapa kamu menolak? Apa kamu meresa aku pria yang masih kekurangan sesuatu hingga kamu tidak mau hidup bersamaku? Sadar Shei, kamu ini ibu dari anak-anakku. Ibu yang melahirkan bibitku. Sekarang kamu pikirkan dulu sebelum kamu menolak ajakanku. Jika anak-anak dengar ini, mereka akan sedih. Dari mata Rara dan Rein, mereka mengharapkan keluarga yang lengkap. Kenapa coba kamu bicara bodoh seperti ini, setan apa lagi yang telah merasukimu," jelas Rafa panjang lebar.


Manda menunduk setelah mendengarnya. Menggenggam tangannya sendiri. Rafa yang melihatnya diam, ia kembali bicara pada Manda.


"Shei, kamu jangan terlalu lama berpikir. Dengar baik-baik kata ku ini, kalau kamu menikah dengan ku, kita pasti bisa bersama-sama menjaga Rein dan Rara. Anak-anak kita, Shei." Rafa akhirnya berhenti bicara setelah mendengar Manda tertawa.


"Pfftt... ahaha!"


Rafa mengangkat satu alisnya, lalu menepuk bahu Manda. Takut Manda benar-benar dirasuki setan.


"Shei, sadarlah Shei. Jangan kesurupan dulu, aku masih belum puas dengan jawabanmu." Mendengar Rafa berbicara terus tak bisa menghentikan Manda tertawa.


"Pfft, ahaha... kamu ini sekali bicara tidak bisa berhenti ya. Seperti mobil tanpa rem, mengoceh tanpa spasi, aku jadi geli mendengarmu, ahaha..." Manda tertawa lagi.


"Geli? Jadi, yang aku katakan ini lucu bagimu? Shei, sadarlah. Aku serius ingin menikahimu." Rafa kembali mengguncang-guncang Manda.


"Ya... ya, aku tahu kok," ucap Manda mengontrol nafasnya habis tertawa. Lalu menghela nafas kemudian cengengesan.


"Hehehe... aku tadi bercanda. Aku dengan senang hati mau kok," lanjut Manda menunduk malu sambil memainkan kedua kakinya. Sontak, Rafa kesenanang langsung mengangkat Manda.


"Kyaaa... kamu bikin aku hampir jantungan! Turunkan aku!" jerit Manda memukul-mukul bahu Rafa.

__ADS_1


"Terima kasih, Shei. Aku lega dan senang mendengarnya. Sekarang-" ucap Rafa menurunkan Manda lalu mengambil cincin emas itu kemudian meminta tangan kiri Manda.



Manda perlahan menerima uluran tangan Rafa. "Ya Tuhan, sungguh indah rencanamu untukku. Aku akhirnya bakal dinikahi oleh pria tampan, tajir, cool, meski galak tapi aku suka, hehehe...." batin Manda tersipu melihat Rafa memasangkan cincin ke jari manisnya.


"Kamu terlihat sempurna, Shei. Terima kasih,"


Chup!


Chup!


Chup!


Lagi-lagi Rafa mengecup kening Manda berkali-kali membuatnya ingin meletus.


"OMG! Dunia ini emang keren, fantasi banget!" batin Manda senyum-senyum sendiri melihat cincin emas itu. Ditambah Rafa bersikap lembut padanya. Ingin rasanya Manda terbang ke langit dan teriak jika dia sedang bahagia sudah dilamar pakai cincin oleh pria yang dia kagumi. Tidak seperti mantannya dulu.


"Ekhm, sekarang Nyonya Sheila... mau kah anda masuk ke dalam bersamaku?" ajak Rafa tersenyum dan meliriknya sembari mengulurkan tangannya lagi. Hati Manda semakin berdebar-debar, ia agak gugup untuk masuk menemui anak-anaknya jika menggandengan tangan Rafa.


Pak! Rafa terkejut tangannya cuma ditepuk.


"Maaf Presdir Rafa, saya ini bukan seorang Tuan putri jadi tidak usah berlebihan. Saya bisa masuk sendiri," tolak Manda jual mahal. Ia mulai lagi bertingkah menyebalkan. Namun saat mau masuk, Rafa menahannya.


"Tunggu dulu, Shei,"


"Ya ada apa lagi?" Manda menoleh.


"Sekarang aku mau tanya, apa kamu juga mencintaiku?" tanya Rafa ingin tahu. Manda pun menyentuh dagunya lalu menghitung jarinya.


"Apa yang kamu hitung sekarang?" Rafa bertanya lagi sembari menatap Manda.


"Em, gimana ya... kita baru saja tiga hari bersama. Mana mungkin tiba-tiba aku mencintaimu, jadi-" Manda menggantungkan ucapannya.

__ADS_1


"Jadi apa, Shei?" tanya Rafa sudah greget.


"Jadi...." Manda berjalan mendekati Rafa lebih dekat.


"Jadi kamu tidak mencintaiku?" Mendengar Rafa bertanya soal perasaannya, Manda segera memberi gelengan kepala.


"Hufft... sepertinya kamu memang belum mencintaiku. Mungkin aku harus membuatmu-" Rafa berhenti, ia terdiam setelah menerima kecupan di pipinya dari Manda.


Chup!


"Aku rasa ini bisa menjawabnya," ucap Manda tersenyum lalu masuk secepat mungkin ke dalam mansion. Rafa yang berdiri di luar segera menyentuh pipinya yang memerah tersipu.


"Wow, apa artinya dia juga punya rasa padaku?" pikir Rafa tersenyum sumringah dan langsung lari mengejar Manda masuk ke dalam mansion. Ia sedang berbunga-bunga, bagaikan memenangkan sebuah lotre kemenangan. Namun saat masuk, Rafa melihat Manda yang panik sedang bicara dengan pak Toby.


"Ada apa ini? Mengapa kalian semua panik?" tanya Rafa menghampiri mereka.


"Rein dan Rara hilang, mereka tidak ada di sini," jawab Manda meraih tangan Rafa. "Kita harus menemukan mereka, Rafa."


"Apa? Bagaimana bisa hilang? Bukankah harusnya mereka ada di sini dan menunggu kita makan siang. Kenapa tiba-tiba hilang? Kalian semua dari mana saja hingga tak becus mengawasi anak-anakku!" geram Rafa membentak semua pelayan yang kini menunduk.


"Pak Toby, sekarang jelaskan padaku bagaimana bisa mereka hilang?" lanjut Rafa menunjuk Pak Toby.


"Tuan, tadi ada yang datang," jawab Pak Toby mencoba tenang.


"Siapa yang datang?" tanya Rafa dan Manda bersamaan. Keduanya sangat terkejut.


"Tuan muda Rain, dia datang kemari seorang diri. Namun setelah melihat Nona Rara dan Tuan muda Rein, ia pingsan. Tapi saat saya mau menghubungi anda, ketiga anak ini dan satu pelayan sudah tak ada di mansion ini, Tuan." Jelas Pak Toby sedikit menunduk. Manda masih shock mendengarnya, ia cemas dan takut pelayan itu seorang penculik.


"Argh, kenapa kalian diam saja! Cepat cari semuanya lagi!"


"Baik Tuan!" pelayan berhamburan kembali mencari ketiga anak itu yang hilang bersama satu pelayan. Sedangkan Rafa dan Manda ikut mencari juga.


...___...

__ADS_1


__ADS_2