
Setelah disambut oleh pelayan, Rafa dan Manda pun memanggil salah satu pelayan wanita untuk disuruh panggilkan Pak Toby yang sedang sibuk mencatat gaji pelayan lain.
Tidak menunggu lama, Pak Toby datang menghadap ke Rafa dan Manda yang kini duduk di sofa.
"Pak Toby, kemana anak-anak? Kenapa tidak ada yang menyambut kami?" tanya Manda cemas.
"Anak-anak sedang keluar, Nyonya," jawab Pak Toby melihat ke pintu sebentar.
"Keluar? Sore-sore begini keluar?" Manda sedikit terkejut.
"Kenapa kau tidak melaporkannya padaku, Pak Toby?" tanya Rafa sedikit sesal.
"Maaf, Tuan. Saya sudah menghubungi anda, tapi ponsel Tuan tidak dapat dihubungi, sepertinya Tuan sibuk menelpon tadi," jawab Pak Toby jujur. Memang tadi bersamaan Rafa menelpon anak buahnya.
"Oh jadi begitu, lantas kemana mereka pergi?" tanya Rafa ingin tahu.
"Mereka ke rumah Kakek Tuan," jawab Pak Toby deg-degan.
"Apa? Ke rumah Noah? Kenapa kau biarkan mereka ke sana!" ujar Rafa benar-benar marah. Pak Toby gemetar, ini yang dia takutkan. Apalagi dia sudah disuruh untuk jangan biarkan siapa pun bawa Triple R ke sana.
"Ah jadi mereka ke sana ya, pantas saja tidak ada mereka. Tapi kenapa mereka kesana hari ini?" tanya Manda ke Pak Toby lalu melihat Rafa yang terdiam.
"Hmm, kenapa diam semua? Apa ada yang kalian sembunyikan dariku?" tambah Manda curiga.
"Sudahlah, biarkan saja. Sini aku bawa kamu ke kamar," ucap Rafa membantu Manda berdiri.
__ADS_1
"Ihhh tidak mau, aku ini lagi cemaskan anak-anak. Kamu katakan dulu kenapa hari ini mereka ke sana?" tolak Manda menepis tangan Rafa. Rafa mendengus melihat Manda keras kepala.
"Keras kepala!" ujar Rafa langsung mengangkatnya. Manda sampai terkejut dibawa menaiki anak tangga.
"Huaa tidak mau, aku mau kesana lihat anak-anak!" ronta Manda memukul-mukul pundak Rafa.
"Tidak boleh!" tolak Rafa sudah dekat ke anak tangga atas. Tapi seketika berhenti setelah mendengar teriakan anak-anaknya masuk ke dalam rumah. Pelayan pun menutup pintu utama dan geleng-geleng kepala melihat ketiganya riang sekali.
"Wah Mommy….!"
Ketiga dengan cepat berlari untuk menghampiri Ibu mereka yang sudah pulang. Manda pun turun meninggalkan Rafa. Dia berlari begitu baik membuat Rafa merajuk mengira Manda dari tadi sudah pura-pura.
"Anak-anak Mommy dari mana?" tanya Manda berlutut memeluk mereka.
"Tadi Kakak Marsya datang jemput kita terus pergi ke rumah Oma dan Opa. Kami main sepanjang hari di sana bersama kakak sepupu kita," jawab Rara begitu bersemangat.
"Apa, nikah?" ucap Manda terkejut bukan main.
"Ya Mommy, Om Noah akan menikah besok lusa. Kakek sama Nenek suruh kami semua datang ke sana, jadi apa Mommy dan Daddy mau hadir ke sana juga?" tanya Rein melihat Ibu dan Ayahnya. Manda berdiri bergegas mendekati Rafa.
"Apa benar yang dikatakan anak-anak?" tanya Manda sedikit kecewa Rafa tidak kasih tahu dirinya.
Rafa pun menjawab dengan dingin. "Itu benar, tapi aku tidak akan hadir."
Manda cemberut. "Ihh, pantas saja tidak kasih tahu aku, rupanya dia tidak mau hadir. Tapi ini agak mencurigakan, kenapa ya Noah ingin menikahi Nerin? Apa mereka kerjasama?" pikir Manda.
__ADS_1
"Daddy harus pergi, nanti Oma dan Opa marah loh," sahut Rara.
"Benar, kita pergi saja ya." Manda memohon ingin pastikan tujuan Noah dan Nerin.
"Tidak usah, mereka tidak penting." Rafa berjalan naik.
"Bentar dulu, kamu jangan naik ke kamar dong. Kita pergi ya, pleaass!" mohon Manda lagi.
"Aku bilang tidak usah! Kamu ini baru saja keluar dari rumah sakit, jangan membantah lagi!" kata Rafa menolak keras. Triple R terkejut Ibunya dibentak-bentak.
"Hikss, kok marah sih. Aku kan mintanya baik-baik, lagipula aku juga sudah sembuh, kamu tidak tega aku sedih lagi?" lirih Manda pura-pura mengusap dua matanya. Triple R melotot ke ayahnya, mereka kecewa melihat Ibunya nangis.
Rafa pun mendesis, dia pun terpaksa mengiyakan.
"Baiklah, besok lusa kita pergi bersama." Rafa naik dengan sesal pergi ke kamarnya. Manda tersenyum sumringah dapat izin. Dia pun mendekati tiga anaknya.
"Kalian mau ikutkan, sayang?"
Triple R mengangguk, tentu mereka sangat mau. Apalagi semua kakak sepupunya akan hadir juga.
"Baiklah, sini kita naik ke atas." Manda menuntun anaknya menaiki tangga. Tapi mereka berhenti ketika pelayan datang memanggil Manda.
"Nyonya!"
"Ya kenapa denganmu?"
__ADS_1
"Nyonya, seseorang datang ingin menemui anda," ucap pelayan itu menunjuk wanita yang berdiri di pintu utama. Manda dan anak kembarnya sangat terkejut melihat wanita itu datang, terutama Rain kagetnya bukan kaleng-kaleng.
"Ma-mama Valen?"