
"Aaahhh, kau yang harusnya intropeksi diri!" pekik Nerin menarik kasar rambut Manda membuatnya kaget.
"Sialan, kau ingin mengajakku berantem?" desis Manda langsung balas menarik rambut Nerin hingga keduanya saling menarik.
"Heh, kau pikir aku takut pada wanita tengik sepertimu!" cemooh Nerin dengan kedua tangannya menjambak rambut Manda.
"Kamvret, jangan salahkan aku jika kau terluka, dasar rubah munafik!" balas Manda menjambaknya habis-habisan. Pertengkaran sesama wanita dimulai di pinggir kolam itu. Cuma mereka berdua yang sibuk saling jambak dan membentak satu sama lain.
"Harusnya kau dari awal tidak datang ke kehidupan Rafa, dia itu milikku!" berang Nerin dan kemudian tidak sengaja mencakar lengan Manda hingga berdarah.
"Cih, kau sudah main kekerasan ya!" decak Manda semakin menarik rambut Nerin hingga dia pun tidak sengaja mencakar kening Nerin.
Keduanya pun semakin parah, hingga cakar-cakaran. Bagaimana pertengkaran antara macan betina dan rubah betina yang memperebutkan mangsanya.
"Sialan, kau!" geram keduanya langsung terlempar ke dalam kolam yang cukup dalam.
Byursssss
Nerin dan Manda terhempas ke air, membuat keduanya berhenti sejenak. Nerin pun belum cukup meluapkan emosinya, dia mendorong Manda hingga tenggelam ke air. Manda meronta sekuat tenaga, dia tidak bisa berenang, apalagi tenaganya belum pulih sepenuhnya.
"Rasakan ini, kuras air kolam sampai habis!" murka Nerin menenggelamkan kepala Manda ke bawah. Gelembung udara dari hidungnya terdengar keluar. Manda sesak nafas menahan dorongan tangan Nerin.
"Ahhhh, brensek kau!" Manda teriak keras lalu menarik baju Nerin sekuat mungkin, hingga keduanya tenggelam ke bawah. Tapi Nerin yang pintar berenang menendang perut Manda sampai dia terlempar sedikit jauh darinya. Nerin muncul ke permukaan. Dia berpegangan ke tepi kolam untuk mengatur nafasnya, tidak seperti Manda yang tidak muncul-muncul.
"Kemana dia?" batin Nerin merasa takut. Tiba-tiba Manda menyembur ke atas bagaikan sedang mencoba naik.
__ADS_1
"To-tolong…." lirih Manda dengan kedua tangannya bergerak tidak stabil.
"Heh, tolong? Kau pikir aku akan tertipu, hahaha," tawa Nerin mengira Manda berpura-pura.
"To-tolong a-aku… aku… ti-tidak… bisa-bisa … berenang!" Manda pun tenggelam, kedua kakinya keram dan kepalanya pusing berat. Penglihatan Manda mulai menghitam.
"A-apa aku akan mati?" pikir Manda memejamkan mata. Nerin tertawa terbahak-bahak masih mengira Manda berbohong. Namun siapa sangka, tawanya berhenti saat Manda tidak muncul beberapa detik. Nerin pun khawatir, dia segera ingin ke Manda. Tapi, dia berhenti.
"Benar, lebih baik kau mati tenggelam!"
Namun Noah datang berteriak memanggil Manda, dia pun melompat ke kolam menyelamatkannya. Nerin tercengang Noah datang menolongnya. Tapi belum sampai ke Manda, Rafa datang juga, dia kaget melihat istrinya tidak bergerak alias mengapung di air. Dia pun melompat dan secepatnya ke arah Manda.
Manda tersentak, dia sadar kembali saat seseorang menariknya ke atas. Manda membuka mata, dia melihat Rafa sedang berusaha membawanya ke tepian kolam. Noah berdecak, dia kesal didorong oleh Rafa saat ingin menarik Manda ke atas.
Byursssss
Mendengar tangis Manda yang keras, Triple R kaget dan secepatnya ke kolam orang tuanya. Ketiganya semakin terkejut mendapati Ibunya yang memeluk Rafa erat.
"Mommy!"
"Daddy, apa yang sudah terjadi?" tanya Triple R ke ayahnya.
Rafa pun melirik ke Nerin, dia kesal melihat mantannya berada di kolam bersama Manda tadi. Jika saja dia lama di kamar mandi, mungkin jiwa Manda langsung melayang.
"Apa yang sudah kau berbuat padanya, Nerin! Kau pasti yang mendorongnya kan!" bentak Rafa habis-habisan dengan emosi sangat tinggi.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak mendorongnya!" bantah Nerin naik ke tepi kolam, dia cukup jauh dari mereka.
"Bukan? Lalu siapa lagi kalau bukan kau!" sambung Noah menunjuk Nerin.
"Sudah aku bilang, aku tidak mendorongnya!" elak Nerin marah tidak mau disalahin.
"Kau, kenapa kau bisa ada di sini, ha!" sekali lagi Rafa membentak membuat Manda di pelukannya menangis makin kencang. Begitu pula ketiga anaknya terkaget-kaget. Suara bentakan ayahnya sangat keras.
"Ra-rafa," lirih Manda merasa pusing.
"Sa-sayang, kenapa?" tanya Rafa sangat cemas.
"Cu-cukup, ja-jangan marah la-lagi," jawab Manda akhirnya pingsan beneran. Ketiga anaknya langsung menangis, mereka tidak tega melihat Ibunya tak berdaya. Rafa secepatnya membawa Manda ke penginapan. Noah maju mencengkram kuat rahang Nerin lalu berkata sinis.
"Kau benar-benar membuatku muak, kau sama jahatnya dengan dia!"
Ahhhhh…
Nerin menjerit didorong ke air oleh Noah. Noah pun menenangkan Triple R, dia membawa mereka meninggalkan Nerin yang menunduk mulai ikut menangis.
"Huaaaa brensek! Brensek kau, Sheila!" murkanya memukul air bertubi-tubi. Nerin kecewa pada Rafa yang telah memarahinya dan juga kesal pada Noah yang mendorongnya. Dia pun pergi dari permandian, bahkan dia dengan kasarnya mendorong penjaga. Penjaga yang berjaga di luar keheranan dengan Nerin yang masuk ke dalam mobil sambil ngamuk-ngamuk tidak jelas. Nerin pun meninggalkan penginapan itu.
"Akan aku buat kau menderita, Nerin!" geram Noah setelah melihat Manda belum sadar, dia langsung bergegas untuk pulang dan meninggalkan Rafa dan Triple R tanpa pamit. Noah sangat emosi dengan Nerin. Dia ingin balas dendam sudah menenggelamkan Manda.
Matilah kau Nerin, awokawok nanti dibaku hantam tuh sama Noah. Author akan crazy up sampai tamat, jdi ikuti selalu ya😆
__ADS_1