Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 34 : Bertemu Mantan


__ADS_3

"Bagaimana? Sudah menemukan tanda keberadaan anak-anak?" Pak Toby menunduk takut untuk menjawab Rafa.


"Aaargh, kenapa kalian bisa selalai ini! Kenapa bisa-bisanya kalian tidak ketat mengawasi anak-anakku, ha! Apa semua di sini benar-benar tidak ada yang bisa menemukan mereka!" murka Rafa teriak sangat lantang hingga suaranya sampai ke tiga bocah cilik yang baru mau masuk bersama Bibi pelayan. Manda yang di dekat Rafa ikut panik tidak bisa menenangkannya. Ia sedang ketakutan memikirkan Rara dan Rein. Mendengar teriakan tadi, Rein diam-diam pergi.


"Lihat Rain, itu Mommy kita!" Rara berbisik ke Rain lalu menunjuk ke arah Manda. Mata Rain mengikuti arah jari telunjuk Rara. Seketika, Rain tak dapat bergerak. Melihat seksama dari atas sampai bawah wanita ini.


"Dia... Ibumu?" bisik Rain bertanya ke Rara.


"Ya, benar sekali. Mommy baik, Mommy pintar masak terus pintar gambar komik. Tiap malam, Mommy bacakan cerita untukku. Mencium kening kita sebelum tidur." Jawaban Rara membuat Rain sedikit gemeteran lalu mengepal tangan. Semua yang diucapkan Rara tak sama sekali dia rasakan dari Valen.


"Aku... iri padamu," lirih Rain ingin berbalik pergi namun Rara dengan ceria merangkul lehernya.


"Hei, kamu jangan sedih. Siapa tahu Mommy adalah Ibumu yang asli. Jika itu benar, Mommy pasti senang sekali dan kamu bisa merasakan apa yang aku katakan ini, kemarilah... aku akan membuat Mommy dekat denganmu." Rara menarik Rain yang semakin gelisah. Rain takut menemui Manda. Sedangkan Bibi pelayan masih berdiri di tempatnya, ia takut mendekati majikannya.


"Mommy... Daddy!" teriak Rara berlari bersama Rain. Manda menoleh, sontak ia berlutut memeluk kedua anak ini. Rafa yang emosi akhirnya sedikit lega. Para pelayan ikut merasa tenang.


Pluk!


"Syukurlah, kalian kembali. Mommy pikir kalian diculik. Sekarang jawab Mommy, kalian dari mana tadi?" tanya Manda sambil mengelus lembut kepala Rain dan Rara. Rain diam sebentar, melihat wajah Manda dengan cermat lalu mersakan tangan yang mengelus kepalanya. Sungguh, Rain baru kali ini dielus kepalanya oleh wanita lain. Sedangkan Valen sama sekali tidak mau menyentuhnya dan cuma selalu marah-marah padanya.


"Tadi itu kita keluar pergi main sama Rain, Mommy," jawab Rara mencari alasan.

__ADS_1


"Rain? Anak itu-" ucap Manda berdiri lalu melihat Rafa.


"Boleh aku tanya padamu, siapa sebenarnya Rain?" lanjut Manda ingin tahu. Rafa pun melihat Rara dan Rain yang menyamar sebagai Rein.


"Shei, sebelum aku jelaskan... kamu jangan salah paham dulu," ucap Rafa berhenti ingin menghirup udara segar.


"Apa dia anakmu dari wanita lain?" tebak Manda.


"Oke, Rain adalah putra kandungku. Tapi aku sama sekali belum percaya kalau Rain adalah anak kandung Valen," ucap Rafa mulai menjelaskan.


"Valen? Siapa dia?" tanya Manda terkejut. "Aneh, kenapa ada tambahan tokoh?" pikir Manda bertanya pada dirinya sendiri.


"Shei, Valen adalah putri dari salah satu ketua kelompok Mafia di kota ini. Dia dan aku cuma bertunangan saja, ini terjadi karena lima tahun lalu Valen datang membawa Rain dan mengaku bahwa aku pernah tidur dengannya hingga melahirkan Rain. Tes DNA saat itu membuktikan aku dan Rain benar memiliki hubungan darah. Tapi aku belum yakin, dia adalah Ibu kandung Rain dan seingatku, aku sama sekali tidak pernah tidur dengannya dan aku tidak mencintainya,"


Rafa spontan menjawab : "Karena Rain sangat mirip dengan putra kita, Rein. Aku berpikir, mungkin Rain adalah bayi yang kamu lahirkan saat itu, bayi yang dinyatakan meninggal bisa saja adalah Rain yang mungkin diculik oleh orang lain darimu."


Rain yang mendengar penuturan ayahnya langsung mundur sedikit. Rara yang melihatnya segera menggenggam tangan Rain agar tidak pergi.


"Jadi Rain benar-benar mirip dengan Rein?" tanya Manda tiba-tiba ingin menangis. Ia pun melihat Rain kemudian berlutut di depan Rain. Manda menyentuh pipi Rain lalu berkata : "Berarti Rain punya wajah yang sama dengan Rein," ucap Manda menatap wajah Rain yang menyamar sebagai Rein. Sontak, Manda berdiri lalu bertanya lagi.


"Di-di mana Rain sekarang?" Manda meraih tangan Rafa. Rafa pun melirik pelayan yang tadi lalu berteriak.

__ADS_1


"Hei kamu, di mana putraku Rain?" tanya Rafa membuatnya terperanjat sedikit. Saat mau menjawab, tiba-tiba suara lantang berkata : "Aku di sini, aku Rain!" ujar Rain yang berdiri di dekat Rara, ia melihat sayu ke Manda dan Rafa.


"Rein? Kenapa kamu teriak begitu?" tanya Manda berlutut lagi. Spontan Rain memeluk Manda dan tiba-tiba terisak. Rain sedikit mencerna, karena Valen mungkin memang bukan Ibu kandungnya melainkan wanita di depannya sekarang adalah Ibu aslinya.


"Mommy, aku ... aku... Rain, hiks." Rain terisak di pelukan Manda. Mendengarnya, membuat Manda melihat segera tampang Rain.


"Ra-rain? Kamu Ra-rain?" ucap Manda tak bisa mengenali bocah yang berdiri di depannya. Rain terisak dan mengangguk. "Ya, Mom... mommy, ini Rain. Apa Mommy, Ibuku yang asli?" isak Rain tak bisa berhenti nangis. Manda menatap lekat-lekat mata Rain, sungguh! Sangat mirip dengan Rein. Manda segera melihat pergelangan tangan Rain, ingin memastikan di depannya bukanlah Rein. Manda ingat, Rein punya tanda lahir dan mungkin saja Rain tak punya itu. Benar, di pergelangan kirinya tak ada tanda lahir apa-pun.


"Astaga, mungkin kamu putraku itu?" lirih Manda segera memeluk Rain yang kembali menangis.


"Daddy, apa dia saudara Rara?" tanya Rara ke Rafa yang berdiri di dekatnya.


"Daddy harus lakukan tes DNA terlebih dulu agar Daddy bisa membuat Valen mengakui sebenarnya. Sekarang, di mana Rein?" ucap Rafa bertanya ke Rara. Tatapan Rara kini mencari Rein, dan seketika seorang bocah teriak.


"Mommy, ini aku Rein. Kalau yang Mommy peluk itu Rain bukan aku!" Akhirnya, Rein keluar dari persembunyiannya lalu berlari ke arah mereka, Rein berdiri di dekat Rain dan Rara, telihat tiga bocil ini sangat menggemaskan. Manda mengelus dua pipi Rain yang sudah mulai tenang, ia pun kemudian berdiri melihat Rafa.


"Tolong, lakukan tes DNA hari ini! Aku yakin, Rain dan aku punya hubungan. Pasti Valen pernah mengawasiku hingga ia mengambil anakku dan pasti menyuap Dokter saat itu," mohon Manda ingin tahu lebih jelas. Rafa tersenyum, ucapan Manda bisa juga benar. Saat Rafa ingin menjawabnya, tiba-tiba suara lelaki muncul dari arah kanan mereka.


"Wah, ada apa ini? Tumben mansionmu seramai ini." Ternyata itu Noah yang datang untuk menjemput Rain pulang ke mansion atas keinginan Ny.


Liana. Seketika tiga bocil menoleh bersamaan membuat Noah terkejut mellihat Rain ada dua di depannya. Tapi Manda lebih shock setelah melihat Noah pertama kalinya di dunia ini. Pria yang memiliki wajah yang sama dengan mantannya dulu, yang pernah dia cintai di dunianya.

__ADS_1


"Ra-rangga?"


__ADS_2