Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 87 : Pewaris Cilik


__ADS_3

Wartawan pun berhamburan menyusul ke kantor polisi. Sekarang perusahaan kacau balau tidak ada yang mengatur sepenuhnya staf-staf di sana. Para Direktur saling rapat untuk membicarakan CEO yang baru. Tapi saat mereka ingin megajukan diri, tiba-tiba Rafa datang bersama Sekretaris Jho.


Bapak-bapak berjas terdiam didatangi CEO Rafa. Mereka tidak berani berkata-kata sedikit pun. 


"Hm, bagus juga perusahaan istriku ini," gumam Rafa dalam hati lalu duduk di kursi yang biasa dipakai Tuan Damian.


"Karena ayah mertua sedang dalam masalah, maka mulai sekarang aku yang akan mengatur perusahaan ini," cakap Rafa menyeringai.


"Tunggu, siapa kau yang beraninya memutuskan sendiri!" ujar salah satu dari mereka tidak terima.


"Oh, kalian belum tahu aku?" Rafa memandangi satu persatu dari mereka. Sebagian mereka menunduk takut, dan sebagian masih berlagak ingin berkuasa.


"Hais, istriku ternyata tidak terkenal di perusahaan Ibunya sendiri," tambah Rafa mendesis.


"Istri? Siapa yang kau maksud?" tanya mereka tidak paham.


"Presdir Rafa, saya sudah lama bekerja di sini, dan saya belum tahu Tuan Damian memiliki menantu seperti anda," ucap salah satu mereka lagi dengan baik.


"Oh benar sekali, pernikahanku dengan Nona Sheila tidaklah dipubliskan ke media. Mungkin hari ini aku akan mengadakan konfrensi pers lagi untuk mengumumkan pernikahan kami," jelas Rafa duduk bertongkat lutut kemudian memberi isyarat ke Sekretaris Jho untuk segera siapkan.


"Baik, Presdir." Sekretaris Jho pergi meninggalkan Rafa yang sedang senyum puas memandangi mereka yang kebingungan.


"Sebentar, bukannya Nona Sheila sudah tiada?" Mereka berbisik-bisik, mereka tidak tahu jika Tuan Damian telah memalsukan kematian Sheila enam tahun yang lalu.

__ADS_1


"Presdir Rafa, apa benar anda sudah menikah?" tanya mereka serempak.


"Benar sekali, bahkan kalau kalian tidak percaya, kalian bisa lihat foto pernikahanku di rumah. Oh atau aku panggilkan ketiga anakku?" tutur Rafa menjawab kebingungan mereka.


"Anak? Berarti Nona Sheila telah memiliki pewaris?" Mereka tercengang, sungguh terkejut setelah Rafa memanggil mereka.


"Rein, Rara dan Rain kemarilah sayang."


Melihat tiga bocah masuk ke dalam ruangan, mata mereka melebar dengan mulut terbuka.


"Ya Tuhan, mereka kembar tiga?" kaget mereka tak main-main.


"Hallo, Kakek!" Triple R menyapa mereka dengan senyuman kecuali Rein yang datar. Sebagian terhipnotis dengan keimutan mereka, sebagian tidak peduli.


"Tidak, saya belum percaya," sahut bapak di ujung kanan.


"Mengapa?" tanya Rafa sedikit greget masih ada yang keras kepala. 


"Kami akan percaya bila Nona Sheila datang dan berdiri di depan kami," jawabnya diikuti anggukan yang lainnya.


"Kakek tenang saja, Mommy ada tuh diluar," ucap Rara dengan ceria menunjuk ke arah pintu. Semua mata menoleh dan terpaku menatap seorang wanita masuk mendekati tiga anaknya dan Rafa.


Mereka mengerjap-erjapkan mata berkali-kali untuk mengenali Putri Nyonya Charlotte.

__ADS_1


"Hehehe, sudah lama tidak kemari, apa kalian masih mengingatku?" cengir Manda bertanya dan pura-pura ingat.


Sontak mereka berdiri dari kursi lalu bergegas menuju ke Manda. Mereka terpukau dengan perubahan putri atasannya yang dulu agak kaku dan dingin sekarang lebih humoris dan sangat cantik.


"Syukurlah Nona Sheila masih hidup, saya masih ingat terakhir Nona datang kemari saat Ibu Charlotte masih mengurus perusahaan ini, saya benar-benar terharu Nona telah menikah dan memiliki tiga pewaris untuk perusahaan ini," ucap mereka ingin mencium tangan Manda namun Rafa segera menarik istrinya ke dalam pelukan.


"Oh tidak, anak-anak kami bukan cuma untuk perusahaan ini. Mereka juga akan menjadi pewaris di keluargaku." Kata Rafa membelai kepala tiga anaknya. Rain dan Rara bersalaman pada mereka kecuali Rein yang duduk di kursi Tuan Damian membuat semua orang terdiam.


"Daddy, Mommy sedang sakit, biarkan Rein yang bekerja di sini. Rein akan mengumpulkan uang banyak untuk Mommy!"


Mendengar niat Rein, semuanya menahan tawa. Begitupun Manda yang geleng-geleng kepala, dia tidak sangka Rein yang baru lima tahun sudah berlagak seperti Bos besar.


Setelah perkenalan, akhirnya perusahaan diurus oleh Rafa sampai Manda sembuh. Untuk yang membantah, mereka dipecat langsung serta asisten Tuan Damian pun ikut dipecat. Kini perusahaan kembali membaik dengan hadirnya Manda dan tiga pewaris cilik. Manda dan ketiga anaknya pun kembali ke rumah sakit. Cukup dari sana, Manda sudah lega melihat konfrensi pers yang berjalan lancar.


"Aku sangat mencintai istriku, dia wanita yang telah mengubahku, hidupku sepenuhnya kuberikan untuk Sheila dan anak-anak kami. Terima kasih."


Rafa tersenyum ke media, senyum yang tulus untuk istrinya yang sedang menontonnya di rumah sakit.


"Mommy, apa Mommy cinta juga sama Daddy?" tanya ketiga anaknya ke Manda. Manda diam sejenak, dia menunduk lalu menghela nafas.


"Tentu dong, Mommy cinta banget sama Daddy kalian." Manda mengecup kening ketiga anaknya lalu terdiam setelah melihat sekilas bayangan Noah lewat di jendela ruangannya.


"Noah? Apa barusan aku salah lihat?"

__ADS_1


Detik-detik episode akhir😊


__ADS_2