
Manda berlari menghampiri anak-anaknya yang sedang siap untuk turun ke dalam kolam yang dangkal. Ketiganya sudah memakai baju renang dan tiga pelampung berbentuk bebek, kura-kura dan harimau. Masing-masing tiga anak Manda memiliki jenis pelampung yang berbeda.
"Asiiik, bisa berenang lagi!" riang Rara lompat ke kolam renang sehingga tidak sengaja percikan air mengenai Rain dan Rein. Dua bocah laki-laki itu pun tidak akan tinggal diam, keduanya pun melompat hingga Rara basah kuyup akibat ulah mereka.
"Hahaha, Mommy senang kalian akur begini. Tidak sia-sia kita ke sini untuk bermain," tawa Manda berdiri di pinggir kolam sambil memperhatikan tiga anaknya.
Tapi Rara dan Rain tetap masih acuh tak acuh membuat Rein di tengah-tengah jadi heran. "Hm, kenapa dengan dua adikku ini? Apa mereka belum baikan?" pikir Rein menyentuh dagunya.
"Ayoo Mommy sini turun main sama Rara!" panggil Rara ke Ibunya.
"Tidak, Mommy mainnya sama Rain saja!" balas Rain panggil Ibunya juga.
"Iiih, tidak mau! Mommy harus main sama Rara doang!" ujar Rara balas bentak sambil menyemburkan air kolam ke adiknya.
"Rain tidak setuju, pokoknya Mommy main sama Rain!" balas Rain menyemburkan air ke kakaknya.
Melihat keduanya bertengkar, membuat Rein dan Manda jadi bertatap muka. Anak dan Ibu itu tidak habis pikir dua bocah ini sangat merepotkan. Hal begini saja sudah diperdebatkan. Tampaknya ketiga anaknya juga tidak melihat bekas cupan di leher Ibunya.
Karena tidak ada yang mau menyerah, akhirnya Rein naik ke seluncuran lalu teriak keras.
"Rara, Rein .... awassss!" seru Rein berseluncur ke arah mereka.
Byursssshhh!
Ketiganya basah kuyup membuat Manda tertawa lagi. Tingkah ketiga anaknya sangat menggemaskan. Kini Rara dan Rain berhenti debat, keduanya teralih ke kakak sulung mereka yang jahil.
"Kak Rein, nakal sekali!"
__ADS_1
"Sini aku tangkap!"
Rara dan Rain menjambak rambut Rein. Rein tidak menghindar, dia malah tertawa lepas melihat kekompakkan adiknya. Ketiganya bermain bersama di kolam itu. Tidak ada pertengkaran lagi, melainkan tawa tiga anak kembar itu memenuhi kolam renang.
"Hufft, Rein memang pintar menyelesaikan masalah. Dia memang pantas jadi putra pertamaku," gumam Manda lega.
"Sayang, Mommy juga mau ikut ya!" teriak Manda kepada anaknya. Tetapi, baru juga mau lompat ke arah anaknya, tiba-tiba perutnya dirangkul dari belakang.
"Auww siapa?" Manda menoleh.
"Sayang, tadi kau mau ngapain?" tanya Rafa sudah berdiri di sebalahnya. Dia baru saja selesai mengurus permandian itu.
"Mau main sama anak-anak, tapi kamu dari mana tadi?" balas Manda bertanya.
"Oh itu urus permandian biar dikosongkan saja," jawab Rafa memeluk Manda dari belakang. Manda jadi malu dipeluk di depan anak-anaknya.
"Astaga, pantas saja tidak ada orang, rupanya kau sudah menyewa permandian ini," gumam Manda lalu berbalik memeluk Rafa. Manda merasa capeknya langsung hilang setelah memeluk suaminya. Tiga anaknya tertawa kecil melihat Ibunya manja ke Rafa.
"Hm, mau dong," jawab Manda mengangguk.
"Ya sudah, sini kita ke kolam lain," tarik Rafa ke suatu tempat.
"Eh, tunggu. Anak-anak tidak ada yang jagain, kita main sama anak-anak saja," tahan Manda berhenti.
"Tenang saja sayang, ada pengurus kolam yang sudah aku perintahkan jaga mereka," ucap Rafa menunjuk seseorang di pinggir kolam Triple R. Manda pun merasa lega melihatnya. Seketika Rafa menggendongnya, dia sudah tidak sabar bermain perang di dalam kolam.
"Ahhhh-" jerit Manda kaget.
__ADS_1
"Aduh turunkan! Licin tau! Nanti kita jatuh ke air!" tambah Manda memberontak kecil.
"Tenanglah Shei, jangan menolak,"
"Ha, menolak? Maksudnya?" tanya Manda tidak paham.
"Sayang, aku masih mau itu."
Degg
Rafa berbisik begitu kecil, Manda semakin berdebar-debar dirayu siang ini.
"Ta-tapi kan kita baru saja lakukan di mobil," ucap Manda terbata-bata.
"Tidak, itu belum cukup. Aku masih mau kau layani aku!" ujar Rafa turun ke kolam yang cukup jauh dari tiga anaknya. Manda memeluk Rafa, dia takut karena air kolam cukup dalam sampai ke perutnya. Cuma mereka berdua di sana dan ini cocok untuk melampiaskan naf-su Rafa.
"Hehehe, ternyata istriku juga sudah tidak tahan ya," bisik Rafa mulai memainkan bola dada Manda hingga desa-hannya keluar.
"Ahhh, bukan itu,"
"Terus kenapa masih memelukku, sayang?" Sekali lagi Rafa berbisik dan mulai menurunkan CD Manda dan mencu-mbu leher istrinya bertubi-tubi.
"Ahhh, a-aku takut tenggelam," de-sah Manda menjawab sambil mengigit bibirnya agar desa-hannya tidak keras.
"Uhhh, jangan berbohong. Kau ini memang masih ingin melayaniku kan?" tanya Rafa lagi sambil mencu-mbu bibir Manda di tengah kolam itu.
Manda menutup mata ketika sesuatu masuk ke dalam rahimnya. Serasa cairan itu masuk menembus ke rahimnya. Dia pun mende-sah dikala Rafa benar-benar melakukan pelepasan di dalam air.
__ADS_1
"Sayang, jangan ditahan, keluarkan saja."
Jangan lupa dilike dan favoritkan ya biar Manda semangat lanjut bercerita tentang dunia halunya😄. Tolong ya semangati Author biar Manda lanjut terus, thank and see you all😚.