Istri Reinkarnasi, CEO Kejam

Istri Reinkarnasi, CEO Kejam
Bab 39 : Bertemu Kakak Ipar


__ADS_3

Setelah kencan kemarin, Manda pagi ini benar-benar lelah. Tak ada tenaga sama sekali dan keinginan untuk bangun. Tapi perlahan dia merasa aneh, tiba-tiba tubuhnya dipeluk sesuatu. Manda terbangun, ia pun melihat tangan itu. Bukan tangan kecil melainkan tangan pria dewasa. Manda perlahan menoleh kemudian terkejut.


Deg!


"Ahhhhhhhhh!" pekik Manda teriak segera mendorong Rafa hingga berguling jatuh ke lantai.


Gedubrak!


"Aduuuh! Siapa yang berani mendorongku!" teriak Rafa membentak langsung bangun duduk. Dua matanya melihat Manda yang duduk di atas ranjang. Punggungnya terasa sakit akibat benturan tadi.


"Kamu!" desis Rafa kesal pada Manda yang diam-diam tertawa.


"Pfft... ahahaha, kasian CEO kok tidur di lantai, ahaha...." ledek Manda segera mendekati Rafa lalu tersenyum kemudian berkata : "Pagi CEO Rafa, anda tidak terluka kan barusan? Tidak ada yang lecet kan?" tanya Manda.


Rafa mendesis lalu meliriknya jengkel. "Apa kamu buta? Siapa juga yang tidur di lantai, ini gara-gara gajah duduk yang mendorongku barusan!" balas Rafa meledeknya.


"APA? GAJAH DUDUK? Sejak kapan aku jadi gajah duduk!" Manda melotot kesal. "Cantik-cantik gini dibilang gajah duduk, apa matamu bermasalah!" lanjut Manda mencibir. Rafa berdiri, ia berkacak pinggang lalu meregangkan kedua tangannya. Membuat Manda menelan ludah melihat tubuh itu sangat aesthetic.


"Hei, ke mana arah matamu itu? Kamu tergoda dengan tubuhku, Shei? Oh atau jangan-jangan kamu ingin melihat ini!"


"Ahhhhh!" teriak Manda menutup mata ketika Rafa mau membuka baju.


"Pfff ahahaha..." tawa Rafa lalu mendorong Manda jatuh terlentang kemudian dengan cepat ia menindihnya.


"Aahhhh, dasar menyebalkan! Singkirkan tubuhmu dari atasku!" bentak Manda mendorong Rafa tapi kedua tangannya di kunci ke atas.


"Oh Nona Shei, pagi-pagi jangan teriak-teriak. Apa kamu ingin membangunkan jeniorku," bisik Rafa meniup telinga Manda hingga wanita ini menggeliat geli.


"Junior palamu! Sekarang lepaskan aku, aku harus melihat anak-anak. Rein dan Rara harus pergi sekolah dan kamu menyingkirlah! Kita ini belum jadi suamu istri! Jangan berani padaku dong!" Manda mulai mengoceh membuat Rafa tak tahan lagi kemudian ia berdiri.

__ADS_1


"Ck, aku tidak sabar untuk me-"


"Me ... apa?" tanya Manda takut.


"Tentu saja melakukan malam pertama dengamu sayang," Rafa membentuk dua jarinya, memberikan bentuk lova ke Manda.


"Idih, najis!" Manda merinding membayangkannya. Otaknya pagi ini tak sangka traveling gara-gara Rafa.


"Iiiih, jangan harapkan itu!" lanjut Manda melemparkannya bantal. "Beraninya kamu masuk ke dalam kamarku!" bentak Manda berdiri di depannya. Rafa cuma tertawa kecil melihatnya emosi lalu berjalan masuk ke kamar mandi.


"Ahaha, dia belum sadar kamar siapa yang dia masuki kemarin." Rawa tertawa lepas di dalam kamar mandi. Sontak Manda meraba dirinya lalu bergumam : "Apa yang terjadi kemarin?" pikir Manda segera keluar dari kamar itu. Seketika ia ingat, kemarin anak-anak tidak mau tidur dengannya hingga Manda terpaksa tidur ke kamar lain. Tak sangka semua kamar terkunci kecuali satu kamar. Karena begitu lelah kemarin, hingga Manda tidur begitu saja di kamar Rafa.


"Astaga, bodohnya aku. Pasti kemarin dia meluk aku setiap detik, menit tadi malam dong?" pikir Manda segera lari menjauhi kamar Rafa. Ia pergi mandi ke kamar anak-anaknya. Sedangkan anak-anak saling tertawa karena kemarin bekerja sama untuk tidak tidur dengan Ibu mereka.


Kini Manda mengantar Rein dan Rara ke sekolah kembali. Ia tak pamit ke Rafa, karena waktunya sudah terlambat. Terlihat Rafa menuruni tangga sudah siap dengan jas yang menawan. Rafa mengernyit heran cuma melihat satu anaknya, yaitu Rein yang sekarang menyamar sebagai Rain.


"Daddy," Rein mulai bertingkah imut, berpura-pura manja agar dapat mengikuti sikap Rain.


"Daddy, mereka pergi ke sekolah dan sekarang Rain juga ingin sekolah. Daddy mau antar Rain pulang ke Oma?" rengek Rein benar-benar mengikuti sifat Rain. Padahal dalam hatinya, Rein ingin muntah bersikap begini.


"Kamu merindukan Oma?" tanya Rafa menatap Rein seksama.


"Ya Daddy, Rain tidak bisa jauh terlalu lama dengan Oma."


Akhirnya karena keimutan Rein, berhasil membuat Rafa percaya jika anak di depannya adalah Rain.


"Pfft, baiklah. Sekarang kita ke rumah Nenek, setelah itu jangan sekali-kali kamu dekat dengan Valen,"


"Baik Daddy," ucap Rein mengerti. Tapi Rein ingin menyelidiki Valen, hingga pastinya Rein harus dekat dengan Valen. Meski ini sedikit berbahaya, tapi Rein sangat menyukainya, ia ingin mengerjai satu wanita ini.

__ADS_1


"Baiklah, ikut Daddy sekarang."


Keduanya pun keluar, terlihat Rein berjalan ria di dekat Rafa membuat Rafa tertawa disetiap langkahnya.


"Setelah mengantar Rain, aku harus jemput Shei dan melakukan tes DNA." Gumam Rafa segera pergi ke mansion Alkazein.


_____


Setelah mengantar Rain dan Rara ke sekolah. Manda pun pamit pada anak-anaknya. Manda tak sadar, kalau anak lelaki di depannya adalah Rain bukan Rein.


"Sayang, Mommy pergi dulu. Kalian jangan bertengkar ya di sekolah. Ingat kata Bu Guru, taati aturan sekolah." Manda tak lupa menasehati dua anaknya.


"Baiklah Mommy," ucap keduanya senang. "Ups," Rain segera sadar jika harus bersikap dingin seperti Rein.


"Ahaha, kalian ini kompak sekali." Manda tertawa lucu, ia tak sangka melihat Rein tak lagi dingin. Kedua anak ini merasa lega tidak membuat ibunya curiga. Kedua anak ini pun mencium tangan Manda lalu masuk ke sekolah. Sekarang, Manda bingung harus ke mana. Manda menaiki taksi ingin ke rumah Senja.


Sementara Rafa sudah sampai ke mansion Alkazein. Lagi-lagi Rafa bertemu dengan Noah. Tak lupa Oma Liana sangat terkejut melihat cicitnya pulang. Sontak ia memeluknya membuat Rein terdiam. Pelukan dari wanita tua itu sangat tulus.


"Syukurlah, Oma pikir Rain hilang. Ternyata Rain diam-diam ke mansionmu," ucap Oma Liana melihat Rafa.


"Rain minta maaf Oma, Rain lakukan itu karena Mama Valen tidak mengizinkanku keluar," keluh Rein mulai pura-pura berakting. Mulutnya juga seakan ogah untuk menyebut nama VALEN.


"Tidak apa-apa, Oma memakluminya. Mama kamu lakukan itu karena tak mau kamu kenapa-napa. Sekarang kemarilah, Oma akan mengantarmu ke sekolah." Oma Liana membawa Rein meninggalkan Rafa dan Noah.


"Ck, meresahkan!" decak Rafa jengkel ke Noah. Noah juga berdecak lalu pergi begitu saja. Seketika Rafa berpapasan dengan Valen yang habis jalan-jalan pagi. Sontak Valen merangkul lengan Rafa, ia tersenyum senang Rafa datang pagi ini.


"Raf, kamu pasti merindukanku jadi ke sini kan?"


Plak!

__ADS_1


Valen terkejut tangannya ditepis kasar oleh Rafa. "Aku sama sekali tidak pernah memikirkanmu." Rafa pergi meninggalkan Valen yang kesal di tinggal lagi. Kini Rafa pergi mencari Manda. Tak sangka di dalam perjalanan, ia melihat Manda turun dari taksi ingin masuk ke supermarket. Tapi lebih tak sangka, Manda bertemu dengan kakak iparnya, yaitu Aradella. Rafa segera turun dan menghampiri mereka.


__ADS_2