JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 12


__ADS_3

πŸ‘‹ASSALAMUALAIKUM SEMUANYA πŸ–€


INI CERITA BARU AUTHOR HEHE


JANGAN BOSEN DENGAN CERITA AUTHOR YAWW


MOHON MAAF BILA ADA PENYAMPAIAN YANG KURANG BERKENAN ATAU MENYINGGUNG PERASAAN KALIAN SEMUA


AUTHOR GA BERMAKSUD KARNA INI HANYA CERITA FIKTI BELAKANG YA HEHE


AMBIL HIKMAH DAN POSITIF DARI CERITA YANG AUTHOR SAJIKAN YA.....


JANGAN LUPA VOTE YA GENGSπŸ™


YANG MAU PROMOSI CERITA GA PAPA AUTHOR GA NGELARANG KALI AJA YANG BACA DI TEMPAT AUTHOR JUGA BACA DI TEMPAT KALIAN HEHE


γ€€


γ€€


🌹🌻HAPPY READING 🌻🌹


Di rumah sakit


kevin terbaring lemas sudah dua hari ini dia dirawat namun tidak menunjukan tanda - tanda perubahan hanya merah - merah di badannya yang mulai tidak terlihat, rania sudah memanggil beberapa dokter untuk memeriksa kevin tapi mereka semua mengatakan kalau kevin tidak apa - apa.


hoek,,,, hoek,,, hoek,,,


kevin selalu memuntah kan apa yang ada di perutnya, selalu seperti itu dalam dua hari ini entahlah rania yang melihat anaknya seperti itu sedih bagaimana tidak anak yang ia bangga kan kini terbaring lemah tak berdaya.


"nak mama doakan cepat sembuh ya sayang" ucap rania sambil mengelus rambut kevin.


"kamu harus kuat sayang, lihatlah pipi mu sekarang sudah tirus nak" ucap rania berkaca - kaca.


"mah" panggil kevin saat merasakan tetesan air mata mamanya.


"iya nak" jawab Rania.


"kevin mau muntah lagi mah"


hoek,,,hoek


muntah kevin hanya air, lalu tidak lama kemudian ia menyuruh mamanya untuk menelpon calisa.


γ€€


"mah telpon calisa" ucap kevin, memang sudah dua hari ini calisa tidak menjenguknya.


"iya sebentar" jawab rania lalu menelpon calisa menggunakan hp nya.


"hallo calisa sayang" panggil rania tersenyum.


"hallo tante" jawab calisa di seberang sana


"nak kamu bisa kesini ga, kevin minta kamu kesini" ucap rania


"bisa tante nanti calis usahain ya" jawab calisa sok - sok baik padahal hatinya jengkel.


"yaudah tante tunggu" ucap rania lalu mematikan telpon.


"bagaimana ma?" tanya kevin


"iya nanti dia kesini" jawab rania lalu kevin mengalihkan pandangannya.


"apa bener naya hamil ya" batin kevin bertanya - tanya sambil memikirkan apa yang terjadi dengannya.


γ€€

__ADS_1


γ€€


POV CALISA


"hhhh gue capek banget malah disuruh ke rumah sakit, dasar nyusahin aja" ucap calisa setelah menerima telpon lalu ia membersikan diri terlebih dahulu sebelum pergi ke rumah sakit.


"sayang kamu harus bersembunyi dulu ya" ucap calisa lalu memaksa memakai stagen agar tidak terlihat buncit.


"ahhh perut gue sesak rasanya namun gue harus tahan" ucap calisa lalu berjongko entah lah kenapa tu calisa pusing author.


"dasar anak sialan ga bisa di ajak kompromi" marah calisa tiba - tiba perutnya sakit tanpa sengaja ia menepuk perutnya.


γ€€


setelah 15 menit mendingan akhirnya calisa pergi ke rumah sakit sesampai di depan ruangan kevin iya membuka pintu dan melihat disana kevin sedang muntah - muntah.


"sial gue jijik banget liatnya" ucap calisa dalam hati.


"hallo tante" sapa calisa pada mamanya kevin lalu memberi sedikit bingkisan.


"sayang kamu gimana kabarnya?" tanya calisa.


"seperti yang kamu lihat" jawab kevin seadanya lalu berbincang bincang sampai tiba - tiba mamanya kevin menyadari perubahan calisa.


"calis kamu kok kaya gendutan" ucap rania memperhatikan calisa.


"astaga kenapa dia nyadar sialan gara - gara anak ini gue harus gendutan" batin calisa.


"oh iya ya tan, calisa rasa engga kok" jawab kalisa kikuk.


"iya mungkin itu perasaan tante aja ya sayang" ucap rania yang percaya akan perkataan calisa. calisa yang mendengar itu langsung tersenyum.


"aman" batin calisa.


"sayang aku pulang dulu ya, udah mau magrib ini" ucap calisa tiba - tiba.


γ€€


**


"vin mama aneh sama penyakit kamu" ucap rania lalu kevin menoleh ke mamanya.


"aneh kenapa ma ?" tanya kevin.


"semua dokter sudah mama kerahkan buat periksa kamu tapi ga ada satupun yang tau" jelas rania lalu tiba - tiba mengatakan.


"kamu kayak orang lagi hamil aja" ucap rania


khukk,,khuk,,khu,


kaget kevin kemudian ia teringat dengan istri nya naya yang sudah sebulan lebih ia telantarkan.


"apa jangan - jangan istrimu HAMIL" ucap rania menahan emosi dengan menekan kata hamil..


"ga tau ma" jawab kevin dengan cuek.


"mama ga sudi punya cucu dari jalang" ucap rania.


"iya ma kevin juga ga sudi, kan kevin udah ada calisa sekarang" jawab kevin.


"tapi kalo seandainya dia hamil gimana ma?" tanya kevin


"gugurin aja"


"deg"


"ma lebih baik kita selidiki terlebih dahulu takutnya nanti dia benar- benar hamil lalu memanfaatkan kita"

__ADS_1


"iya nanti mama yang kesana nyusul dia"


"ga usah ma suruh dia kesini untuk urusin aku mama pulang lah, mama udah dua hari ini jagain kevin," ucap kevin.


"kevin ga bakalan diam saja, jalang itu udah ngejebak kevin ma"


" yaudah nanti mama suruh suruan mama buat seret dia kesini," ucap rania dengan senyum licik lalu pulang kerumah.


"kalau memang dia hamil, aku harus siksa terlebih dahulu berani - beraninya dia hamil" ucap kevin marah dia bertekat untuk membalaskan dendamnya ke naya.


γ€€


γ€€


POV NAYA


sudah dua hari ini pula naya sakit namun ia tetap bekerja karna naya harus memikirkan proses melahirkan anaknya nanti.


"bu naya pamit pulang" pamit naya sama bu sari.


"iya nak hati - hati ya" jawab bu sari.


γ€€


kemudian naya pulang dengan jalan kaki biasanya ia menempu selama 20 menitan tapi kali ini ia menempuh dengan waktu 30 menitan lebih, dia harus hati - hati karna ia membawa seorang anak di janinnya. naya takut terjadi apa - apa kalau ia memaksakannya mengingat kondisinya yang lemah saat ini.


saat dijalan tiba - tiba ada 2 orang berpakaian hitam menghampirinya lalu memaksanya masuk ke dalam mobil.


"lepaskan aku, aku hanya wanita miskin" teriak naya.


"lepaskan"


"diam" bentak laki - laki yang berpakaian hitam tadi, naya yang dibentak pun langsung terdiam.


"mau dibawa kemana aku hiks,,hiks,,," ujar naya dengan terisak sambil memeluk perutnya.


"nona bakalan saya bawa ke rumah sakit" ucap pria tersebut.


mendengar rumah sakit ia berpikir " apa kevin tau dirinya hami lalu mau menggugurkan anaknya, tidak tidak ini tidak boleh terjadi, anak ini satu - satunya yang ia punya" batin naya.


"saya mohon lepaskan saya" ucap naya menohon.


"Diam" bentak pria itu lagi


dengan terpaksa ia diam lalu memeluk perutnya " sayang kamu yang kuat ya mama bakal jagain kamu sayang kamu jangan khawatir ya" ucap naya lalu pingsan karna kondisinya memang saat ini tidak baik.


γ€€


γ€€


.................


gimana cerita selanjutnya


tungguin ya


insyaallah author balakan rajin up nya hehe🌹🌹


makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸŒΉπŸ


oh iya jangan lupa ya kasih komentar buat cerita author biar author tau kayak mana cerita author ini,


kalau ada kesalahan author minta maaf ya


tulis aja di komentar nanti author perbaiki πŸ€—πŸ€—πŸ€—


thank you buat yang udah baca

__ADS_1


next bakalan up


__ADS_2