
*happy reading*
Naya mencoba melebarkan kaki nya dan meraba bagian bawah dan ternyata.....
Ia merasakan bahwa vaginany* sudah merasa panas dan sedikit melebar lalu mencoba memasukan jarinya kedalam vaginanya.
Berhasil dan ternyata baru pembukaan empat
"Akhhh... ya allah sakit banget" lirih naya saat mencoba untuk berdiri...
Rasa sakit itu kadang hilang dan kadang juga kembali namun jedanya masih sedikit lama.
Naya kembali kekamar dan melihat ternyata suaminya tertidur dengan nyenyak dia tidak tega untuk membangunkan suaminya melihat bagaimana Kevin membereskan rumah yang bocor.
Dengan pelan naya kembali tidur untuk istirahat karna dia merasa bahwa besok dia akan melahirkan dan butuh tenaga yang lebih.
Sudah satu jam an naya tidak tidur, badan nya merasa tidak nyaman karna pergerakan nya itu membuat kevin terbangun dan melihat gelagat naya yang tidak nyaman.
"Kamu kenapa nay" tanya kevin dengan suara khas baru bangun tidur. Kemudian kevin duduk lalu menghadap ke arah naya.
"Ga papa mas" jawab naya yang menahan di bawah perutnya sambil mengelus pinggang.
Kevin yang melihat itu pun langsung spontan memegang naya dan menghadap ke arahnya.
"Nay" panggil kevin yang terkejut saat melihat naya menangis.
"Kamu kenapa ada yang sakit" khawatir kevin lalu memindahkan kenzho ke pinggir kemudian kevin di samping naya agar mudah terjangkau.
Naya menggeleng
Dengan spontan kevin langsung mengajak anak yang ada dikandungan naya berbicara sembari mengelus perutnya dengan lembut.
"Nak jangan nakal ya kasihan bunda kesakitan, jagoan ayah jangan bandel disana ayah sayang sama kamu nak, ayah udah ga sabar ketemu kamu tapi biarkan bunda istirahat ya malam ini" ujar kevin lalu mencium perut naya.
Naya yang mendengar itupun terharu.
"Masih sakit?" Tanya kevin
Naya menggeleng " udah agak mendingan mas " jawab naya.
"Yaudah sekarang kamu tidur lagi ya, kalau ada apa - apa bilang sama mas, sini biar mas yang usapin punggung kamu" ucap kevin dan naya hanya menurut.
"Mas udah baikan" tanya naya saat merasakan panas di tangan kevin.
"Ga papa mas cuman capek aja" jawab kevin
"Kamu tidur ya sekarang jangan pikirin mas" sambung kevin.
Rasa sakit itu mulai hilang lalu kembali lagi seakan akan memberi jeda, naya yang sudah tidak kuat lagi akhirnya berkata " masss"
"Iya, sakit lagi?" tanya kevin
Naya mengangguk
Hujan lebat tanpa henti kevin mulai kebingungan lalu ia mencari handphonenya
"bentar mas cari handphone dulu buat ngehubungin orang suruhan mas" ujar kevin mencari hp nya
"Siallll" kesal kevin tiba tiba.
"Sinyal nya ga ada gimana ini " sambung kevin.
__ADS_1
"Ga papa mas mungkin bentar lagi sakitnya hilang" ucap naya yang ga mau bikin suaminya panikan.
"Gimana mas ga panik nay liat kamu kesakitan seperti ini buat mas jadi suami yang ga berguna" ucap kevin tanpa sadar mengeluarkan air mata.
Naya yang melihat itu pun tersenyum "naya ga papa mas ini sudah kewajiban naya untuk menjadi ibu"
"Nak kamu jangan bandel ya papa sayang sama kamu" ucap kevin mencium perut naya yang sudah mulai turun ke bawah.
"Auhhh"
"Kenapa nay mana yang sakit" panik kevin.
"Cuman tendangan kecil mas" ujar naya yang sebenarnya sudah menahan mati matian sakit nya.
Tak lama kemudian sakit itu muncul kembali dan naya berusaha untuk duduk untuk mengurangi rasa sakit itu.
"Kamu mau ngapain nay?" Tanya kevin lalu membantu naya untuk duduk.
Dengan malu - malu naya menjawab " maaf mas, naya bukan bermaksud ga sopan tapi naya mau melep*skan cel*n* d**** naya mas karna perut naya sudah sakit" ujar naya menunduk.
Kevin yang mendengar itupun langsung mengerti maksud dari naya.
"Sini mas bantuin" ujar kevin mendekat ke arah naya lalu membantu naya melepaskan pakai** dal*mnya.
"Maaf mas" lirih naya.
"Akhhh ... akkhhhh sakit mas"
" kamu berbaring aja ya mas ga kuat liat kamu kesakitan " ujar kevin membantu naya untuk kembali berbaring namun naya.
"Ngga papa mas naya mau ke kamar mandi dulu aja" ujar naya.
"Mau ngapain ke kamar mandi?" Tanya balik kevin yang tak mengerti.
Kevin bingung "ngapain ke kamar mandi disini aja aku takut kamu kenapa napa" ucap kevin.
"Tapi mas aukhhh"
Kevin mengerti lalu berpamitan untuk keluar "yaudah mas keluar sebentar kalau sudah kamu panggil mas aja" ucap kevin lalu keluar dari kamar.
Saat kevin sudah mulai keluar akhirnya naya mencoba untuk menyingkapkan daster yang ia gunakan lalu merab* lub*ng vagin*nya untuk memastikan pembukaan.
Walaupun terhalang oleh perut yang besar tapi dengan berusaha akhirnya naya memasukan j*ri kedalam lub**g vagin*nya.
"Eungggghhh....ahhhhh"
Berhasil dan ternyata ia sudah memasuki pembukaan kelima dan artinya masih ada 5 pembukaan lagi untuk ia segera bertemu anaknya.
"Yaallah selamatkanlah anak hamba" doa naya.
" nay udah selesai" teriak kevin
"Iya mas" kevin lalu masuk dan bertanya
"Gimana"
"Naya udah pembukaan kelima mas.. auhhhh masih ada 5 pembukaan lagi tapi naya ga kuat mas" lirih naya kesakitan ia sudah merasa bahwa anaknya mulai turun ke pinggul.
"Aku keluar dulu ya nay mau panggil bidan di sekitar sini aku takut kamu bakalan melahirkan" ujar kevin
"Masih ujan lebat mas" ujar naya
__ADS_1
Naya langsung berdiri mencoba untuk berjalan - jalan yang konon katanya mempermudah saat melahirkan
Kevin yang selalu menemani masa masa dimana naya membutuhkan dukungan.
Sudah satu jam naya berjalan - jalan lalu duduk jongkok namun sakitnya kian semakin terasa.
"Aghhhhhh.... sakit sekali" rintihan naya saat kontraksi itu mulai datang.
"Mas.. aku mau mules mas" ujar naya
"Yaudah sini mas temenin " ucap kevin lalu menghantarkan naya ke kamar mandi
" naya bisa sendiri mas "
Dengan pasrah kevin menunggu naya namun tak kunjung datang akhirnya ia masuk ke dalam kamar mandi dan melihat naya sudah menangis menahan sakit
Dengan perasaan bersalah kevin langsung memeluk naya dan mengajaknya kembali ke kamar.
Saat sudah terbaring naya tanpa sengaja membuka dress nya lalu sedikit mengangkat kakinya sedangkan tangannya ia masukan ke dalam ******.
Ia merasakan panas di sekitar area inti dan seakan akan mau terbelah.
"Akhhhjhhh... hiks" teriak naya merasakan saat mau memasuk*n ja*inya.
Kevin yang melihat itupun langsung menelan ludah bagaimana tidak ia seorang laki - laki normal yang sudah lama tak berhubungan badan.
"Inget bin istri lo lagi berjuang demi anak lo jadi lo harus tahan" ucap kevin dalam batin.
"M..mas sepertinya naya mau melahirkan naya ga tahan lagi" ujar naya
Kevin mendekat lalu menyuruh naya mengubah posisi terlentang dan kaki dibuka.
Kevin dapat melihat bahwa *******naya sudah memerah namun saat spontan kevin memasuk*n j*rinya pembukaan itu belum lengkap.
"Eghhhhh" naya yang mulai mengejan
"Jangan nay pembukaan kmu belum lengkap" ucap kevin
"Aku ga kuat mas"
Kevin yang menyemangati naya lalu mengajak naya untuk mencoba duduk lalu berdiri agar naya tak mengejan.
Jam semakin cepat berlalu rasa sakit itu kian bertambah kevin yang tak tega melihat istrinya kesakitan akhirnya ia keluar untuk mencari bantuan.
" nay kamu disini aja ya aku akan cari bantuan aku mohon nay bertahan" ucap kevin lalu mencium kening naya.
.
.
.
# maaf para pembaca setia ku beberapa bulan ini ga update karna ada sesuatu hal yang memang ga mungkin untuk menulis
Author minta maaf ya
Semoga kalian sehat selalu aamiin...
Terima kasih sudah memberi support kepada author selama ini
See you
__ADS_1
tunggu up cerita selanjutnya