JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 15


__ADS_3

ASSALAMUALAIKUM SEMUANYA πŸ–€


INI CERITA BARU AUTHOR HEHE


JANGAN BOSEN DENGAN CERITA AUTHOR YAWW


MOHON MAAF BILA ADA PENYAMPAIAN YANG KURANG BERKENAN ATAU MENYINGGUNG PERASAAN KALIAN SEMUA


AUTHOR GA BERMAKSUD KARNA INI HANYA CERITA FIKTI BELAKANG YA HEHE


AMBIL HIKMAH DAN POSITIF DARI CERITA YANG AUTHOR SAJIKAN YA.....


JANGAN LUPA VOTE YA GENGSπŸ™


YANG MAU PROMOSI CERITA GA PAPA AUTHOR GA NGELARANG KALI AJA YANG BACA DI TEMPAT AUTHOR JUGA BACA DI TEMPAT KALIAN HEHE


γ€€


🌹🌻HAPPY READING 🌻🌹


γ€€


"Bibi" teriak Kevin memanggil pembantu di rumah ini.


"iya tuan" jawab bii Asih selaku kepala pelayan di rumah ini.


"panggil semua pelayan di rumah ini" perintah kevin.


"siap tuan" ucap bi asih lalu memanggil semua pelayan di rumah ini, melihat semua itu naya bingung ada apa ? apa yang akan kevin lakukan itulah yang di benak naya saat ini.


γ€€


saat semuanya telah berkumpul kevin langsung berkata dan membuat semua orang terkejut.


"dengar kan semuanya kalian saya pecat nanti akan ada pesangon buat kalian" ucap kevin dengan dingin.


"tapi,, tuan apa kami melakukan sesuatu sehingga kami di pecat" ucap salah satu pelayan.


"ga ada, karna saya sudah ada pembantu batu di rumah ini" ucap kevin dengan sinis. semua orang langsung melihat ke arah naya.


"oh itu yang bikin kita dipecat tuan ternyata," bisik - bisik pelayan tersebut.


"dasar tidak tahu malu"


"gembel" sungguh saat ini naya butuh sandaran hidup bukan cacian seperti ini.


"diam" bentak kevin


"keluar sekarang nanti saya transfer pesangon kalian" tegas kevin laku semuanya ke kamar masing - masing untuk membereskan baju mereka.


γ€€

__ADS_1


setelah selesai akhirnya mereka keluar dari rumah mewah tersebut, bukan apa - apa mereka yang bekerja dirumah kevin merupakan suatu kebanggaan dimana gajinya bahkan 10 juta perbulan itu hanya pembantu belum yang lain, kekayaan kevin bahkan tidak terhitung sampai 7 keturunan pun tidak akan habis.


melihat semuanya sudah pergi kevin langsung memanggil naya " lo kesini" ucap kevin sambil menunjuk naya.


"lo kira bakalan jadi nyonya hah hidup sama gue" bentak kevin menarik rambut naya.


"lo perlu ingat lo disini itu gue jadiin pembantu"


melihat amarah suaminya naya ketakutan lalu iya berkata" iya mas" ujar naya gemetar.


"oh iya satu lagi JANGAN LO KIRA LO HAMIL LO BISA JADI NYONYA" tekan kevin


"GUE GAK SUDI NGAKUIN ITU ANAK GUE CIHH" ujar kevin lalu membuang ludah tepat di muka naya.


"ANAK LO ITU ANAK HARAM"


"Ingat lo itu benalu bagi gue" ucap kevin.


"dan satu lagi panggil saya tuan bukan MAS" ucap kevin


"ga sudi gue dipanggil begitu sama lo" sambung kevin.


mendengar semua perkataan kevin membuat hati naya begitu perih ingin rasanya ia mati namun ia harus memikirkan anaknya.


"MENGERTI GA"


"Mengerti tuan"


"oh iya mari saya tunjukan kamar lo wanita kapa*rat" ujar kevin lalu menarik paksa naya seperti binatang menuju belakang rumah.


kevin menarik naya sampai menuju gudang belakang dan menghempaskan badannya saat telah sampai"Ini kamar lo"


"jangan harap lo bakalan bebas di sini" ucap kevin lalu meninggalkan naya yang menangis tersendu - sendu.


γ€€


melihat kepergian kevin naya menangis seangguk nya "tega kamu mas, kalau memang kamu ga kasihan sama aku seenggaknya sama darah daging mu hiks,,,hiks,,,hiks,,," tangisan pilu itu sangat menyayat hati dengan teganya kevin memperlakukannya seperti binatang, binatang saja masih di beri kelembutan sedangkan naya ? lebih hina dimata mereka.


naya melihat - lihat kamar yang ia tempati disana adalah gudang banyak sekali barang barang yang tidak beguna disana, naya membersikannya dengan sabar ia menerima perlakuan kevin padanya demi anak yang sekarang ia kandung.


γ€€


selesai beres - beres ia istirahat sejenak disini naya tidur menggunakan alas tikar bekas karna tidak ada kasur sama sekali jangan kan kasur bantal pun tidak ada.


naya merenungi apa yang terjadi dengan dirinya bagaimana ia disini dan bagaimana pekerjaannya.


"besok aku harus izin sama mas kevin untuk kerja" ucap naya lalu istirahat namun


kruk,,,kruk,,,kruk,,,


"kamu laper ya nak, maafin bunda ya belum kasih kamu makan" lirih naya karna memang dia belum makan dari pagi hanya sisa sate bekas kevin itupun ia makan diam - diam.

__ADS_1


"sabar nak bunda tidak tahu apa yang harus bunda lakuin" ucap naya lalu ia istirahat saja untuk mengurangi rasa laparnya.


γ€€


menjelang siang naya masih tidur dalam keadaan menahan lapar tiba - tiba ia dikagetkan dengan suara yang ada di depan kamarnya.


"wanita sialan buka pintunya!!" ucap seseorang lalu dengan cepat naya membukakan pintu.


"iya nyonya" jawab naya dengan menunduk.


"hebat kamu ya hebat, MAU JADI NYONYA HAH DIRUMAH INI" teriak rania.


"Kamu pikir dengan kamu hamil bisa jadi nyonya, JANGAN HARAP" sambung rania.


"maaf nyonya" lirih naya


"DASAR WANITA TIDAK TAHU DI UNTUNG, sudah baik anak saya menyuruhmu tinggal disini sekarang malah mau jadi nyonya rupanya" marah rania karna kelaparan.


"kamu tau hah pembantu di rumah ini semuanya di pecat, jadi kamu harus tau diri" ucap rania sambil mencengkram pipi naya lalu dengan kasar sedikit mendorong.


"sekarang buatkan makan siang" perintah Rania lalu pergi meninggalkan naya.


"ya allah buka kanlah pintu hati suami dan mertua hamba ya allah" doa naya


"iya nyonya" jawab Naya lalu segera pergi ke dapur dan kebetulan juga ia lapar.


"nak semoga aja kita bisa makan ya" batin naya.


γ€€


γ€€


..........


gimana cerita selanjutnya


tungguin ya


insyaallah author bakalan rajin up nya hehe🌹🌹


makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸŒΉπŸ


oh iya jangan lupa ya kasih komentar buat cerita author biar author tau kayak mana cerita author ini,


kalau ada kesalahan author minta maaf ya


tulis aja di komentar nanti author perbaiki πŸ€—πŸ€—πŸ€—


thank you buat yang udah baca


next bakalan up

__ADS_1


__ADS_2