
next part
Mendengar itu semua rania langsung terdiam tidak mengerti akan ucapan Kevin.
"menelantarkan maksudnya" ucap Rania binggung.
"maafin kevin ma hiks...hiks ternyata selama ini Kenzho anak kevin " lirih kevin dengan pilu.
deg
"apa, jadi selama ini yang di bilang calisa itu... " ucap rania dalam hati yang kaget akan pengakuan kevin, ternyata rania sudah termakan omongan Calisa yang mengatakan bahwa anak yang di kandungan Naya itu anak selingkuhannya.
"tapi bagaimana bisa vin bukan kah foto itu" ucap rania pelan.
"itu rencana Calisa ma" kevin yang sedari tadi menangia tanpa suara. melihat anaknya seperti itu rania langsung memeluk kevin.
"kamu tahu dari mana nak semua ini" tanya rania dengan menatap wajah anaknya dengan serius.
"kevin udah tes DNA kenzho ma " ucap kevin dengan tatapan kosong.
"jadi..." ucap rania yang tak percaya akan fakta yang sesungguhnya.
"hiks..hikss maafin kevin ma, semua ini salah kevin naya hanya korban kevin menyesal ma, kevin udah jahat kevin brengsek kevin ga pantes ya kevin hanya pecundang kev..." ucap kevin yang di iringi nada tertawa seperti orang tidak terkendali.
Rania yang syock hanya diam tanpa membalas ucapan kevin "ya allah selama ini kenzho cucu hamba tapi ga mungkin ini ga mungkin " batin rania terbayang - bayang akan perbuatannya yang jahat baik sama kenzho maupun naya dan rania hanya menggeleng - geleng seakan tak percaya dalam pemikirannya.
"ma maafin kevin" ucap kevin berusaha memeluk mamanya namun rania hanya menghindar seakan tidak mau di peluk.
"ya allah kevin kamuu " ucap rania histeris mengingat apa yang ia lihat dan fakta yang baru terungkap.
"coba jelaskan apa maksud kamu berbuat asusila dengan naya " ucap rania dengan tegas kepada anaknya.
"apalagi yang mama tidak ketahui hah, sudah puas kamu membuat mama hampir jantungan" sambungnya.
Rania memang tidak suka kepada naya karena naya merupakan orang kalangan bawah yang tak sama dengan dirinya apalagi masalah dimana membuat anaknya harus terjebak akan pernikahan ditambah lagi saat berita kehamilan naya yang membuat ia tak sudi mendapat cucu dari Naya hingga tak sengaja ia melihat foto dimana naya sedang tertidur di hotel bersama pria lain.
Ketidaksukaan itu membuat Rania benci dan merasa bahwa naya hanya benalu bagi kehidupannya dan kevin Namun setelah naya melahirkan bayi mungkil yang mengingatkannya kepada anaknya waktu kecil itu membuatnya merasa kembali seperti dulu saat melihat wajah anak naya.
Namun Rania tak pernah menunjukan bahwa dia senang akan anak dari Naya Ia selalu menyingkirkan semua perasaannya itu tanpa ada yang tahu bagaimana perasaan saat berada di dekat Kenzho.
"kenzho cucu ku tak salah jika mama nyaman berada di dekat kenzho nak" lirih Naya di dalam batin.
"kemana dia sekarang" tanya Rania keberadaan Naya kepada kevin.
"naya pergi ma bawa kenzho" ucap kenzho terpukul.
"ya allah kevin kamu kenapa bisa tega begini nak, mama sudah tau apa yang kamu perbuat sama dia, jujur mama kecewa sama kamu vin mama ga habis pikir apa yang kamu lakukan, mama malu nak" ujar Rania tersenduh - senduh.
Kevin langsung memeluk rania memohon minta ampun ia menyesal telah berbuat jahat kepada Naya dan kenzho selama ini, kevin baru merasakan kehilangan seseorang yang dulu ia tidak anggap keberadaan nya namun kini ia merasakan sakit yang luar biasa.
"kevin stress ma waktu itu kenyataan yang membuat kevin bertindak seperti itu ma hiks.." jawab kevin lirih.
"kevin ga sanggup ma, calisa tega ma sama kevin yang udah percaya dia tapi dia buat kevin jatuh sedalam - dalamnya penyesalan " lanjut kevin yang terus mengeluarkan apa yang ia rasakan saat ini.
"mama ga tau vin yang terpenting sekarang kamu fokus sama anak kamu yang lagi sakit" ujar rania memproritaskan keyro.
"tapi kenzho ma" jawab kevin.
"kamu pedulikan anak kamu yang ada saat ini vin ia membutuhkanmu mungkin di luar sana naya bisa menjaga kenzho" ucap rania membuat kevin tersinggung, kevin merasa bahwa rania lebih memperdulikan keyro dibanding kenzho yang udah pergi jauh dari kevin.
"kamu sudah makan belum nak, apa kamu baik - baik aja maafin papa sayang, pulang lah nak papa mau minta maaf" batin kevin yang mengkhawatirkan kenzho di luar sana.
"vin" panggil rania saat kevin bengong.
"kenzho ma, kevin ga pantes ma kevin malu sama naya yang sudah menelantarkan kenzho sedari dalam kandungan" ujar Kevin.
"keyro lebih butuh kamu vin" ucap tegas rania jujur ia senang saat mengetahui bahwa kenzho adalah cucu nya namun disatu sisi cucu nya satu lagi dalam keadaan kritis.
"apa ini sudah saatnya kevin kasih tau " ucap kevin yang bertanya dalam benaknya.
"ma sebenarnya keyro itu..." ucap kevin yang tak ingin lagi menutupi apa pun dari mamanya.
"vin keyro lebih membutuhkan mu nak liat dia sekarang" potong rania yang kasihan melihat cucunya terbaring lemah.
"Kenzho ma anakku" lirih kevin menjambak rambutnya sendiri.
"KEVIN!!!" marah rania
"Cukup ma, asal mama tau kenzho itu anak kandung kevin ma, anak yang sudah kevin terlantarkan selama ini darah daging kevin" teriak kevin dengan frustasi saat menjelaskan kepada mamanya.
"Iya vin mama tau tapi keyro lebih membutuhkan kamu nak" ujar rania yang kekeh akan argumennya.
"kenzho diluar sana baik - baik saja, tapi kamu liat keyro sekarang hah kalau kamu mengurusi kenzho bagaimana dengan keyro hah" sambung rania.
"tolong ma, kevin mau cari anak kevin ma" ucap kevin dengan lirih dirinya sekarang mau mencari anak dan istrinya.
"kamu fokus lah dulu ke keyro vin" ucap rania.
"Tolong ma" ucap kevin.
"ga ada penolakan kevin" Tegas rania.
Kevin hanya bisa menghela nafas tanpa harud membanta mamanya mengingat kondisi rania yang sudah mulai sakit - sakitan.
tak ada jawaban Kevin hanya memandang mamanya dengan tatapan tidak percaya seolah kevin tak mengerti apa yang di ucapkan rania.
__ADS_1
Lalu tatapannya beralih ke brankas yang terdapat anak kevil yang dipenuhi oleh alat medis.
"maafin papa keyro tapi mama kamu yang sudah membuat papa seperti sekarang, papa harap kamu mengerti nak" batin Kevin memandang Keyro yang terbaring lemah.
Kevin tak menyangka bahwa kehidupannya akan serumit ini mulai dari kejadian dimana ia bertemu dengan naya sampai - sampai ia harus menikahinya bahkan sampai naya mengandung tanpa kevin perdulikan sama sekali.
Bahkan setelah ia melahirkan pun kevin tak pernah ikut adil mengurus kenzho, bagaimana naya membesarkan kenzho sendiri tanpa bantuan kevin sama sekali.
"maafin aku nay, aku hanya laki - laki pecundang yang tak tanggung jawab sama sekali" lirih batin kevin pilu mengingat bagaimana perbuatannya selama ini.
"kamu ibu terhebat nay, kamu mampu membesarkan anak kita hingga pintar seperti sekarang" sambungnya.
"ya allah ampuni dosa hamba yang sudah menelantarkan anak dan istri hamba " doa kevin.
Kevin hanya bisa melamun dengan tatapan kosong, ia sungguh menyesal akan perbuatannya selama ini.
"aku ga bisa membayangkan nay bagaimana saat kamu mengandung sendirian, melahirkan bahkan membesarkan kenzho tanpa melibatkan aku sama sekali, bagaimana susahnya kamu nay, maafin aku yang baru sadar" lirih nya berulang kali tanpa ada yang tahu.
tanpa sadar air mata menetes kala mengingat kejahatannya selama ini, kevin tak lagi memikirkan bagaimana dirinya tak pernah nangis bahkan rapuh seperti ini, hatinya sungguh sakit dengan keadaan seperti sekarang.
"maafin mama nak, tapi keyro sekarang lagi sakit dan dia butuh perhatianmu ketimbang Kenzho" ucap rania namun tak di dengar kevin sama sekali.
Rania prihatin dengan anaknya saat ini yang memikul beban terlalu banyak tapi rania tak mau jika terjadi sesuatu kepada keyro disaat kevin sedang fokus mencari keberadaan naya dan anaknya.
POV NAYA
Sudah beberapa hari dirinya pulang ke kampung dan alhamdullilah ada sebagian warga masih menerima dirinya di kampung ini walaupun naya sudah menjelaskan bahwa dirinya sudah menikah namun kekuatan bukti atau dokumen pernikahannya tak ada.
naya tak tahu harus mnjelaskan seperti apa namun kenyataan nya dirinya sudah menikah walaupun sebatas pernikahan siri, sudah beberapa hari ini naya bekerja sebagai petani di sawah namun naya tak pernah mengeluh, jika pagi ia pergi kesawah maka sore ia mencari sayuran untuk dijual ulang agar ada pemasukan untuk persiapan anaknya kelak.
Dari pagi naya sudah mengajak kenzho pergi kesawah, naya menyuruh kenzho hanya duduk di pondok agar anaknya tidak kecapekan atau kepanasaan setelah pulang dari sawah naya mencari sayuran untuk tambahan pemasukan.
"ken sekarang makan siang dulu ya, sini bunda siapin" ucap Naya membuka rantang yang ia bawa pagi tadi.
"hole hole ken mamam" gembira kenzho yang ingin menyantap makan siangnya walaupun sekedar sayuran + tempa namun kenzho tetap lahap. naya bersyukur anaknya tak memilih - milih lauk ataupun sayuran. bagi kenzho apapun yang di masak bundanya itulah yang ia makan dan harus terima.
"nda besok beli empe agi ya" ujar Kenzho memakan tempe.
naya hanya terdenyum mendengar celotehan kenzho " iya nanti kita beli tempe lagi ya ken makan yang banyak biar cepet gede" ujar Naya.
"bunda ga papa nak ga makan asal kamu jangan kekurangan" sambung naya dalam batin.
"ken makan yang banyak ya setelah makan bunda mau kerja lagi" mendengar ucapan naya Kenzho hanya mengangguk.
"nda da makan" tanya Kenzho yang sedari tak melihat bundanya makan.
"bunda udah kenyang nak" ucap Naya
"mmm" gumam Kenzho
"kruk... krukk"
Bunyi perut Naya namun ia tahan ia tak mau anaknya mendengarkan suara perut laparnya, Saat ini ia menahan lapar karna uangnya sudah habis ia tak apa - apa kelaparan yang penting anaknya tidak kelaparan.
"bunda ga papa nak tahan perut bunda asal ken jangan kelaparan" ujar Naya yang senantiasa memandang atau membayangkan bagaimana lahapnya kenzho makan siang dengan lauk hanya tempe.
dengan perut ngilu menahan lapar naya tetap bertahan sampai pekerjaannya selesai lalu ia berinisiatif untuk hutang di warung bu lily.
ia terpakasa berhutang dengan bu lily agar bisa membeli beras dan kebutuhan pokok lainnya.
di warung bu lily
"bu maaf sebelumnya naya mau menghutang beras 2 kilo bu" ujar naya kepada bu lily.
"kamu ini naya berhutang terus kapan bayarnya" jutek bu lily.
"saya janji bu minggu ini saya akan bayar tapi saya mohon bu kasih saya beras 2 kilo untuk makan saya dan anak saya" lirih Naya.
"yasudah ini terakhir kali nya kamu berhutang dengan saya" ujar bu lily yang jutek.
"terima kasih bu" jawab naya lalu mengambilkan beras untuk naya dan memberikannya kepada naya.
"nih, jadi total semuanya 50.000 sama yang kemarin" ucap Bu lily selaku pemilik warung.
"terima kasih bu" ujar naya lalu pamit pulang untuk memasak nasi hingga mencari kayu bakar dan sayuran untuk lauk makan.
Setelah mencari kayu bakar dan sayuran Naya dengan cepat memasak untuk makan malam bersama anaknya, perut naya sedari tadi sudah menahan sakit namun ia tak ingin membuat anaknya khawatir.
Baginya anak segala - galanya naya tak pernah mengeluh akan kehidupannya setelah mengambil keputusan untuk pergi jauh dari kevin.
****
🖤🖤🖤
Satu bulan berlalu.....
Satu bulan lebih naya dan kenzho meninggalkan kevin dengan segala penyesalan kehidupan naya maupun kevin berbanding terbalik.
Saat ini naya sedang duduk di pondok sambil memandangi sawah tempat ia bekerja entah naya merasa aneh dengan tubuhnya saat ini ***** makannya yang bertambah sering kelelahan, sudah beberapa minggu ini naya merasa aneh namun ia selalu positif thingking.
"apa kabar kamu mas, mungkin kamu bahagia tanpa kami. naya ga mau jadi benalu di keluargamu lihatlah mas anak kita sudab mulai besar aku tahu kamu tak sudi mengakui anak ku tapi apakah kamu sadar kamu udah nyakitin perasaan anak kita mas " ucap naya dalam batin dengan tatapan kosong.
"nda" panggil Kenzho.
"ehh iya apa nak" ujar naya dengan lembut.
__ADS_1
"nda napa cedih" tanya kenzho yang peka akan perasaan naya.
"bunda ga papa nak, oh iya ken kita pulang cepet aja ya hari ini, bunda capek banget" ujar naya dengan kenzho.
"iya nda"
"bunda boleh ga minta tolong sama kenzho" ujar naya.
"apa nda"
"ken beresin ini dulu ya bunda ke sawah bentar mau ambil barang bunda disana tinggal" ucap naya kenzho hanya mengangguk.
Kenzho membereskan rantang rantang bekas ia makan tadi lalu menunggu bundanya pulang entah hari ini naya merasa tidak enak badan lalu ingin cepat pulang untuk istirahat.
"ayo nak kita pulang" ucap naya lalu menggandeng tangan kenzho namun langkah kenzho yang kecil membuat dirinya lambat.
"ken bunda gendong ya nak biar kitw cepet sampe di rumah" ucap naya lalu kenzho mengangguk.
dengan sekuat tenaga naya menggendong Kenzho namun terkadang ia merasa nyeri di bagian perutnya.
saat di perjalanan ada segumpulan ibu - ibu yang berjalan sepapasan dengannya.
"ehh neng naya, kok cepet sekali pulang" ucap Ibu Nia
"iya bu ini naya sengaja pulang cepet karna ga enak badan" jawab naya pelan.
"ehh neng naya kok beda ya sekarang" ucap ibu ria yang meneliti penampilan naya.
"nga kok bu"
"iya naya kamu kok gendutan ya kayak orang hamil aja emang udah berapa bulan" ucap bu nisa yang jutek dengan naya sambil melirik perut naya.
deg
"hamil" batin naya.
"iya loh bu liat aja perut naya aja kaya buncit gitu" sindirnya.
"hey naya jadi perempuan itu jangan suka godain laki - laki tuhkan hamil lagi, hadeh heran anak har*m nambah lagi" sindirnya dengan pedas.
"ngga bu saya ga hamil ini emang saya ***** makannya banyak" jawab naya yang tak merasa bahwa dirinya hamil.
"jadi perempuan itu jangan malu - maluin ga ada suami kok tiba - tiba hamil" sindiran untuk naya kini semakin jadi melihat ada perubahan bentuk tubuh naya dan perut naya sedikit buncit apalagi terkesan menimbul saat menggendong Kenzho.
"saya permisi bu" pamit naya yang tak ingin mendengar omongan orang kampunya.
"makanya jadi perempuan jangan gatel tuh kena getah lagi kan, ibu - ibu kita harus jaga suami kita agar ga kecantol sama tuh perempuan" ucap ibu ibu berbisik namun tetap naya dengar.
"ken jangan dengerin nak ya omongan mereka" ucap naya lalu menuju pulang ke rumah namun ada yang menganggu pikirannya hingga jalan naya pun tidak fokus.
"Awas" teriak seseorang.
"Awshh" teriak naya yang saat lengan tangannya merasa sakit.
"duh maaf saya tidak sengaja" ucap seseorang yang turun dari motor lalu menghampiri naya.
"mba ga apa - apa" tanya seseorang tersebut.
"ga papa pak" ucap naya menahan sakit lengan tangannya.
"pak ustad" panggil kenzho saat melihat siapa yang ada di depannya.
"ehh nak kenzho" jawab pemuda tersebut saat mengetahui siapa yang di gendongan naya.
"maaf mba saya tidak sengaja tadi " ujar pemuda tersebut.
"iya ga apa - apa saya yang salah tadi" balas naya.
"oh iya mba ada yang luka?" tanya pemuda tersebut.
"ga pak saya ga kenapa - kenapa " jawabnya.
"oh iya mba bundanya kenzho" tanya pemuda tersebut.
"kenalin saya ustadnya kenzho di pengajian saat ini, nama saya Dzikirullah" sambunya mengenalkan dirinya.
"oh iya saya bundanya kenzho, Naya" jawab naya lalu naya pamit pulang agar tidak menimbulkan fitnah di masyarakat.
"oh iya saya pamit dulu pak ustad " pamit naya lalu meninggalkan dzikir sendiri.
"masyaallah"
"astagfirullahi"
Naya kembali melanjutkan perjalanan nya hingga sampai dirumah naya langsung istirahat karna dirinya sangat lelah hari ini.
saat berbaring naya selalu ingat akan ucapan ibu - ibu yang ia temui di jalan yang mengatakan bahwa dirinya hamil.
"bagaimana mungkin aku hamil" binggung naya.
............
Terima kasih udah support author maaf kalau cerita author berbelit - belit 🙏
semoga sehat selalu
__ADS_1
thank you