JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 76


__ADS_3

Happy reading....


SUdah hampir seminggu lebih Kevin berada di kediaman Naya dan hubungan mereka sudah mulai membaik, naya sudah mengikhlaskan jika memang kevin jodohnya.


Saat sedang duduk di karpet kevin tiba -tiba berkata " nay kandungan kamu sudah berapa bulan ?" Tanya kevin.


"Kalau ga salah udah 9 bulan lebih tuan" jawab naya simple


Kevin langsung kaget yang artinya sebentar lagi naya akan melahirkan, jika sekarang saja sudah memasuki usia 9 bulan.


"Apa sebaiknya kita pulang ke kota aja nay biar waktu kamu lahiran itu kita ke rumah sakit dan lebih aman " ujar kevin pelan takut naya tersinggung.


Naya berpikir sejenak lalu berkata " tapi tuan..."


"Nay pikirkan bayi kita " ujar kevin dengan lembut.


"Iya tuan, tapi saya minta seminggu lagi disini tuan sebelum saya pergi ke kota kembali, saya masih ingin menghirup udara desa" ujar naya menundukan kepala.


Kevin pun menghela nafas


"Yaudah seminggu ga boleh lebih saya takut nanti kamu mau melahirkan susah untuk bepergian jauh" ucap kevin.


"Iya tuan" balas naya dengan pelan.


"Naya" panggil kevin menghadap naya.


Naya menoleh lalu menatap mata kevin sekilas.


"Iya tuan" jawab naya.


"Saya mohon nay jangan panggil saya tuan" ucap kevin dengan satu tarikan nafas.


Kevin tak nyaman jika dirinya di panggil dengan sebutan tuan.


"Tapi..." ucap naya terpotong


"Nay aku ini suami mu bukan majikan jadi jangan panggil saya tuan please" ucap kevin dengan raut wajah di bikin seimut mungkin


Melihat itu naya menghela nafas dan mengangguk...


Dengan spontan kevin langsung memeluk naya dan langsung melepaskannya karna sadar naya belum nyaman dengan keadaan sekarang...


"Maaf nay" ucap kevin


"Ga papa mas" jawab naya


Mendengar panggilan naya membuat dirinya merasa aneh dan meminta mengulanginya kembali


"Apa nay, coba sekali lagi" ucap kevin


"Iya mas" ulang naya dengan malu.


"Aku bahagia nay kamu bisa terima aku lagi, maafin aku nay yang dulu sering menyakitimu" ujar kevin akan teringat perbuatannya.


"Ga papa mas kita buka lembaran baru aja jadikan pelajaran kedepan" jawab naya.

__ADS_1


"Aku bersyukur nay bisa dapet istri sebaik kamu" ucap kevin dengan romantis.


"Yaudah mas sekarang kamu jemput kenzho gih sana sebentar lagi dia pulang mengaji" ujar naya.


"Tapi ga papa nay aku jemput dia takutnya kenzho nanti seperti kemarin, dia ga suka aku jemput" ucap kevin karna kemarin dirinya sudah mencoba mendekati kenzho namun usahanya belum maksimal.


"Ga papa mas aku udah coba bicara dengan dia semalam katanya dia ga mau merepotin mas kalau harus jemput dia mengaji" ucap naya memberi tahu alasan kenapa kenzho tidak mau dijemput kevin,


***


Hari semakin sore entah kenapa beberapa hari belakangan ini naya sering mengalami kram di kaki bahkan di punggung namun ia tak pernah cerita takut membuat orang khawatir.


Sedari tadi naya sudah menunggu kepulangan kevin dan kenzho namun tak kunjung datang, hari yang mulai gelap seperti akan turun hujan pun membuat naya khawatir takut anak dan suaminya kehujanan.


Bolak balik seperti setrikaan sembari memegang perut nya yang besar " ya aku harus susul mereka takut terjadi apa - apa" gumam naya.


Setelah mengambil payung dan menutup pintu rumah naya langsung bergegas ke masjid dimana tempat kenzho mengaji, dengan langkah pelan - pelan naya melangkah hingga tak sengaja ia bertemu ibu dina warga di kampungnya.


" eh nak naya mau kemana" ujar bu dina.


"Ini bu mau susul kenzho pulang mengaji" jawab naya ramah.


"Ohh eh nak ibu boleh tanya?" Ucap bu dina


"Iya bu ada apa" jawab naya dengan gusar karna hari semakin memasuki waktu magrib.


"Nak itu perut kamu kok besar sekali dan juga kayaknya perut kamu udah turun mau lahiran" ujar bu dina yang melihat perut naya semakin menurun.


Naya yang heran pun hanya menanggapi dengn senyum lalu berkata " ohh rasanya memang seperti ini bu"


"Oh iya bu maaf ya saya harus lanjut soalnya takut kehujanan karna hari semakin gelap" ucap naya yang meninggalkan bu dina


Naya lalu melanjutkan perjalanan nya dengan pelan pelan karna perutnya kadang sakit dan merasa kram


"Auhhh" ringis naya.


"Dek bunda lagi cari ayah sama abang adek jangan nendang nendang dulu ya nak" gumam naya sambil mengusap perutnya.


Dengan langkh yang pelan tiba - tiba hujan rintik - rintik (gerimis) dan untunglah naya berinisiatif membawa payung.


Saat hujan mulai deras tiba - tiba....


"Bunda" panggil seorang bocah dari kejauhan


Naya pun menoleh dan ternyata disana ada kenzho dan kevin.


Naya yang berpayung pun menghampiri mereka di sebuah gubuk dekat batang pisang.


kevin yang melihat itupun tak tega dan takut terjadi apa - apa dengan naya lalu menghampiri naya.


"Ga papa mas naya bisa, kamu kenapa susul aku kan kehujanan nanti sakit" omel naya melihat kevin yang basah karna kehujanan menghampiri dirinya.


Kevin yang mendengar itupun hanya tersenyum lalu mengajak naya untuk berteduh terlebih dahulu.


Setelah sampai di tempat berteduh " bunda" panggil kenzho

__ADS_1


"Anak bunda kenapa pulangnya lama nak, bunda khawatir" ujar naya dengan cemas.


"Maaf bunda" ucap kenzho menunduk.


"Kenzho ga salah nay, aku yang salah karna tadi mengajak nya kepasar tapi pasarnya udah tutup, maaf ga bilang sama kamu" ucap kevin.


"Iya mas, lain kali bilang dulu aku khawatir takut terjadi apa - apa" ucap naya.


Akhirnya mereka menunggu sampai hujan itu redah namun bukan semakin reda tapi semakin deras dan hari semakin malam bahkan mereka sudah 2 jam berada disini.


"Huuuhhuhhh" naya berusaha mengatur nafasnya karna bagian bawah perutnya terasa sakit.


Naya hanya bisa menggigit bibirnya menahan rasa sakit.


"Ya allah ini kenapa, kenapa sakit sekali perutku" ujar naya dalam hati


"Tenang nay jangan membuat mas kevin dan kenzho khawatir mungkin ini kecapekan karna berdiri" lanjutnya berkata dalam hati.


"Nay kamu kenapa" ucap kevin yang sedari tadi melihat gerak gerik naya yang aneh seperti menahan sesuatu.


"Ga papa mas" jawab naya.


Jujur naya sudah tak tahan lagi rasanya dirinya mau BAB namun kondisi tidak memungkinkan.


"Perut kamu sakit" ujar kevin, naya hanya menggeleng


" ngga mas naya hanya mules aja" ucap naya sedikit menahan.


"Yaudah ini juga hujannya ga bakalan reda gimana kita terabas aja kamu pakai payung aku basah - basah aja" tawar kevin.


Naya menggeleng


"Nanti kamu sakit mas" ucap naya


" ga papa aku kebal kok dari pada kamu tahan seperti itu atau mau BAB disini" ucap kevin yang mengawur.


"Ya engga lah mas"


"Yaudah kamu masih bisa tahan kan ?" Ujar kevin


"Masih mas tapi jalannya pelan - pelan" ucap Naya


"Ken ga papa ya sedikit basa karna hujannya bakalan turun lebat ga mungkin kita sampai malam disini" ujar kevin dan kenzho mengangguk


Akhirnya mereka pun berjalan dengan pelan pelan karna rasanya pinggang naya mau patah saat ini namun dia tahan. Naya dan kenzho yang menggunakan payung dan kevin pun basah - basah


"Aku rela bekorban apa pun demi kamu dan anak kita nay" batin kevin.


"Aduhhh hhhhh " tiba tiba naya kesakitan lalu berhenti di jalan, kevin yang melihat itupun khawatir.


"Nay kamu kenapa ada yang sakit" ujar kevin


"Ga papa mas mungkin kecapekan berdiri tadi" ucap naya tersenyum


Kevin yang mendengar itupun langsung menggendong naya walaupun bajunya basah karna tidak tega melihat naya yang berjalan seperti kesakitan.

__ADS_1


"Kamu pegang payungnya, ken kamu pegang baju papa" ucap kevin tanpa sadar menyebut dirinya dengan sebutan papa.


Karna kondisi hujan lebat maka suara itupun samar samar didengar.....


__ADS_2