JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 69


__ADS_3

Happy Reading...


Sudah beberapa hari ini Kevin bermimpi tentang seorang anak yang sedang memanggilnya dengan sebutan papa, anak kecil namun panggilannya begitu pilu.....


"papa" lirih anak kecil tersebut.


"papa gak sayang adek ya" ucap anak kecil tersebut seperti pernyataan.


deg


"kalian siapa nak, kenapa kalian ada disini" ucap kevin lalu mensejajarkan tinggi badannya dengan anak kecil tersebut.


Baju lusuh penampilan nya beda tidak seperti anak pada umumnya.


"kenapa kalian kotor seperti ini nak" tanya kevin seraya mengusap rambut anak tersebut.


"papa jangan tinggalkan adek" ucapnya seraya meneteskan air mata.


"adek rindu sama papa" ucapnya.


"adek...Adekk" teriak seseorang anak yang sudah sedikit besar yang berusia 4 tahuan.


"Adek...." teriaknya lagi.


"dada papa adek udah di panggil abang" ucapnya lalu melepaskan pelukan dari kevin dan meninggalkan kevin seorang diri.


Bayangan anak tersebut mulai menghilang seakan tidak ingin jauh dari anak tersebut kevin berlari menyusul anak tersebut namun bayangan itu menghilang seketika.


"HEY Nak!" teriak kevin seraya mencari - cari keberadaan anak tersebut.


"Dimana kalian"


"Jangan tinggalkan papa nak" ucap kevin tanpa sadar.


"Tidak!" Teriak kevin lalu tersadar akan mimpinya.


"Astagfirullahalazim" gumam kevin dengan keringat yang memenuhi tubuhnya walaupun ruang kamarnya dingin oleh AC.


"siapa mereka kenapa aku ga asing dengan wajah itu" sambungnya...


"Ahhh kenzho hiks..hikss.. Anakku" teriak kevin seakan meluapkan Kesedihan di mimpinya tadi.


"Ya tuhan hamba memohon kepada mu pertemukan hamba dengan anak dan istri hamba, hamba tau hamba salah sudah banyak berbuat salah tapi hamba memohon pertemukan lah, disini hamba hidup serba ada bagaimana anak dan istri hamba di luar sana hiks..hiks.." tangis kevin yang sangat merindukan anak dan istrinya.


"nak kalian dimana maafin papa nak" sambung kevin.


Lama termenung akhirnya kevin melihat jam dan ternyata jam menunjukan pukul 01.00 malam dengan bergegas kevin langsung ke kamar mandi lalu mengambil air wudhu dan sholat tahajud.


Semenjak kepergian Naya Kevin sudah mulai sadar akan kewajibannya sebagai umat muslim.


Kevin hanya bisa mendoakan akan keselamatan anak dan istrinya, dia mengadu kepada sang ilahi beban yang selama ini ia tanggung.

__ADS_1


"ya Allah lagi lagi hamba memohon kepadamu untuk pertemukan hamba kepada anak dan istri hamba ya Allah, hamba sudah ga sanggup menjalani hidup tanpa mereka, hamba memohon kepadamu hamba hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa yang hina hiks...hiks" doa Kevin di setiap sudut nya.


setelah sholat tahajud kevin kembali tertidur karna dia harus bangun pagi untuk menghadiri meeting dengan perusahan perusahan terbesar.


****


*Siang hari*


setelah beberapa jam menghadiri Meeting kevin kembali ke ruangannya.


Kevin merenung akan teringat kejadian pagi tadi dimana dirinya prihatin dengan kondisi mamanya ditambah lagi paman wijaya yang memohon kepada dirinya agar mengizinkan keyro tinggal beberapa minggu dengannya.


*flsbck*


Setiap pagi jika kevin sempat dirinya selalu menyempatkan diri bertemu mamanya.


baginya mamanya butuh perhatian dirinya melihat kondisi mamanya sekarang yang tidak bisa dikatakan baik.


"CKLEK"


"Ma" panggil kevin dengan lembut.


Tak ada sautan sama sekali rasanya kevin rindu akan suara panggilan mamanya namun lagi - lagi hanya keajaiban tuhan yang bisa membuat mananya kembali seperti dulu.


hanya raut wajah sedih yang dapat kevin lihat dari mamanya.


"Mama yang sabar kevin sayang sama mama" ucap kevin memeluk mamanya.


"Maafin mama yang hanya bisa menyusahkan kamu nak" batin Rania.


"Doain kevin ya ma biar bisa ketemu lagi sama anak dan istri kevin, kevin meminta restu dan doa dari mama" sambungnya lalu mencium kening Rania.


"Ma rasanya kevin ingin cerita semua beban kevin ma, tapi kevin ga mau mama drop dengar kabar ini, apakah keputusan kevin itu benar ma, kevin mohon maaf ma jika suatu saat keputusan kevin ini akan berdampak untuk kita semua" batin kevin sembari melihat mamanya.


"mama jangan lupa sarapan ya kevin berangkat kerja dulu, kevin minta doanya ma" ucap kevin mencium tangan mamanya.


Rania bersyukur akan perubahan anaknya saat ini, dirinya yang tak berdaya seperti ini hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kevin.


Rania mengangguk sambil tersenyum ke arah Kevin.


"kevin pergi dulu ma Assalamualaikum" ujar kevin lalu meninggalkan rania sendirian di dalam kamar.


"waalaikumsalam" jawab Rania di dalam batin.


*Flsbck off*


Drett...drett...drett


Bunyi handphone kevin membuyarkan lamunannya.


"ya hallo" ucap kevin dengan datar.

__ADS_1


"maaf bos menganggu waktu siangnya" ucap orang di seberang sana.


"ya to the point" jawab kevin dengan nada dingin karna dirinya tidak suka basa - basi.


"bos saya memberitahukan ada kabar baik buat bos, pasti bos senang" ucapnya sedikit santai.


"hmm"


"kabar baiknya nyonya naya dan tuan muda sudah kami temukan keberadaannya saat ini" ucapnya dengan serius.


deg


"naya" batin kevin.


"hallo bos" panggil anak buah kevin.


"ohh iya" ucap kevin.


"keberadaannya ada di sebuah desa terpencil yang sangat jauh dari kota ini bos" sambungnya.


"ya ampun nay sejauh itu kamu pergi meninggalkan aku" batin kevin.


"siapkan keberangkatan saya sekarang juga" titah kevin lalu mematikan telpon.


"aku janji nay ga akan pernah nyakitin kamu lagi, aku akan bawa kamu ke tempat yang seharusnya, tunggu papa nak, papa akan jemput kalian " ucap kevin dengan bahagia lalu segera pergi siap - siap untuk menemui Naya dan Anaknya.


Seketika Dunia kevin kembali cerah mendengar kabar keberadaan anak dan istrinya.


Dengan perasaan bahagia kevin langsung pergi meninggalkan kantor menuju dimana keberadaan naya sekarang, semuanya sudah disiapkan oleh anak buah kevin baik dari pakaian maupun kendaraan.


karna sudah tidak sabar kevin menggunakan pesawat yang hanya butuh waktu kurang lebih satu jam namun untuk menuju desa tersebut kevin harus menggunakan mobil sekitar 7/8 jam an lebih untuk sampai di desa tersebut.


"bos kita hanya bisa turun dibandara ini karna hanya bandara ini yang lebih dekat dengan keberadaan nyonya" ujar Anak buah kevin saat berada di dalam pesawat yang sebentar lagi akan Lepas landas.


"tidak masalah" jawab kevin dengan senyum.


"astaga kok ngeri ya liat bos senyum - senyum seperti ini" batin anak buah kevin yang bernama Ryan.


"semuanya sudah siap bos sesampainya kita di bandarakita akan menaiki mobil sekitar 8 jam menuju desa tersebut" ucap ryan.


"hah" kaget kevin.


"sejauh itu kah" sambungnya.


"iya bos karna menurut kabar desa tersebut memang terpencil dan sangat jarang diketahui keberadaannya" jelas ryan.


"bagi saya waktu 8 jam akan saya tempuh dan itu tidak seberapa dengan waktu saya menemukan istriku" ucap kevin dengan bijak.


"gila bos kalau udah bucin kayak gini, tapi semoga nyonya bisa mengubah kesedihan yang di alami keluarga bos menjadi kecerian tanpa abis aamiin..." ucap ryan.


Next part okey ....

__ADS_1


__ADS_2