JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 62


__ADS_3

next part....


"astagfitullah kenzho" gumam naya lalu segera kembali ke tempat ruang tunggu untuk menemui anaknya dan minta maaf karna dirinya sudah meninggalkan kenzho lama akibat kejadian tadi.....


Saat sudah sampai naya langsung memanggil kenzho yang sedang mencarinya kesana - kesini.


"Kenzho" panggil Naya dan langsung menghampiri kenzho.


kenzho menoleh dan langsung berlari memeluk bundanya " nda"


"bunda dali mana ken akut nda " sambung kenzho.


dengan mengelus rambut anaknya dan menyama ratakan tinggi badan naya berkata " maafin bunda nak, bunda ga bermaksud untuk bikin kenzho takut sayang" ujar Naya lembut.


"iya nda" jawab kenzho.


"Antrian nomor 30 atas nama Ibu Naya" panggil seorang petugas.


naya langsung berdiri dan berkata "saya mba" jawab naya.


"ken mau ikut bunda atau mau tunggu sini nak" tawar Naya takut kenzho tidak mau masuk ke dalam ruangan.


"ken ikut bunda aja, ken ga auu di tinggal cendili" ujar Kenzho yang mau ikut bersama bundanya.


"yaudah kita masuk ya ga enak udah di tungguin" ujar Naya lalu mereka masuk ke dalam ruangan.


Saat masuk ke dalam ruangan naya selalu mengucap doa apapun yang terjadi akan iya terima dengan lapang dada dan ikhlas.


"permisi bu" ujar naya sopan ke pada petugas bidan yang berjaga.


"iya silahkan duduk" ujar bu bidan dengan sedikit cuek atau datar karna melihat penampilan naya yang lusuh dan sedikit udik.


"ada keluhan apa" ujar nya.


"ga ada bu bidan, saya kesini mau periksa bu kurang lebih dua bulan ini saya tidak mengalami datang bulan, dan saya juga beberapa minggu lalu mengalami muntah - muntah" jelas naya.


"silahkan berbaring di atas brankar sana" ujarnya menunjuk kasur dan Naya langsung berbaring disana.


Bidan yang bertugas pun langsung memeriksa tekanan darah naya dan meraba - raba perutnya setelah selesai naya pun disuruh kembali ke kursi.

__ADS_1


"coba pakai ini setelah dirumah, sepertinya dugaan saya benar ibu sedang hamil sekitar dua bulanan, untuk memaatikannya ibu bisa langsung menggunakan tespeck" ujar bidan tersebut memberi sebuah tespeck.


"deg"


Jawaban bidan tersebut membuat suatu hal yang tak bisa di ungkapan oleh naya ada perasan senang sedih yang bercampur menjadi satu.


"ya allah apa ini sudah jadi takdirku" batin naya yang menitihkan air mata.


"yasudah sekarang ibu udah bisa keluar karna masih banyak yang mengantri" ujar bidan tersebut dengan wajah yang kurang suka. bidan tersebut memang suka membeda - bedakan pasien jika orang beranda ia akan berperilaku seakan pasien tersebut raja atau ratu dan sebaliknya.


Naya merasa sedikit tersinggung akan ucapan bidan tersebut namun dirinya cukup sadar diri karna dirinya orang yang tak punya.


"terima kasih bu bidan" ujar naya dengan tersenyum dan langsung mengajak kenzho pulang ke rumah.


Pikirannya bercabang dimana suatu kenyataan yang akan mengubah segalanya, apakah anak nya nanti sanggup menerima kenyataan, apakah nanti anaknya malu dilahirkan dari rahim seperti dirinya.


Cukup lama termenung hingga tak sadar jika jalan yang ia lewati menuju rumah hampir sampai.


"unda" panggil kenzho saat melihat bundanya sepwrti melamun.


"ehh iya, ada apa nak" ujar Naya.


"lumah kita hampil sampai unda, unda dali tadi ga fokus unda kenapa" tanya kenzho seakan peka terhadap apa yang saat ini Naya rasakan.


"yaudah sampai di rumah nanti kenzho istirahat ya kan capek udah temenin bunda seharian ini" sambung naya.


"iya nda siap" jawab kenzho.


setelah sampai di rumah naya langsung mencoba tespeck yang di berikan di Puskesmas tadi saat ia periksa. kurang lebih 20 menit akhirnya naya melihat bagaimana hasil dari uji kelhamilan tersebut.


"bismillah" ucap naya sedikit gemetaran.


"ya allah hamba serahkan semuanya kepadamu" doa naya dan langsung melihat bagaimana hasil dari tespeck tersebut.


Sudah tidak kaget lagi jika hasilnya sama dengan pemikirannya, Dua Garis sudah cukup membuktikan sekarang dirinya sedang berbadan dua.


Air mata tanpa sadar jatuh dari pelupuk mata naya dan langsung ia hapus daei jemari tangannya sendiri.


dengan mengelus perut ia berkata " selamat datang nak di kehidupan bunda dan abang nantinya, kamu jangan marah ya sayang kalau bunda mu ini susah nak, kamu harus kuat demi bunda kamu jangan pernah dengarkan apa yang akan kamu hadipi kelak, yang sehat ya sayang, bunda akan berusaha sekuat tenaga biar kamu sama abang ken ga menderita ya nak" ujar naya mengelus perut yang sudah tak lagi rata.

__ADS_1


Naya akan berusaha menghidupi anak anak nya nanti walaupun nyawa akan menjadi taruhan bagi naya, kehidupan ekonomi yang sekarang hanya cukup untuk dirinya dan kenzho bagaumana dengan anak yang ada dikandungannya ini.


"kamu jangan khawatir nak, bunda akan selalu berusaha biar kira ga kelaparan" ujar naya kemudian dia baru ingat.


"kenzho" gumam Naya.


"pasti kenzho senang dengar kabar ini" sambungnya yang akan memberi tahu kenzho berita bahagia ini dan dia berharap kenzho akan menerima adiknya nanti.


****


Semenjak perginya naya yang sudah berbulan bulan kehidupan rumah yang dulu di hiasi keributan anak kecil namun kini sepi seperti tak berpenghuni.


Dan semenjak semua mengetahui kebusukan Calisa semuanya menyesal telah memperlakukan Naya, terutama kevin.


Saat ini kondisi kevin kambali seperti masalalu nya dulu kerja sampai malam, pulang pulang mabuk tanpa berhenti orang tua kevin melarang namun tak memberikan efek jerah kevin selalu membantah bahkan tak mendengarkan ucapan orang tua nya hingga kejadian naas itu datang....


Kini dirumah hanya ada Keysa dan Rania sedangkan keyro berada di taman main - main dwngan babysisternya.


Saat ini keysa sedang duduk di kamar dirinya tak menyangka keluarga nya akan terjadi seperti ini...


Mamanya yang lebih suka mengurung diri kakaknya menjadi gila kerja bahkan sekarang yang mengurus keyro itu diambil babysister karna semua orang berubah dalam sekejab. Keysa sudah mengetahui semuanya namun dirinya tak bisa berbuat apa - apa.


Mendengar percakapan mama dan kakaknya membuat keyaa syok seketika bahkan dirinya tak habis pikir dengan kakaknya bahkan mamanya.


"Ya allah hamba mohon kembalikan kembali keluarga hamba" doa keysa lalu dirinya beranjak dari kamar ingin menuju kamar mamanya.


Keysa akan pelan - pelan berbicara kepada mamanya. saat masuk ke kamar mamanya keysa melihat mamanya melamun sambil mengeluarkan air mata. lalu mendekat dan langsung pelan - pelan ajak bicara mamanya.


"ma" panggil keysa namun tak ada respon sama sekali.


"ma" ujar keysa lalu memeluk lutut mamanya dan tak lama kemudian rania tak sadarkan diri di pelukan keysa.


"Mama" teriak Keysa.


"ma bangun ma ma" ujar keysa sembari memelik mamanya yang sudah tak sadarkan diri.


........


next part okey see you....

__ADS_1


author lagi banyak tugas kuliah harap maklum ya karna emang mau Uts banyak persiapan tq yang udah baca


maaf paet kali ini belum greget hhe


__ADS_2