JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 77


__ADS_3

Happy reading....


Setelah sampai di rumah naya kaget melihat rumahnya yang kini sudah basah karna atap yang bocor.


"Astagfirullah" ucap naya mengusap dadanya.


"Astagfirullah"


"Bunda lumah kita kenapa" ucap kenzho


Naya menghiraukan ucapan kenzho lalu melangkah kedepan namun dicegah oleh kevin karna takut terjatuh.


"Jangan nay nanti kamu tergelincir biar disini aja" ucap kevin.


"Tapi mas" ujar naya


"Biar saya yang beresin" ujar kevin yang memotong ucapan naya.


Dengan pasrah naya hanya diam, yang tadi perutnya merasa sakit ingin BAB hilang seketika saat melihat rumahnya kini berantakan dan penuh oleh genangan air.


Nay dapat melihat bagaimana seorang kevin kini harus bolak balik membawa baskom untuk menadah air hujan jujur naya tidak tega dengan suaminya itu, baju yang sudah basah karna kehujanan dan sampai dirumah harus membenari rumah, naya khawatir suaminya akan sakit.


Lama termenung memperhatikan kevin kemudian rasa sakit itu datang lagi.


"Shhhhshshh"


"Ya allah ada apa ini ga mungkin aku akan melahirkan sekarang " batin naya lalu menoleh ke anaknya.


"Astagfirullah nak maafin bunda yang lupa, ayok ganti baju nanti kamu shhh sakit..." ujar naya sembari menahan nyeri di pinggangnya.


Kenzho hanya mengangguk kemudian masuk ke kamar bersama naya dan langsung mengganti pakaiannya.


"Nda ken kedepan ya mau bantuin tuan" ucap kenzho lalu meninggalkan naya sendirian di kamar.


"Astagfirullah shhhh auhhhhh " ringgis naya mengusap perutnya.


Naya yang mulai kesusahan saat mengganti pakaian karna terhalang perutnya yang besar.


Sakit nyeri kram itulah yang naya rasakan saat ini.


Dengan pelan pelan naya mengganti pakaian dengan daster agar lebih mudah namun saat ia ingin mencari celan* dal*m naya tak menemukannya.


Tidak mungkin naya tidak menggunakan dalaman lalu ia mengambil legging, sedikit kesusahan untuk memakainya namun dari pada ia tidak menggunakan dalam lebih baik ia menggunakan legging.


***


Kevin yang sedari tadi bolak balik menadah air hujan


"Huhu capek juga" ucap kevin.


"Liatlah gue akan renovasi nih rumah biar naya tak kesusahan lagi" sambungnya yang ingin merenovasi rumah naya.


"Mas" panggil naya saat melihat kevin duduk sembari selonjoran kaki.


"Ehh iya kenapa nay" jawab kevin.


"Mas ganti baju dulu nanti sakit" ujar naya


"Bentar lagi nay"


"Mas huhhh ganti baju sana di kamar" ucap naya sekali lagi.


Dengan menghela nafas kevin mengangguk lalu berdiri menuju kamar untuk mengganti pakaiannya.


"Abang ken" panggil naya kepada kenzho

__ADS_1


"Iya bunda"


"Tidur lah dikamar nak, nanti bunda susul ya jangan lupa sebelum tidur pakai minyak angin biar perutnya ga kembung" ucap naya.


Kenzho mengangguk


Naya pergi ke kamar mandi karna merasa ingin buang air kecil, dengan langkh yang sangat hati - hati naya pun ke kamar mandi.


Pov kevin


"Kemana naya" ucapku saat tidak melihat naya di ruang tengah


"Mungkin di dapur" sambung kevin lalu melihat arah dapur namun tidak ada siapa - siapa.


"Nay" panggil kevin


"Naya" ulangnya.


Saat mau masuk ke kamar kembali yang dia lihat kenzho sedang tertidur, tak tega membangunkan akhirnya kevin kembali mencari.


"Naya" ucap kevin


"Apa mungkin dia di kamar mandi" sambunya.


Kevin mencoba mengetuk pintu kamar mandi


Tok tok tok...


"Nay" panggil kevin


"Aduhhh awhhh " naya menahan sakit di bagian bawah perutnya.


"Nay kamu ada didalam " ucap kevin khawatir takut terjadi apa - apa


Cklekk


"Huuuhh iya mas kenapa" ucap naya dengan tersenyum menyembunyikan rasa sakitnya


" ga papa saya khawatir aja kamu dari tadi kemana saya cariin taunya disini" jawab kevin


"Oh iya kamu ga papa kan atau ada yang sakit" khawatir kevin


Naya menggeleng


"Yaudah sekarang kamu tidur aja biar semuanya saya yang beresin" ujar kevin menuntun naya masuk ke dalam kamar


"Sekarang kamu istirahat kalu ada apa - apa panggil aku aja" ujar kevin lalu meninggalkan naya dan kenzho di kamar.


Sebelum kevin tidur ia harus membersihkan bagian yng bocor agar tidurny nyaman


*pukul 02.00*


Dari tadi naya tidak bisa tidur perut nya semakin sakit bahkan anaknya begitu aktif bergerak.


"Nak besok lagi ya bunda istirahat dulu ya" ujar naya mencoba berinteraksi dengan anaknya.


Bukannya mendingan namun semakin sakit bagian bawah perutnya, pinggang nya terasa pegal.


"Auhhh " bolak balik badan mencari posisi nyaman namun tetap saja.


Naya mencoba bangun berdiri karna merasa seperti mau buang air besar.


"Auhhh, kenapa perutku semakin kencang, mau BAB tapi perutku semakin sakit" ujar naya .


Naya mencoba untuk berdiri namun selangka dua langkah kakinya terasa kram tak sanggup untuk berjalan.

__ADS_1


"Yaallah kuatkanlah hamba" doa naya


Dengan pelan - pelan naya menuju kamar mandi saat melewati dimana tempat kevin tidur naya melihat kevin yang sedang menggigil kedinginan.


"Astagfirullah" ujar naya lalu menghampiri kevin.


Saat mencoba menyentuh keningnya kevin terasa panas "yaampun mas kamu demam" ujar naya.


Niat nya mau ke kamar mandi i urungkan melihat kevin yang demam


"Ini pasti gara -gara kehujanan" sambung naya


"Mas" panggil naya membangunkan kevin


"Mas" ulangnya


"Ehhshgg ia kenapa nay" ucap kevin menggigil.


"Pindah kekamar aja ya, mas demam loh" ucap naya


"Ga papa mas disini aja" jawab kevin


"Mas pindah ke kamar" ucap naya lalu kevin bangun untuk pindah ke kamar.


Saat mau pindah ke kamar tiba - tiba perut naya merasa sakit


"Awahhhhhshsh" ringgis naya


Kevin kaget " kamu kenapa nay" ucap kevin khawatir


"Ga papa mas cuman kram aja" ujar naya


"Mas tidur lah di samping kenzho"


"Kamu tidur dimana" ujr kevin


"Ga papa naya nanti tidur di sana " ucap naya menunjung samping kenzho yang artinya kenzho di tengah tengah mereka.


Naya merasa bahwa bagian bawahnya terasa panas seperti ada yang mau keluar dengan cepat naya langsung ke kamar mandi untuk mengecek nya.


"Apa mungkin aku akan melahirkan" batin naya.


** kamar mandi**


Sesampai kamar mandi naya mencoba untuk membuka celana nya walaupun sedikit kesusahan.


"Auhhh sakit"


"Nak kamu mau ketemu bunda ya, besok aja ya nak sekarang hujan " ucap naya mencoba berbicara kepada calon anak nya


Naya merintih kesakitan, sakitnya jauh 3 kali lipat dibanding tadi, keringatnya bercucuran dan ia merasakan daerah vaginanya basah namun ia tak berani melihatnya.


Dalam hati naya terus mengucap doa keselamatan


"Akhh... sakittttt... akhh ... akhhh" ucap naya memeluk perutnya yang sakit.


Naya mencoba melebarkan kaki nya dan meraba bagian bawah dan ternyata.....


****


Happy new year maafin author yang jarang up, nanti author usahain biar banyak up yaww


Next part gaiss


See youu

__ADS_1


__ADS_2