JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 59


__ADS_3

next part ya...


Sudah beberapa hari setelah kejadian dimana kevin mengatakan kenyataan yang sebenarnya tentang siapa kenzho sebenarnya.


semenjak itulah rania mengurung di kamar tidak mau menemui siapa pun termasuk kevin...


"hiks.. hikss... cucu ku" lirih rania dengan sembab sambil memeluk guling.


"maafkan oma nak, oma jahat selama ini sama kamu... kamu dimana sekarang kenzho hiks...hiks" ucap rania dengan tatapan kosong.


Rania menyesal akan perbuatannya selama ini dirinya tak menyangka ternyata cucu yang selama ini ia sayang itu bukan darah daging anaknya.


"Naya... "


"kamu dimana maafkan mama nak.." tangisan pilu yang keluar dari mulut rania begitu menyayat hati.


dirinya selalu dihantui bayangan - bayangan dimana selalu menyiksa naya bagaimana perbuatannya saat kenzho dikandungan bahkan saat kenzho sudah hadir di muka bumi ini pun tak ada kesan yang baik.


"kenzho"


rania tak mau menemui orang saat ini dia di hantui rasa bersalah bayangan - bayangan dimana naya dan kenzho selalu ia perlakukan dengan buruk.


setelah kejadian kevin mengatakan yang sebenarnya rania langsung pulang bahkan keyro yang menegurnya saja ia tak balas...


Rania sudah tau, semua ini adalah perbuatan calisa bahkan sekarang pun rania tak memikirkan lagi keyro yang statusnya anak kandung calisa.


Rania kecewa terutama kepada dirinya sendiri harusnya ia bersyukur mendapat menantu sebaik naya namun dokrin yang di rencanakan oleh calisa lah yang sukses membuat rania benci dengan Naya.


Kevin yang selalu membujuk mamanya untuk makan pun tak mempan bahkan keysa pun sendiri tidak tau apa yang terjadi antara kakak dan mamanya. Kevin hanya berpesan agar dirinya tetap merawat keyro saat ini.


Tok...tok..tok...


"ma" teriak kevin dari luar kamar.


"ma mama makan ya" sambungnya namun lagi - lagi rania enggan bertemu kevin.


"ma kevin mohon ma" lirih kevin yang seakan putus asa.


"ma kevin lebih menderita ma, kevin sudah jadi papa yang jahat untuk anak kevin sendiri" sambungnya, lagi - lagi ia teringat bayangan - bayangan kenzho dan naya.


"kevin mohon ma, jangan menambahi beban kevin saat ini, kevin ga sanggup ma " unek unek kevin.


Cklek..


pintu kamar rania terbuka dan saat seseorang itu muncul di hadapan kevin, kevin kaget melihat mamanya seperti sekarang.


muka pucat mata sembab tatapan kosong seakan tak ada gairah kehidupan sama sekali.


"ma " ucap kevin menutup mulutnya melihat kondisi mamanya seperti sekarang.


"ma hiks" tangis kevin memeluk mamanya namun tak ada respon sama sekali.


"maafin kevin ma, kevin tau kevin salah tapi kevin mohon ma, kevin ga mau liat mama seperti sekarang hiks..hiks" tangis kevin bahkan kevin sudut di hadapan mamanya mencium kaki rania.


"ma... kevin mohon kevin minta maaf" sambungnya.

__ADS_1


"cari cucuku" jawab rania dengan datar tanpa ekspresi.


"iya ma kevin janji bakalan cari naya dan kenzho, kevin janji ma" ujar kevin mantap dan langsung memeluk rania.


"kevin janji ma hiks,," ujar kevin.


"hiks..hiks..hiks " tangis rania saat kevin memeluk dirinya.


"kevin bakalan berusaha cari mereka ma" lirih kevin.


"iya kamu harus janji bawa mereka ke mama nak" ucap rania dan kevin hanya mengangguk.


"yaudah sekarang mama makan dulu, kevin ga mau mama sakit" ujar kevin lalu membawa mamanya masuk ke kamar dan langsung menyuapi mamanya makan.


"kevin janji ma, akan bawa naya dan kenzho" batin kevin sambil menyuapi mamanya makan.


Lihatlah tubuh yang dulu berisi kini sedikit kurus akibat tidak makan namun banyak beban pikiran.


Dengan telaten kevin menyuapi mamanya namun disuapan terakhir kevin kembali memuntah dan cepat - cepat masuk kamar mandi...


"hoek...hoek" muntah kevin di wastafel kamar mandi.


Rania yang melihat itu langsung menyusul anaknya dan langsung memijit lehernya.


"kamu kenapa nak, " tanya rania kepada kevin, ia heran kenapa sampai sekarang anaknya selalu muntah - muntah seperti orang hamil.


"ga papa ma, mungkin kevin masuk angin aja" jawab kevin.


"hoek..hoek" kevin kembali memuntahkan isi yang ada di perutnya.


"yaudah kamu istirahat aja dulu mama ambilkan minyak kayu putih dulu" ujar rania lalu mengambil minyak kayu putih.


"mangga" pikiran kevin tiba - tiba terbayang dengan mangga muda.


"nih mana leher mu" ujar rania setelah mengambil minyak kayu putih.


"kevin ga mau ma" jawab kevin yang menutup mulut saat minyak kayu putih di buka.


"tutup ma kevin ga mau hoek..hoek..hoek"


"kamu kenapa sih vin, biasa nya juga mau pakai minyak kayu putih" ujar rania heran.


"tutup ma" perintah kevin lalu rania menutup minyak kayu putih dan menyingkirkannya dari hadapan Kevin.


"huhhh" legah kevin


"ma kevin mau rujak mangga tapi mangganya yang muda" ujar kevin yang tiba - tiba.


"apa" teriak rania.


"jangan gila kevin nanti kamu sakit perut" sambungnya.


"please ma kevin mau mangga" ucap kevin seperti anak kecil yang berkaca - kaca.


"kamu aneh vin kayak orang hamil aja" ujar rania.

__ADS_1


"hamil" gumam kevin.


"iya sama kayak papa mu dulu waktu hamil kamu, yang ngidam papa bukan mama" ujar rania.


"ga mungkin naya hamil" batin kevin yang bertanya - tanya.


"yaudah sekarang kamu istirahat aja, mama juga mau istirahat - mama capek nak" ujar rania lalu mengusir anaknya dari kamarnya.


"yah mah, mangga kevin gimana?" ujar kevin.


"go food aja" jawab rania lalu menutup pintu kamarnya.


"tapi kevin maunya mangga dari mama" gumam kevin dengan sedih lalu meninggalkan kamar mamanya dan kembali ke kamar.


******


di sebuah gedung besar ada seorang pria yang sedang fokus memeriksa dokumennya dan tak lama kemudian ada seorang sekertaris masuk ke dalam ruangannya sambil mwmbawa file dokumen.


"selamat siang pak" ujarnya dengan ramah.


"hmm gimana" jawab pria tersebut tanpa basa basi.


"ini pak hasilnya" jawab sekertaris tersebut memberikan file kepada bosnya.


"keluar " usir bosnya laly sekertaris tersebut keluar dari ruangan bosnya.


saat pria tersebut membuka dokumen betapa kagetnya saat ia membaca surat yang berlogokan rumah sakit.


"99% cocok"


"ternyata selama ini aku ..." ujar nya dengan rasa tidak percaya.


"sudah mempunyai cucu" sambungnya dengan gembira.


"kamu ganteng sekali nak, tunggu kakek ya ada saatnya kita akan bertemu sayang" ujar pria tersebut.


"dasar anak sialan itu harus aku kasih dia pelajaran, sudah selama ini aku diam dengan tingkahnya sekarang dia harus bertanggung jawab" sambung nya dengan tegas.


pria tersebut memandang foto dan dokumen yang dikasih sekertarisnya atau orang kepercayaannya selama ini untuk memantau anaknya.


dirinya tak pernah menyangkah ternyata sudah mempunyai cucu yang sudah besar.


"cepat kamu urus anak sialan itu, ia harus di beei pelajaran" ujar pria tersebut saat menelpon seseorang.


"siap bos" jawabnya di seberang sana lalu pria tersebut langsung mematikan telpon nya.


*****


**Terima kasih atas partisipasi kalian yang sudah meluangkan waktu untuk baca novel author ya...


untuk pengumuman bakalan author umumin tanggal 5 oktober 2021 ya.


masih ada kesempatan untuk kalian yang belum ikutan.


buruan ikutan ya

__ADS_1


thank you.....


see you next part okey**....


__ADS_2