JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 47


__ADS_3

...๐Ÿ‘‹Assalamualaikum ๐Ÿ‘‹...


...maaf ya kalau part nya hanya sedikit ๐Ÿ“–๐Ÿ“’...


...owh iya makasih ya atas masukan kalian ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜...


...jangan lupa jaga kesehatan ๐Ÿ˜...


...follow ig author ya :Kyanawijaya...


...terima kasih jangan lupa tinggalkan jejak โค๏ธโค๏ธโค๏ธ...


...happy reading๐Ÿ“–...


waktu kian cepat tak terasa kini sudah menunjukan pukul 8 maoam dan itu artinya kevin harus segera mengambil uji lab Tes DNA yang dia lakukan tadi siang.


"bissmillah" ucap Kevin yang gugup mengambil uji sample Dna tersebut. saat ia memasuki ruangan dengan perasaan yang tak karuan jujur perasaannya saat ini tak bisa di deskripsikan.


Dengan tampang yang dingin dan mata yang tajam tersebut selalu memandang dokter yang sedang bekerja.


"mana surat yang saya mau" ucap Kevin penuh dengan penekanan untuk menutupi perasaan yang tak karuan ini.


"ini,, t,uan" ucap dokter yang ketakutan melihat dengan siapa ia berurusah.


dengan cepat kevin mengambil nya lalu membuka dan itu juga membiat dia kaget seketika.


99% cocok


deg


"ga ini ga mungkin ini ga mungkin" rancau kevin


"wanita biada*, berani - beraninya ia membohongi" sambung kevin meramas kertas yang ada di tangannya lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


saat ini kevin pergi menuju ruangan keyro disana kevin dapat melihat mamanya sedang memeluk keyro sangat erat.


"ma" lirih kevin melihat adegan tersebut.


"apa yang akan mama lakukan setelah tau kebenaran ini hiks" ucap kevin menahan air matanya mengingat semua kelakuannya selama ini.


"biad*b lo udah bohongin gue calisa" teriak kevin langsung duduk di bawa kursi.


"apa yang harus aku lakukan naya tak sudih menerima ku lagi " lirihnya lalu berdiri dan pergi meninggalkan rumah sakit tersebut ke sesuatu tempat.


"sayang maafin aku hiks,,,hiks,," tangis kevin dengan pilu lalu memukul stir berapa kali. Tujuannya saat ini ingin meminta bantuan kepada Edo karna hanya edo yang mengerti kondisinya saat ini.


"ya gue harus menemui Edo" ucap Kevin menemui Edo di apartemen nya.


sesampainya di sana ia langsung masuk tanpa embel - embel permisi seperti masuk ke rumah nya sendiri. disana kevin melihat bahwa edo sedang tidur pulas di kasurnya yang empuk.


"bro bangun" ucap kevin.


"mmm"


"bro " panggil kevin lalu edo bangun dan melihat setengah sadar.


"lo siapa " teriak Edo melihat kevin dengan kondisi seperti sekarang.


"kevin" ujar kevin lalu edo pun tersadar.


"gila lo habis ngapain muko loh kayak habis putus cinta dan juga penampilan lo kek bukan seorang bos aja" cecar Edo yang aneh melihat penampilan kevin yang sangat jauh dari kata sempurna.


"bro ken,,zho" lirih kevin terputus putus.


"apasih lo, kenzho atau keyro" kesal Edo.


"kenzho" lirih kevin memijat kepalanya.


"paan" jawab Edo dengan kesal.


"dia anak gue hiks,,hiks" lirih kevin menitikan air mata, edo yang mendengar itu semua heran kenapa kevin bicara seperti itu.


"Emang kenzho anak lo vin, emang kenapa hah" ucap edo yang masih sabar, dia mmberikan waktu untuk kevin menjelaskannya.


"gue papa yang kejam do, gue udah siksa dia selama ini hiks,,hiks" lirih Kevin mengingat semua perilakunya kepada kenzho selama ini terlebih lagi kepada Naya.


"gue selama ini udah buat mereka menderita do, gue menyesal gue menyesal" teriak edo meluap kan semua rasa bersalahnya selama ini.


"gue menyesal do, gue harus apa hiks,,, gue ga nyangka calisa bakalan sejahat ini sama gue," sambungnya yang mulai melemah.


"keyro ya keyro, ternyata selama ini dia bukan anak gue" ucap kevin yang tak bisa berkata - kata lagi.


"gila gue kira lo selama ini baik - baik aja setelah kematian Calisa, nyatanya lo udah bikin istri dan anak lo sendiri menderita, ayah macam apa lo hah" teriak Edo


"gue tau do gue salah, tapi apa pantas gue dimaafkan hah" teriak kevin ke Edo hingga membuat edo kesal.


"lo salah ya lo minta maaf" ujar edo yang mulai menstabilkan suasana.


"gue harus apa do" ujar kevin.


"MINTA MAAF BANGS*T" tekan edo.


"lo harus minta maaf sama naya," sambungnya.


"gue udah siksa dia selama ini apa dia mau maafin gue" gumam kevin yang sangat merasa bersalah.


"gue mau nenangin diri dulu do, gue belum sanggup untuk bertemu dengan naya, gue ga sanggup bagaimana anak yang selama ini gue benci ternyata anak gue,,, gue ga sanggup lihat muka mereka,,, gue ga sanggup hikss" ucap Kevin yang sangat kacau edo yang melihat ini pun kaget karna untuk pertama kalinya dia melihat seorang kevin yang dingin arrogan bisa menangis di hadapannya.

__ADS_1


"lo tenangin diri lo sebelum menemui naya, gue yakin naya akan maafin lo dia itu orang baik" ucap Edo menenangkan sahabatnya.


"ya gue harus pastiin sekarang apa hubungan calisa dengan seorang yanh ada di club itu" ucap kevin pergi ke club dimana ia bertemu dengan Naya hingga menimbulkan kejadian yang tak senonoh dan akhirnya naya dan kevin bisa menikah di hadapan warga kosan naya.


"lo mau kemana" teriak Edo.


"Club" jawab kevin yang langsung meninggalkan apartemen Edo.


mendengar itu semua Edo langsung berpikir negatif " gila harusnya dia pulang dan minta maaf bukan malah ke club dasar bego" kesal Edo lalu tertidur kembali.


setelah kurang lebih 30 menit Edo bangun karna ikut kepikiran tentang Kevin yang pergi ke club dan akhirnya Edo pun menyusul Kevin.


"gila kalau bukan teman gue mana sudi gue nginjak tanah itu" kesel Edo.


"nyusahin banget sih kevin aishhhhhjhhh, gue harus minta bantuan Jio ya jio " ucap Edo lalu menelpon Jio.


TUT...TUT...TUT.


berdering


"kemana sih nih anak, lagi ngenting kaya gini malah ga angkat telpon" gumam Edo lalu tanpa pikir panjang langsung pergi meninggalkan apartemen menuju Club tempat Kevin.


*POV KEVIN*


"Kenyataan yang membuat dunia ku hancur, orang yang ku benci selama ini ternyata darah daging ku sendiri hiks,,, hikss,,, hiks,,, maafin papa nak, maafin papa aaaaaaaa dasar perempuan biada* " lirih kevin membanting stir di dalam mobil.


"kenapa kau harus mati calisa, kenapa hah kau liat saja nanti apa yang akan ku lakukan" sambungnya mengepalkan kedua tangan.


Sesampainya di Sebuah Club dimana awal mulanya masalah datang, Masalah dimana dirinya bertemu dengan Naya tanpa sengaja.


"bangunan ini, banguan ini menjadi saksi dimana orang yang telah menjebak ku" ucap Kevin menatap bangunan tersebut dengan tergesah kevin pun masuk ke dalam Club.


Setelah masuk kedalam ia mencari seseorang, ya seseorang yang akan menjadi kepastian awalnya.


"panggilkan bos mu" ucap Kevin kepada pegawai tersebut dengan mata tajam dan tatapan dingin.


"tid,,ak ada tu,,an" jawab pegawai tersebut dengan terbata - bata.


"panggilkan sekarang juga" teriak kevin memegang kera baju pegawai tersebut.


"iya tuan" ucap nya lalu berlari memanggilkan bos yang punya bar tersebut. kevin pun duduk sembari menunggu hingga ada dua orang wanita cantik dengan berpakaian seksi menghampirinya.


"tuan kita gabung ya" ucap wanita tersebut sambil bergelayut dengan kevin.


"kita minum ya sayang, minumannya enak loh sekali kali kita nyicip ya" ucap wanita yang satunya sambil mengedipkan mata.


"cih ******" batin kevin lalu menghempaskan tangan wanita tersebut dari tubuhnya.


"lepaskan!!!" ucapnya namun wanita tersebut semakin menggoda.


"saya peringatkan jangan menganggu saya, hah" ucap kevin lalu wanita tersebut pergi dengan perasaan kesal.


"liat saja kau akan jatuh berlutut meminta minta sama ku" batin wanita tersebut tidak terima akan perlakuan kevin yang membuat nya malu.


"tidak ada satupun yang menolak ku dan kau sudah berani - beraninya menolak ku, liat saja nanti" sambungnya berseringgai meninggalkan kevin yang sedang menahan Emosi.


setelah membuat keributan akhirnya yang mempunyai bae tersebut datang menghampiri Kevin.


"tuan kevin ada apa ingin bertemu dengan saya" ucapnya formal.


"gue mau minta bantuan lo lex" ucap Kevin.


"bantuan apa bro" jawab Alex.


"gue mau liat cctv kurang lebih 2 tahun yang lalu" ucap kevin tanpa ekspresi.


"gila lo udah lama banget itu, emang kenapa sih" ucap Alex yang tak mengerti.


"gue ada perlu" jawab kevin seadanya.


"gue coba liatin ya tapi gue ga janji file nya masih atau ga, yang jelas gue bisa bantu lo" jawab Alex lalu mengajak Kevin ke ruangan khusus CCTV.


tanpa permisi alex pun masuk ke dalam ruangan tersebut dan disana ada orang yang berjaga.


"ada apa tuan alex, ada yang bisa saya bantu" ucap Pegawai tersebut.


"saya mau minta kamu mencari CCTV sekitar dua tahun yang lalu" ucap alex datar.


"bulan berapa kalau boleh tau tuan soalnya file kita banyak yang hilang" ucap pegawai tersebut.


"mmm" hanya deheman jawaban alex, kevin yang melihat itu hanya terdiam tanpa ikut campur karna saat ini pikirannya hanya kenzho dan naya.


"saat gue datang kesini kalau ga salah bulan mei tahun lalu" jawab Kevin dengan cepat pegawai tersebut langsung mengecek file cctv bulan mei dan ternyata.


"maaf tuan sebagian file CCTV bulan mei ada yang hilang " jawab pegawai tersebut.


"ahhhh ini pasti ulah calisa gue yakin" kesal Kevin.


"tuan ini seperti nya tuan sedang meminum lalu pergi ke arah Wc" ucap tiba - tiba pegawai tersebut.


Dengan spontan kevin melihat ia ingat sekali kenapa ia bisa ke kamar mandi karna menahan hasrat nya.


"ini ada wanita tuan yang memberi tuan minum tapi muka nya tak jelas" sambungnya.


Disana kevin bisa melihat ada seorang wanita mencampurkan sesuatu ke dalam minumnya dan Seperti perawakan tubuhnya itu Calisa kevin yakin itu calisa.


"calisa" ucap Kevin spontan.

__ADS_1


"siall selama ini gue di jebak" pukul kevin pada dinding pintu.


"kau keluar ambilkan minum untuk tamu saya" perintah Alex melihat kevin yang sedang kacau.


"vin duduk lo bisa cerita sama gue" ucap alex yang tiba - tiba membawa Kevin duduk di sofa.


"gue udah siksa anak gue sendiri lex, gue dijebak " ucap kevin seadanya.


"coba lo cerita sama gue yang jelas, kali aja gue bisa bantu" tawar alex.


kevin bukan tripikal yang membokar semua masalah hanya orang tertentu yang bisa ia percayai.


"calisa udah jebak gue " jawab kevin.


"permisi tuan" ucap pegawai membawa minum.


"ya letakan disini, kamu keluar sekarang juga" perintah Alex.


"vin lo minum dulu biar lo tenang" ucap alex lalu kevin meminum segelas air tersebut.


"gue ga tau apa yang terjadi, tapi mending lo selidiki dulu jangan ambil keputusan sepihak" ucap alex yang memberi saran kepada kevin.


***


tak terasa sudah 10 menitan lebih alex memberi saran kepada kevin namun entah kenapa ada yang aneh akan gerak gerik kevin sedari tadi dan itu alex menyadari.


"vin lo kenapa gelisah gitu" ucap alex merasa heran.


"ga tau panas" jawab kevin


"panas" gumam alex


"ruang ini kan pake ac" sambung alex di dalam batin.


"ahhh gue ga tahan lagi" teriak kevin sedari tadi menahan.


"dimana toilet" tanya kevin.


"disamping" jawab alex lalu kevin meninggalkan ruangan tersebut dengan terburuh - buruh.


"vin lo kenapa" susul Alex.


"ahhh sial gue kenapa" gumam kevin terhadap dirinya sendiri. dengan cepat kevin masuk ke dalam toilet ada hasrat yang ia tuntaskan.


setelah 5 menit kevin keluar disana terdapat wanita yang ia jumpai tadi menghampiri dirinya dengan gaya berlenggak lenggok.


"sial" gumam kevin.


"ayo kita ke kamar, aku akan tuntasin hasrat mu" ucap nya dengan menggoda.


"sial minggir kau" usir kevin namun wanita tersebut dengan kurang ajarnya memegang alat kelaminnya yang sedari tadi sudah ia tahan.


"ternyata punya mu besar" bisik wanita tersebut dengan cepat kevin mendorong dan meninggalkan ruangan tersebut.


"gue ga tahan" gumam kevin yang sudah tidak tahan lagi menuntaskannya.


"aku udah siapin kamar ayok " ajaknya.


"Kevin" panggil Edo yang sedari tadi sudah melihat adegan yang tak senonoh.


"do" jawab kevin seakan minta tolong.


"biar gue yang urus" ucap Edo mendekat ke arah wanita tersebut.


"siap - siap lo setelah ini akan di mangsa" ucap edo dengan tajam dan wanita tersebut langsung ketakutan melihat itu.


"do" panggil kevin yang sudah tak bisa menahan apa pun lagi.


"to,,long,, gue" sambungnya, Edo yang melihat itupun langsung mengerti apa yang akan ia lakukan setelah ini.


"gue tau sini gue bantu" ucap Edo memapah kevin pergi meninggalkan bar tersebut menuju mobil yang terparkir.


Edo membawa kevin kemana tempat yang semestinya atau bisa disebut menuntaskan hasratnya, Edo yang melihat itupun kasihan kepada kevin.


"panas,, gue ga tahan pengen nuntasin nya bro" ucap kevin melemah.


"sabar gue akan bawa lo kemana tempat lo semestinya" ucap Edo lalu membawa mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah yang bak istana.


"ahhhhhh" teriak kevin.


"sabar bro, lo kayak udah bertahun - tahun aja gak nganu" canda Edo.


"gue ga tahan lagi bro" ucap kevin melemah.


"sebentar lagi kita sampai lo diam aja" ucap Edo.


Dengan kecepatan yang super edo mengendari mobil bak ke setanan agar cepat sampai.


............


...makasih yang sudah nanyain author hehe...


...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐ŸŒน๐Ÿ...


...thank you buat yang udah baca...


...next bakalan up...

__ADS_1


__ADS_2