JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 67


__ADS_3

Happy reading...


Di sebuah restoran bintang 5 dimana ada seseorang sedang menunggu rekannya, restaurant ini sudah di booking hingga tak ada satu pun yang bisa masuk ke dalam ruangan yang telah di sediahkan.


Tak lama kemudian Kevin datang dengan sendirinya, kevin yang mencari- cari orang seperti kebinggungan.


"hendra cepat arahkan dia kesini" ujar orang yang sedang menunggu kevin sedari tadi.


"baik tuan" jawab orang suruhannya yang bernama hendra.


Dengan langkah cepat hendra menghampiri kevin lalu berkata " permisi tuan, mejanya ada di atas sana, bos saya sedang menunggu di sana" ujar hendra membungkukan badannya.


Mendengar itu semua kevin langsung mengikuti arah yang telah di beritahu tadi.


Langkah semakin dekat hati kevin gelisa akan keputusannya nanti.


"selamat siang tuan kevin" ujarnya lalu berjabat tangan.


"selamat siang tuan wijaya" jawab kevin menerima uluran tangan namun aura yang di pancarkan seperti tidak bersahabat.


"silahkan duduk" ujar tuan wijaya yang disebutkan oleh kevin karna memang kevin sudah tau dengan siapa dia berhadapan saat ini.


Tuan wijaya adalah rekan kerja dari perusahaan kevin itu sendiri bahkan bisa dikatakan perusahaan nya setara dengan tuan kevin namun perusahaan kevin masih maju diatas perusahaan wijaya company.


Kevin tak menjawab ucapan wijaya dia langsung duduk dan langsung menanyakan inti tanpa basa basi.


"kenapa anda mengundang saya kesini" ujar kevin dengan datar.


"santay nak, kita tidak lagi di perusahaan atau membahas pekerjaan" ujar tuan wijaya yang santay menghadapi Kevin.


"langsung ke inti" ujar Kevin.


"sepertinya anda sudah tau apa maksud dan tujuan saya mengundang anda" sarkas wijaya tanpa basa - basi.

__ADS_1


kevin hanya diam tanpa menyangga ucapan wijaya.


"anda sudah tau apa maksud dari tujuan saya mengundang anda kesini, ini berkaitan dengan keyro" sambungnya.


Kevin yang mendengar itu langsung mengepalkan tangan nya namun ia sadar dengan siapa dia berhadapan, kalau bukan melihat usia mungkin sudah kevin kasih bogeman mentah namun lagi lagi dia masih memandang wijaya seperti Orang tuanya.


"lantas" jawab kevin datar


"mungkin kamu sudah mendengar kabar apa yang akan om sampaikan nak" ujar Wijaya yang mulai menggunakan bahasa non formal.


Ya kalau di luar pembicaraan kevin selalu memanggil wijaya dengan sebutan Om karna tuan wijaya itu sendiri adalah sahabat akrab dari mendiang ayahnya.


"om meminta maaf sebesar - besarnya ke keluarga kamu nak atas masalah yang di lakukan oleh anak om, jujur om baru tau apa yang dilakukan oleh anak om, om selalu fokus akan kerjaan tanpa memperhatian dia nak, om yang salah maafkan om nak" lirih wijaya yang merasa bahwa apa yang dilakukan anaknya ini sungguh kelewatan bahkan sudah banyak korban akan kejadian ini.


"apa anda tau bahkan anak anda sudah merusak rumah tangga saya hah!!!" teriak kevin yang emosional. dia tidak terima apa yang terjadi di keluarga namun dirinya juga ikut adil akan permasalahan ini muncul.


"anda tau bahwa anak dan istri saya saat ini pun pergi meninggalkan saya hah, apa sekedar kata maaf bisa mengembalikan istri dan anak saya!" sambung kevin yang tak sadar mengeluarkan setetes air mata di ujung mata itu.


"yang membuat saya sakit hati dan ga bisa memaafkan anak anda dan pacarnya itu atau mantan istri saya clarissa, mereka sudah membohongi saya akan identitas anak kandung saya, bahkan mereka memutar balikan fakta terhadap istri saya" kevin masih mengeluarkan segala unek - unek nya namun dia tak bermain tangan karna dia sadar bukan tuan wijaya yang salah namun anaknya yang biad*b itu yang salah.


"om tau nak kalau kesalahan yang dibuat anak om itu sangat fatal, om ga bisa membalikan kondisi nak, om ikut adil dalam hal ini dimana om ga becus jadi orang tua, tapi om ga bisa buat apa - apa nak, om bahkan rasanya ingin ceoat - cepat menemui tantemu tapi om sadar anak om sudah meninggalkan luka yang berat untukmu bahkan kepada keyro" lirih Wijaya. namun hanya mereka berdua tanpa ada siapa pun.


"kamu boleh tuntut om nak, kalau dengan begitu kesalahan anak om sedikit berkurang, om terima nak karna sekarang ini dia sedang om beri hukuman, mungkin hukuman itu tidak setimpal dengan penderitaan kamu selama ini tapi setidaknya dia akan menyadari perbuatannya, om takut jika umur om tidak lama lagi namun perilakunya tidak berubah, mungkin tante bakalan kecewa kepada om " lirih wijaya, sedikit meneteskan air mata di ujung mata tersebut.


wijaya mempunyai sifat kejam namun dia juga mempunyai sisi lembut bahkan kemanusian terhadap sesama tanpa semua orang tahu hanya hendra orang tangan kanan tuan wijaya yang tahu bagaimana kebaikan bahkan pengabdian tuan wijaya selama ini.


Kevin sebenarnya kaget akan wijaya yang dia tau selama ini tuan wijaya mempunyai sifat kejam yang sama seperti dirinya namun hari ini tuan wijaya membuktikan bahwa orang yang kita sayangi akan mengubah sifat kejam itu sendiri.


"maafkan anak om nak" sambung wijaya yang sedikit menunduk.


kevin yang tak tega baginya permasalahan ini timbul karna anaknya dan tuan wijaya tidak ikut campur akan permasalahan atau perbuatan anaknya.


"om hanya ingin dimasa tua om, om ingin menghabiskan bersama cucu om nak, om tak tau mungkin seharusnya om malu mengatakan ini kepada mu tapi apa salahnya jika om memohon kepadamu agar kamu memberi izin keyro dekat sama om nak," ujar wijaya yang menginginkan masa tuanya dihabiskan bersama cucunya.

__ADS_1


"om tau kan bagaimana kondisi saya saat ini, dengan teganya om mau mengambil anak yang sudah kevin besarkan walaupun itu anak dari anak om sendiri" ujar kevin dengan sinis.


"bukan begitu nak maksud om, om tau kondisi kamu sekarang tapi om mohon kasih kesempatan om buat dekat sama keyro nak," ujar wijaya.


"Om akan bantu nak mencari istri dan anakmu om akan kerahkan semua detektif bahakan orang suruhan om pun akan om kerahkan, tapi tolong jangan jauhkan om sama keyro" sambung wijaya.


"keyro" batin kevin


"om sangat berterima kasih nak, kamu sudah merawat keyro dari bayi hingga besar saat ini, bahkan saat kamu tahu keyro bukan anak kandungmu tapi kamu masih baik dengannya om ga tau harus balas apa kebaikanmu, om sangat berterima kasih sekali nak"


"om mohon nak," ujar wijaya lalu memohon kepada kevin


kevin yang melihat om wijaya yang memohon langsung mengangkat dan memeluknya.


"om" jawab kevin menangis di pelukan wijaya.


"hiks kevin ga kuat om" lirih kevin.


kevin memang mempunyai hubungan baik kepada wijaya karna semenjak kematian papanya, om wijaya selalu membantunya hingga sukses seperti sekarang bahkan dirinya pun sudah di anggao anak sendiri oleh wijaya hingga membuat kecemburuan sosial terhadap anak kandung wijaya.


"tumpahkan rasa kesalmu nak, bagi sama om" ujar wijaya sembari memeluk kevin....


"maafkan kesalahan anak om nak" ujar wijaya pelan...


***


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakuh


makasih buat pembaca yang sampai sekarang masih setia membaca cerita author....


thank you


see you next part....

__ADS_1


__ADS_2