JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 74


__ADS_3

♥️Happy Reading....


dengan cepat kevin langsung mendekat dan berkata..." Berapa semua hutangnya" ujar kevin dengan lantang...


"anuu...." ibu tersebut sedikit kaku karna terpanah akan orang yang ada di depannya ini.


"berapa " ucap kevin dengan dingin dan mata tajam.


"semuanya 50 ribu Rupiah" jawab ibu tersebut.


Kevin lalu mengeluarkan uang dari dalam dompetnya lalu memberikan beberapa lembar uang merah kepada ibu warung tersebut.


"segini cukup saya kira cukup" ujar kevin


"cukup tuan, tuh liat naya masih untung ada orang baik yang mau menolong kamu" ujar ibu tersebut sedikit menyindir naya.


"tapi..." naya mau menyangga namun dengan cepat kevin menggeleng dan langsung merangkul naya.


dengan spontan naya kaget dan ada getir yang berbeda.


"jangan sekali kali anda mencaci istri saya, kalau sekali lagi saya terdengar dari mulut mu akan saya buat perhitungan dengan anda dan warung mu ni akan saya hancurkan" ujar kevin dengan tajam.


"sudah tuan sudah saya ga papa" ucap naya.


"saya ga terima istri saya di buat seperti ini" nada datar membuat naya ngeri seketika.


Kenzho yang melihat itupun dengan spontan langsung memeluk kevin karna takut aura yang di pancarkan membuat semua orang takut.


"yaudah ayok sayang kita pulang" ucap kevin lalu memeluk pinggang naya dengan sebelah tangan sembari mengusap perut naya.


dug dug


"Auhh" ringis naya


"kamu kenapa" khawatir Kevin.


Naya hanya menggeleng


"ga papa tuan" ucap Naya


"kamu tahu ya ini ada ayah, maafin bunda nak kamu baru ngerasain di dekat ayah" batin naya sembari memegang perut buncitnya.


Sepanjang jalan kevin selalu memeluk naya bahkan dengan kesempatan kevin selalu mengelus perut naya.


elusan itu membuat anak nya aktif sehingga naya kadang merasakan tendangan aktif dari bayinya.


"kamu capek?" tanya kevin melihat naya ngos ngosan saat berjalan.


"ngga tuan"


"mau aku gendong aja aku kasihan liat kamu jalan seperti itu apalagi kandungan kamu udah besar" perhatian kevin namun lagi - lagi naya tidak mau menerima tawarannya.


"bunda" panggil kenzho tiba - tiba.


"iya nak" jawab naya.


"bunda ken nanti mau ngaji soalnya kemalen ken ga masuk" celoteh kenzho sedari tadi hanya diam.


"iya nak nanti ken ngaji ya, maafin bunda ya kemaren ken ga masuk karna bunda" ujar Naya.


Di sepanjang jalan mereka seperti keluarga bahagia banyak yang heran kenapa ada laki - laki yang tampan bersama naya.

__ADS_1


namun lagi - lagi kevin diam dia hanya fokus kepada anak dan istrinya.


setelah menempuh jalan kaki kurang lebih 10 menit akhirnya mereka sampai di rumah naya.


Naya langsung ke dapur dan segera masak untuk makan siang walaupun sedikit kesusahan tapi naya tetap ikhlas melakukannya.


kevin yang sedari tadi melihat bagaimana kehidupan naya yang sangat miris membuat dia meneteskan mata sungguh dirinya adalah manusia yang paling kejam sehingga membuat anak dan istrinya menderita seperti ini.


" Maafin aku nay aku hanyalah laki - laki pecundang yang tak tahu malu akan perbuatan ku selama ini hiks..hiks" ujar kevin di dalam hati yang sedari tadi memperhatikan Naya masak dengan meniup - niup kayu bakar.


"huuu huuu huuu" tiup naya.


"nay" panggil kevin mendekat ke arah Naya.


"iya tuan" jawab naya tanpa menoleh ke arah kevin.


"sini aku yang masak kamu istirahat aja" ujar kevin


"ga papa tuan biar saya aja yang masak " tolak Naya.


"kali ini aja nay dengerin omongan aku, aku mohon kamu itu pasti capek" ujar kevin memelas karna dia tak tega melihat naya dengan kondisi yang lela lalu memasak dan apalagi harus menggunakan kayu bakar.


"tapi"


"sini yok kamu duduk disini biar aku aja kamu arahin aja mau masak apa biar aku yang masak hehe" ujar kevin cengengesan.


Kevin lalu mengajak naya duduk di pinggir lalu selonjoran agar kaki nya tidak keram lalu dirinya memasak sesuai intruksi naya.


Hal ini membuat naya merasa bahagia tanpa ia sadari tapi dirinya harus sadar kalau dirinya tak pantas bersanding dengan kevin.


Setelah masakan selesai akhirnya mereka makan siang bersama sembari berceloteh riang, kenzho yang sudah tidak takut lagi dengan kevin pun membuat dirinya nyaman berbicara bersama kevin.


"Bunda ini yang masak bunda ya" ujar kenzho tiba - tiba.


"emang kenapa"


"ga papa bunda soalnya masakannya beda ga sepelti biasa" ujar kenzho.


kevin yang penasaran akan jawaban anaknya lalu bertanya " emang kenapa masakannya" tanya kevin.


"agak masin hehe biasanya kalau bunda masak itu selalu pas tapi ini asin" jujur kenzho.


kevin yang mendengar itupun langsung mencicipin masakan nya..


Byurrr


"asin"


"maafin saya nay, kamu jangan makan nanti kalian sakit perut biar nanti saya suruh anak buah saya yang beli sayur masak aja" ujar kevin.


"ga papa tuan saya suka kok" ujar naya tersenyum lalu mengambil sayur yang di masak kevin tadi.


"jangan nay" cegah kevin.


"ga papa aku suka kok sayurnya, ini enak kok mungkin bawaan bayi aja" jawab naya lalu kevin pasrah.


"nak maafin saya ya kalau sayurnya ga enak tadi itu saya yang masak" ujar kevin ke kenzho.


"iya tuan ga papa" balas Kenzho.


Setelah drama masak akhirnya mereka istirahat sebentar namun tak lama kemudian ada orang yang mengetuk pintu.

__ADS_1


Tok..Tok..Tok...


"iya sebentar" ujar naya ingin berdiri.


"biar saya aja" jawab kevin lalu membuka pintu dan ternyata itu anak buahnya.


"maaf tuan saya menganggu " ujar ryan anak buah kevin.


"mmm"


"Saya akan menetap disini untuk beberapa hari, saya lupa mengabarin kamu karna sinyal saya ga ada disini, sekarang kamu handle keluarga sayadi kota nanti kalau saya mau pulang saya kabarin" ujar kevin lalu ryan mengangguk.


"baik tuan kalau begitu saya permisi" ujar ryan.


"saya akan perjuangin kamu nay" batin kevin tersenyum.


tekat kevin sudah bulat untuk menetap beberapa hari disini, dia akan berusaha membawa naya dan anaknya pulang ke kota bersamanya dan untuk saat ini jika dirinya mengajak naya kemungkinan naya tidak mau.


Setelah itu kevin langsung menutup pintu dan kembali ke ruang tengah dimana ada anak dan istrinya.


"siapa tuan" tanya naya.


"oh bukan siapa - siapa" jawab kevin lalu kembali duduk dan bercanda bersama Kenzho.


"tuan sebaiknya tuan pulang karna takut nanti ada fitnah warga yang bukan - bukan" ujar naya.


"saya ga bisa pulang nay, sopir saya tadi apa keperluan mendadak terhadap keluarganya jadi saya di tinggal" alasan Kevin supaya diizinin tinggal bersama.


"Tapi..."


"ga papa nay kan saya masih suami kamu" ucap kevin namun dirinya tak sadar ucapannya itu membuat jantung naya seakan copot.


naya hanya diam tanpa menjawab ucapan Kevin.


"ken sayang" ujar kevin lalu kenzho menoleh.


"iya tuan"


"ken jangan panggil lagi tuan ya nak"


seakan binggung kevin langsung melanjutkan pembicaraannya...


"ken saya ini adalah papanya kenzho, maafin papa nak yang sudah ga baik sama kamu" ucap kevin dengan satu tarikan nafas.


Kenzho hanya diam kaget dirinya seakan - akan tak percaya.


"tapi kata bunda ayah ken lagi kelja tuan" ucap kenzho.


"hiks..hikss maafin papa nak" kevin hanya bisa menangis sembari memeluk kenzho.


"pelan - pelan aja tuan" ucap naya tiba - tiba.


"bunda hiks.hikss... ken lindu ayah bunda hiks...hikss" tangis kenzho pecah..


"ini papa nak" gumam kevin seakan keluh menyebut dirinya seorang papa.


papa yang tega membuat anaknya terlantar bahkan tidak di anggap namun kesabaran nayalah yang membuat kenzho dewasa sebelum masanya.


masa yang seharusnya ia bisa bermain bersama teman sebayanya namun dia di paksa harus mengikuti keadaan bundanya.


jangankan untuk bermain untuk keluar rumah bersosial dengan masyarakat sekitar pun tidak, dirinya selalu memikirkan perasaan bundanya.

__ADS_1


jika dia main dia selalu di ejek tidak mempunyai ayah hal itu membuatnya luka batin yang tak kasat mata namun perih jika bundanya tau bundanya akan menangis itulah kenapa kenzho tak pernah cerita atau bertanya tentang ayahnya...


#see you next part...


__ADS_2