
...๐Assalamualaikum ๐...
...maaf ya kalau part nya hanya sedikit ๐๐...
...author lagi banyak deadline tugas ๐...
...owh iya makasih ya atas masukan kalian ๐ค๐...
...jangan lupa jaga kesehatan ๐...
...follow ig author ya :Kyanawijaya...
...terima kasih jangan lupa tinggalkan jejak โค๏ธโค๏ธโค๏ธ...
...happy reading๐...
Seorang pemuda sedang menggendong anaknya yang sedang rewel tak henti menangis ditambah dengan cuaca malam yang sedang tidak bersahabat seakan ikut rewel.
"oek...oek..oek" rewel keyro yang tak berhenti menangis sedari tadi.
"cup..cup..cup sayang kamu kenapa nak" ujar Kevin yang sedang menenangkan keyro.
"oek...oek"
"papa disini sayang, jangan nangis ya" bujuk kevin menggendong keyro dengan erat.
"oek..oek..oek" tangis keyro seakan ucapan kevin tak mempan baginya.
"papa buatkan susu ya sayang" ucap kevin yang berfikir mungkin keyro menangis karna lapar.
lalu kevin membuatkan susu yang telah disediakan di kamar agar mempermudah kevin jika sewaktu - waktu Keyro Lapar. setelah membuat susu formula ia langsung memberinya ke keyro namun...
"oek...oek..oek"
"cup..cup...cup keyro minum susu nya ya" namun keyro menolak susu yang dibuatkan kevin.
Dengan menghela nafas kevin lalu berteriak memanggil mamanya namun tak kunjung datang, akhirnya...
"Ma, Mama" teriak kevin lalu keluar dari kamar menuju kamar rania.
Tok...tok...tok.
"Ma" panggil kevin
"mama" sambungnya namun tak ada respon sama sekali.
"Mama" teriak kevin lalu pintu terbuka..
"apa vin mama tidur" ucap rania yang setengah sadar membuka pintu kamar.
"oek..oek...oek"
"ma keyro dari tadi ga berhenri menangis, kevin bingung" ucap kevin gelisah sedari tadi keyro tak berhenti menangis.
"sini mama gendong" jawab rania mengambil ahli gendong keyro.
"cup..cup..cup.. cucu oma kenapa" ucap Rania menimang - nimang keyro namun keyro tetap menangis.
"vin coba kamu buatkan dia susu mungkin keyro lapar" ujar rania.
"sudah ma tapi keyro ga mau" jawab Kevin.
"oek..oek..oek" tangisan keyro semakin kencang.
"aduh vin ini gimana, mama ga tau keyro kenapa" bingung Rania.
"tapi anakmu ga panas loh vin" ucap rania memeriksa suhu tubuh Keyro.
"iya ma itu kenapa kevin bingung dari tadi" ucap kevin.
"oek...oek"
"kita bawa kerumah sakit aja ya ma" ucap kevin khawatir terhadap keyro.
"itu hujan vin takut nanti ada apa - apa, ini juga keyro ga sakit" ujar rania melihat cuaca di luar sana yang hujan lebat apa lagi ini sudah jam 1 dini hari.
"kita panggil naya aja" ucap rania
"iya ma, mungkin saja naya tau kenapa keyro menangis seperti ini" ucap kevin.
"yaudah mama tunggu di sini, biar kevin aja yang panggil naya" sambungnya lalu pergi ke arah gudang belakang.
**
saat sesampai di kamar naya,kevin mendengar ada suara tangisan bayi.
"masa sih suara keyro sampai sini" gumam kevin binggung mendengar suara tangisan bayi di sekitar halaman belakang.
tangisan itu semakin terdengar akhirnya dengan rasa penasaran kevin lalu menguping dibalik pintu kamar naya dan ternyata Suara tangisan tersebut bersumber dari kamarnya.
"anaknya juga rewel" gumam kevin
Tok...Tok...tok..
*Pov Naya*
Sudah hampir satu jam kenzho menangis tanpa henti membuat naya khawatir dengan anaknya. Kenzho menangis karna mendengar suara petir yang kuat saat ia tertidur dengan nyenyak padahal naya sudah memeluk erat anaknya namun tetap saja kenzho terbangun lalu menangis sampai sekarang.
"sayang, sudah ya ini bunda nak" ujar naya menggendong kenzho.
__ADS_1
"ga papa sekarang udah ada bunda kenzho jangan khawatir ya, sekarang kenzho bobok" ucap naya pada kenzho namun kenzho tetap menangis..
"oekk...oek.."
"adek mimi* ya " ucap naya lalu menyusui Kenzho namun kenzho tak mau menerima nya.
"cup..cup, jangan nangis dong nak, bunda khawatir sayang, maaf bunda belum bisa kasih tempat adek yang nyaman, maafin bunda nak" ucap naya yang berkaca - kaca melihat anaknya tak henti menangis. naya mengira kenzho menangis karna tak nyaman di kamarnya yang seperti ini apalagi dengan cuaca yang hujan.
"oek...oek.." tanggisan kenzho semakin kuat dengan diiringi suara gemuruh hujan.
"oekk...oekk.oekk"
Naya hanya bisa menggendong kenzho sambil memeluknya.
tak kama kemudian naya mendengar ketukan pintu dari luar kamarnya..
Tok...tok...tok.
"siapa ya, apa jangan - jangan kenzho membangun kan semua orang di rumah ini" kekhawatiran naya yang kian menjadi takut tuan rumah ini marah akan tangisan anaknya.
"Cklekk"
"maaf tuan jika anak saya menganggu" ucap pelan Naya menunduk sambil memeluk Kenzho.
"anak mu kenapa?" tanya kevin melihat anaknya sama seperti keyro yang tak henti menangis.
"oek..oek.." tangisan kenzho mulai meredah saat berada di depan kevin.
"tadi kebangun karna ada suara petir tuan" Jelas naya.
"oek...oek..." tangis kenzho yang memelan seakan redup tak seperti tadi yang sangat kencang.
"cup ...cup sayang" gumam naya memeluk anaknya.
"tuan kesini kenapa?" tanya Naya yang binggung melihat kevin tiba - tiba ke kamarnya.
"keyro menangis" ujar kevin datar sambil menengok ke arah kenzho.
"seperti apa sih anak naya kok gue penasaran" batin kevin penasaran akan bayi naya, karna memang kevin belum pernah melihat bayi naya sedari lahir.
"apa keyro lapar tuan?" tanya naya yang ikut khawatir.
"udah saya kasih susu namun dia tidak mau" jawab Kevin.
"sekarang keyro dimana tuan" ucap naya.
"di ruang tengah, coba kamu gendong dia mungkin dia akan berhenti menangis" ujar kevin lalu meninggalkan Naya.
"mas apa kamu tak penasaran dengan anak kita, dia mirip kamu mas" batin naya pilu melihat tingkah kevin yang tak peduli dengan anaknya.
"sayang itu ayah nak, adek rindu ya sama ayah, kalau adek rindu adek jangan nangis lagi ya" ujar naya berkaca - kaca.
"suatu saat ayahmu akan sayang nak sama kita, inget nak allah itu maha pembolak balik hati manusia, bunda percaya itu" batin naya.
"cup cup bunda sayang sama kenzho," ucap naya lalu menuju ke ruang tengah menemui kevin.
saat menuju ke ruang tengah naya menenangkan kenzho agar ia tidak ikut rewel saat sudah berada di ruang tengah, naya mendengar suara tangisan yang begitu kencang dari seorang bayi. naya yang mendengar itu sangat prihatin ia tidak tega melihatnya.
"tuan" panggil naya dengan menggendong Kenzho.
"naya saya minta tolong sama kamu, tolong gendong cucu saya mungkin saja dia diam," ucap rania memohon, ia sudah terlalu khawatir melihat keyro sedari tadi menangis. naya mengangguk seakan mengerti rania pun menyuruh kevin menggendong anak naya sebentar.
oek..oek..oek
"kevin kamu gendong anak naya sebentar biar naya bisa menggendong keyro" ujar Rania melihat kondisi naya yang sedang menggendong Anaknya juga.
"mama takut keyro nanti jatuh kalau mau sekali dua di gendong" sambungnya. dengan pasrah kevin mengangguk dan mengambil anak naya dari gendongan naya.
"nak sekarang kamu digendong ayah" batin Naya tersenyum sedih melihat anaknya yang baru bisa merasakan gendongan ayahnya.
Dengan pelan lalu naya melepas gendongan nya dan memberikan anaknya ke kevin, Untuk pertama kali kevin melihat anak Naya dan dia pun terkejut akan melihat itu...
"deg"
"muka itu, kenapa mirip sekali" batin kevin.
"dan kenapa perasaan ku jadi seperti ini," sambungnya.
"oek..oek"
"nyonya sini keyronya mungkin saja dia bisa diam" ujar naya mengambil ahli keyro dari tangan rania dan seketika keyro terdiam di gendongan naya.
"kasihan sekali kamu nak, kamu rindu sama mama kamu ya" ujar rania melihat respon keyro saat di gendongan naya.
"keyro tidur ya ini udah malam loh nak" ucap naya menimang - nimang keyro.
kevin yang sedari tadi tak lepas pandangan dari kenzho, seakan mata nya tak terahlikan hingga tak lama kemudian Mata kenzho terbuka dan pertama kali kevin melihat tatapan bayi mungil tersebut tanpa sengaja kevin tersenyum melihatnya dan dibalas senyum oleh kenzho.
"kamu lucu sekali" batin Kevin.
melihat kevin tersenyum membuat kerutan yang ada di kening rania bermunculan seakan - akan heran kenapa kevin tersenyum sambil melihat bayi yang ada di gendongannya.
"vin kamu kenapa " ujar rania dengan penasaran lalu mendekat kearah kevin.
" dia tersenyum kepadaku" balas kevin tanpa sadar.
"ehh gapapa ma" sambungnya lagi. mendengar itu semua naya lalu melihat kearah kevin sambil tersenyum.
"kamu nyaman ya nak, sama ayah" batin naya melihat adegan sekarang.
__ADS_1
30 menit sudah berlalu akhirnya keyro tertidur di pelukan naya dengan sangat nyaman. rania yang sedari tadi sudah pamit ke kamar karna kevin tak tega melihat mamanya menahan rasa kantuk dan seperti kelelahan akhirnya kevin menyuruh rania istirahat terlebih dahulu dan kini di ruang tengah hanyalah naya dan kevin beserta anak - anaknya.
"tuan keyro nya sudah tidur" ujar Naya.
"tuan" panggil naya
"ehh iya" jawab kevin yang tersadar akan lamunannya.
"yaudah sekarang kamu antar keyro ke kamarnya nanti saya susul, tidak mungkin kan kita bertukar dengan keadaan seperti ini" jelas kevin yang panjang. Naya hanya mengangguk dan pergi menuju ruang kamar keyro.
***
sesampainya di kamar keyro, naya langsung meletakan di kasurnya dan segera mengambil kenzho yang berada di gendongan kevin.
"tuan keyro nya sudah tidur, tuan itirahat aja maaf tuan sudah merepotkan tuan dengan menggendong anak saya" ujar naya
"sini tuan biar saya yang menggendongnya" sambung naya lalu mengambil kenzho di gendongan kevin.
"kenapa perasaan ku tak mau melepaskan bayi itu" batin kevin.
"mmm" jawab kevin.
Namun saat Naya sudah berada di depan pintu kamar tiba - tiba keyro menangis.
"Oek...Oek..oek" tangis keyro dengan cepat kevin mengendong Keyro namun tetap menangis.
Naya yang mendengar itupun langsung berbalik badan menghadap kevin, dengan naluri seorang ibu yang tak tega melihat anaknya nangis Naya pun menghampiri Kevin yang sedang menggendong Keyro.
"tuan sini saya tenang kan keyro nya" ujar naya yang masih menggendong Kenzho.
"mmm, kamu tidurkan saja anakmu itu ke kasur kasihan dia sudah tidur takut kebangun" ucap kevin melihat kenzho yang tertidur.
"tapi tuan..." belum selesai Naya berbicara kevin langsung memotongnya.
"tak ada bantahan" potong kevin. lalu naya menidurkan Kenzho di ranjang kasur.
"nak kamu jangan pipis ya, kita ga pake alas soalnya" ujar naya dalam hati.
setelah selesai akhirnya naya menggendong keyro lalu menidurkannya, kevin yang melihat itu semua pun terharu akan kebaikan naya.
"padahal saya sudah jahat sama kamu tapi kamu masih mau membantu saya" batin kevin.
setelah beberapa menit akhirnya keyro tertidur dengan pulas, "kamu tidur disini saja malam ini, takut keyro rewel kembali kasihan juga sama anak kamu kalau mau bolak - balik" ucap kevin.
"tapi tuan..."
"saya tidak akan macam - macam, saya akan tidur di sofa jadi kau tak perlu khawatir" ujar kevin seakan tau apa yang dipikirkan naya.
"tapi anak saya tu..."
"ikutin saja perintah saya, anak kamu juga tidur di samping kamu" ucap kevin lalu naya menghela nafas dan mengangguk.
Naya tidur di ranjang kasur disamping naya ada kenzho dan keyro, posisi naya tidur di pinggir sebelum tidur naya mencium kedua bayi tersebut dengan kasih sayang.
"selamat tidur anak sholeh" ujar naya lalu merebahkan diri di kasur.
"ternyata enak juga tidur di kasur empuk seperti ini" batin naya lalu tertidur.
Kevin yang melihat gerak - gerik naya sedari tadi langsung merebahkan diri di sofa panjang dan tertidur.
kurang lebih sejam kemudian Kenzho menangis namun Naya tak mendengar suara tangisan bayi karna kelelahan.
"mmmm, siapa yang menangis" gumam Kevin mendengar suara tangisan bayi. lalu bangun untuk melihat siapa yang menangis dan ternyata kenzho menangis.
"kenapa dia tidak bangun" gumam kevin melihat tak ada tanda - tanda naya akan bangun.
"sepertinya naya kelelahan" sambungnya lalu menggendong kenzho.
"kamu pipis ya" ucap kevin saat merasakan basah di bagian popoknya.
"kamu ga pake pempes ya boy" ucap kevin tanpa sadar memanggil kenzho boy.
"yaudah sini saya gantiin" ujar kevin lalu mengambilkan pakaian celana dan popok keyro karna kevin malas untuk keluar kamar.
setelah mengganti popok kevin menggendong kenzho ada perasaan beda saat kevin berada di dekat kenzho namun perasaan itu selalu ia tepiskan.
"kamu tidur ya udah malem ini" ujar kevin lalu tak lama kemudian akhirnya kenzho tertidur. Kevin dengan pelan - pelan meletakan Kenzho di kasur sebelah keyro, tanpa sadar kevin juga ikut merebahkan diri dikasur yang sama dengan naya dengan posisi Naya, Keyro, Kenzho dan kevin.
mereka tampak seperti keluarga jika dilihat dari posisi tidur mereka sekarang namun itu hanya lah sementara, jika tidak ada kejadian ini mungkin kenzho tidak akan pernah merasakan pelukan seorang ayah.
............
...***jangan lupa follow ig : kyanawijaya...
...bakalan spoiler up di sana hehe...
...jangan lupa yaww***...
...tungguin ya cerita selanjutnya kita lihat endingnya sad or happy ending ?...
...insyaallah author bakalan rajin up nya hehe๐น๐น...
...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi ๐๐๐๐น๐...
...oh iya jangan lupa ya kasih komentar buat cerita author biar author tau kayak mana cerita author ini,...
...kalau ada kesalahan author minta maaf ya...
...tulis aja di komentar nanti author perbaiki ๐ค๐ค๐ค...
__ADS_1
...thank you buat yang udah baca...
...next bakalan up...