JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 22


__ADS_3

...ASSALAMUALAIKUM SEMUANYA πŸ–€...


...INI CERITA BARU AUTHOR HEHE...


...JANGAN BOSEN DENGAN CERITA AUTHOR YAWW...


...MOHON MAAF BILA ADA PENYAMPAIAN YANG KURANG BERKENAN ATAU MENYINGGUNG PERASAAN KALIAN SEMUA...


...AUTHOR GA BERMAKSUD KARNA INI HANYA CERITA FIKTI BELAKANG YA HEHE...


...AMBIL HIKMAH DAN POSITIF DARI CERITA YANG AUTHOR SAJIKAN YA........


...JANGAN LUPA VOTE YA GENGSπŸ™...


...YANG MAU PROMOSI CERITA GA PAPA AUTHOR GA NGELARANG KALI AJA YANG BACA DI TEMPAT AUTHOR JUGA BACA DI TEMPAT KALIAN HEHE...


...🌹🌻HAPPY READING 🌻🌹...


γ€€


γ€€


γ€€


Di hotel utama


γ€€


sepasang suami istri yang telah resmi sedang tidur berpelukan seakan mereka tidak mau dipisahkan padahal cuaca pagi ini sedang panas - panas nya.


ya calisa dan kevin belum bangun padahal pagi ini sudah menunjukan pukul 10.00 pagi


"hoammm"


"mas bangun ih jangan peluk - peluk" ucap calisa sambil menggeserkan tangan kevin yang berada di perutnya.


"nanti sayang" ucap kevin yang masih memejamkan matanya.


"bangun mas ini udah pukul sepuluh" ucap calisa.


"hah" kaget kevin lalu duduk seketika.


"kamu ga ke kantor apa?" tanya calisa sambil membelai rahang suaminya.


"aku ambil cuti sayang, aku mau sama - sama kamu dulu" manja kevin.


"sayang kamu tadi malam sangat ganas loh" ujar kevin lalu langsung kena cubitan calisa.


"auuu sakit sayang" ucap kevin kesakitan.


"kamu juga sih mas, jangan bicara yang aneh - aneh" ucap calisa menutupi pipinya.


"emang kenapa hayo" goda kevin..


"malu mas" jawab calisa pelan


"kenapa harus malu sayang, mas suka loh"


"kita ulang lagi yok mas ketagihan loh" sambung kevin.


"ga mas, mending kita siap - siap pulang" ujar calisa lalu kevin mengangguk.

__ADS_1


"mandi bersama jangan nolak" ucap kevin tanpa bantahan.


"jangan macem - macem, kalau mas ngelanggar ga akaj aku kasih jatah" ujar calisa mengancam kevin.


γ€€


akhirnya sepasang suami istri itu mandi dan pulang ke rumah kevin, dan setelah di jalan calisa tiba - tiba calisa menginginkan rujak.


"mas" panggil calisa.


"apa sayang" jawab kevin lalu menoleh calisa.


"mas aku pengen rujak" ujar calisa menginginkan rujak yang sedap.


"kamu mengidam sayang?" ucap kevin lalu calisa mengangguk.


γ€€


lalu kevin meminggirkan mobil sebentar dan menghadap calisa, calisa merasa heran dan ternyata kevin sedang mencium perutnya.


"kamu mau rujak ya nak" ucap kevin


"nanti papa beliin ya sayang, kamu kalau mau apa - apa bilang ya sama mama biar mama nyampein ke papa" sambung kevin dengan menciumi perut calisa berulang - ulang.


"iya papa" jawab calisa yang menirukan suara seperti anak kecil, lalu kevin membelikan rujak pesanan calisa sekitar 1 jaman karna terhambat macet, setelah selesai akhirnya mereka pulang ke rumah.


"rumah ini bakalan menjadi nyonya calisa, tunggu saja sayang haha" batin calisa yang tersenyum licik.


γ€€


sesampai di perkarangan rumah kevin lalu memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam rumah, saat sampai didalam rumah. rania kaget melihat pasutri pulang kerumahnya lalu menghamburkan pelukan ke calisa.


"sayang kalian kok ga ngabarin mama sih" ujar rania.


"ihh kalian ini, kalau kalian ngabarin mama pasti mama sambut" ucap rania.


"oh iya ma kok rumah sepi sekali" ucap kevin.


"dari pada kita berdiri mending kita duduk dulu kasian sama cucu mama" ujar rania mengajak calisa dan kevin duduk di sofa.


"iya si pembantu itu katanya izin kerja" ucap rania keceplosan...


"ehh maksud mama nyari suaminya sekalian ia cari kerja di luar gitu.." jelas rania.


"oh " cuek kevin


"ini rujak siapa?" tanya rania melihat kotak rujak di tangan kevin.


"oh ini punya mantu mama tuh" jawab kevin.


"calisa sayang kamu kalau mau apa - apa bilang sama mama atau kevin ya nak, jangan sungkan, mama seneng kalo ngidam kayak gini" ujar rania tersenyum.


"iya ma" ucap calisa tersenyum manis.


"ma calis pamit ke dapur ya, calis pengen makan rujak" ucap calisa.


"oh sayang kamu jangan kemana - mana, suruh kevin aja yang ke dapur" ucap rania.


"kevin kamu ke dapur gih" perintah rania lalu kevin mengangguk dan pergi ke dapur.


γ€€

__ADS_1


saat didapur tak sengaja kevin melihat sampah nasi yang banyak terbuang disana.


"dasar wanita tak becus dia kira cari uang mudah apa" ucap kevin.


"awas saja dia sudah berani membuang makanan di rumah ini, akan ku beri pelajaran nanti." ucap kevin sambil mengepal kedua tangannya.


γ€€


kevin tidak tahu bahwa itu semua kelakuan ibunya, dia selalu menyalahkan naya, untuk membuang nasi seperti itu saja kevin menyalahkan naya, tidak tahukah kevin bahwa naya selalu menahan laparnya bahkan kadang naya mengambil nasi yang sudah di buang di tempat sampah. sungguh miris kehidupan naya.


rania juga sering menyiksa naya dengan sangat kejam tanpa sepengetahuan kevin, pernah waktu itu rania menyuruh naya untuk membuat kan air teh namun menurutnya naya lama akhirnya ia menyiram tangan naya dengan air panas itu padahal naya sedang tidak enak badan itulah kenapa ia sangat lambat.


rania menyiksa naya tanpa ampun padahal di dalam tubuh naya ada seorang anak yang merupakan darah daging kevin.


setelah selesai kevin langsung memberikan rujak tersebut ke calisa dan memakannya, kevin yang melihat itu langsung mencicip rujak tersebut.


"ihhh sayang ini asem sekali, nanti perut kamu sakit" ujar kevin lalu menyingkirkan rujak tersebut.


"ga sayang ini enak, siniin" ucap calisa berusaha mengambil rujak tersebut.


"ga usah makan rujak nanti perut kamu sakit" ucap kevin dingin.


mendengar nada dingin kevin akhirnya calisa menciut dan berkaca - kaca. mekihat semua itu rania tersenyum.


"ma" panggil calisa yang sudah berkaca - kaca.


"kevin kasih rujak nya, itu ga papa sayang" ucap rania.


"nanti anak kamu ileran gimana coba" sambung rania. dengan pasrah kevin memberikan rujak itu.


"iya iya" jawab kevin, dengan senyum mengembang calisa mengambil rujak tersebut.


setelah selesai memakan rujak kevin akhirnya pamit mengajak calisa ke kamar.


"sayang ayo kita ke kamar, kamu butuh istirahat" ucap kevin


"iya mas" jawab calisa


"ma kevin ke atas dulu ya" pamit kevin lalu meninggalkan rania di ruang tengah sendirian.


"aku tidak sabar lagi menunggu kehadiran cucu ku biar rumah ini ramai" batin rania tersenyum melihat kepergian kevin dan calisa.


γ€€


γ€€


...


menurut kalian pantas ga sih naya mempertahankan kevin?


tungguin ya cerita selanjutnya kita lihat endingnya sad or happy ending ?


insyaallah author bakalan rajin up nya hehe🌹🌹


makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸŒΉπŸ


oh iya jangan lupa ya kasih komentar buat cerita author biar author tau kayak mana cerita author ini,


kalau ada kesalahan author minta maaf ya


tulis aja di komentar nanti author perbaiki πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


thank you buat yang udah baca


next bakalan up


__ADS_2