JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 50


__ADS_3

📌📌 Happy reading 📌📌


pancaran silau matahari menyinari seorang pemuda yang sedang tertidur pulas, dengan penuh kesadaran pemuda itu bangun dari tidur pulasnya.


"ehhhhhggg"


"auuh kenapa kepala ku sakit banget" ucap kevin memegang kepalanya yang sedikit pusing.


"sakit" sambung nya.


"apa yang terjadi dengan ku" ujar Kevin mengingat kejadian semalam setelah beberapa menit akhirnya kevin mengingat kejadian yang terjadi.


"naya" gumam nya lalu melihat kesamping dan ternyata tidak ada.


"mungkin di kamarnya" ujar Kevin lalu pergi ke kamar naya untuk mencarinya.


"nay maafin saya, saya akan perbaiki semua nya, maafkan papa nak yang sudah berdosa padamu" batin kevin saat ia berlari.


sesampainya dikamar naya


"naya" teriak Kevin


"nay"


"nay"


namun tak ada jawaban lalu kevin mendobrak pintu tersebut dan ternyata tidak ada.


"nay" panggil kevin namun tak ada orang di dalam nya.


"naya!!" teriak kevin dengan kencang.


"pasti di dapur, ya di dapur" ucap kevin lalu melangkah pergi ke dapur namun sayang tak ada naya sama sekali.


"kenzho" lirih Kevin.


"maafin papa nak, papa udah jahat sama kamu hiks,,hiks,, nay maafin saya nay,, saya menyesal" sambungnya dengan menjambak rambutnya sendiri.


"maafin saya aaakhhh.... naya maafin saya" gumam kevin yang selalu membayangkan bagaimana perlakuan kevin selama ini kepada naya.


"ya gue harus minta bantuan nya" ucapnya bangkit lalu Kevin langsung mengambil handphone dan menghubungi seseorang untuk meminta bantuan.


Dret...Dret...dret...


"angkat plis gue butuh bantuan lo" ucapnya seperti orang yang tidak kesabaran.


"hallo" ucap orang di sebrang sana saat sudah menjawab telpon dari Kevin.


"naya ninggalin gue" lirih kevin yang tak sanggup mengatakannya.


seolah mengerti apa yang akan kevin sampaikan Edo orang yang kevin telpon langsung menanyakan dimana posisi kevin sekarang.


"lo dimana sekarang" tanya Edo yang mengerti kondisi kevin.

__ADS_1


"rumah" jawab kevin dengan tak semangat.


"oke gue kesana lo ga usah macem - macem, tunggu gue" ujar Edo khawatir kalau kevin melakukan sesuatu.


Edo yang tak mendengarkan jawaban pun langaung mematikan telpon dan pergi menuju rumah kevin.


"hiks...hiks nak, kamu dimana maafin papa hiks... hiks... papa banyak salah sama kamu ken, papa ga baik buat kamu papa udah...." lirih kevin yang tak sanggup lagi mengatakan kejahatannya selama ini.


"naya kamu dimana, maafin saya nay,,,," sambung kevin dengan penuh lirih, dirinya sakit saat mengetahui bahwa selama ini ia telah jahat kepada anak kandungnya sendiri.


"naya hikss..hikss!!!" teriak kevin.


Tak lama kemudian Edo sampai di rumah kevin lalu langsung menghampirinya.


"vin gue ga pernah liat lo sehancur ini, tapi apa boleh buat gue udah pernah nasihat i lo tapi lo malah buta" batin edo.


"vin" panggil Edo.


"do hiks,,, naya" ujar kevin dengan tatapan kosong namun air mata mengalir dengan deras.


"naya pergi kenapa" tanya Edo yang tidak tau akan permasalahannya.


"Kenzho do, kenzho anak kandung gue hiks...hiks" ucapnya dengan rasa sakit kehilangan.


tanpa sadar edo langsung memberi bogeman kepada Kevin.


"anak kecil aja tau kalo lo itu bapak nya tapi apa hah, lo tutup akan kebenaran, jujur vin gue aja kaget saat tau lo ga pernah anggap kenzho sebagai anak lo, lo tau saat lo nyuruh gue ambil sample rambut kenzho" ucap Edo yang tak habis pikir akan pikiran Kevin selama ini.


"anak lo menginginkan es krim, gue ajak dia untuk beli tapi kenzho tolak, lo tau apa jawabannya bunda ga punya uang paman nanti aja beli nya nunggu bunda punya uang, itu bro itu yang gue dengar. lo tau kan gimana anak kecil lainnya kalau mau sesuatu itu harua ada tapi beda dengan kenzho dia sudah dewasa karna keadaan" sambungnya dengan menetes air mata mengingat kejadian waktu itu.


"dan satu lagi lo habis pulang dari klub semalam lo itu lagi ***** tinggi, gue kira lo akan berbaikan sama naya ternyata gue salah, naya bahkan pergi meninggalkan laki - laki seperti lo,"


"gue nyesel vin bawa lo kesini semalam gue nyesel kalau tau seperti ini" ucap edo melemah. Kevin hanya mendengarkan apa yang dikatakan edo, ternyata anaknya harus merasakan seperti itu padahal dirinya mampu untuk membelikan bahkan pabriknya pun juga.


deg


"gue udah paksa naya melakukan hubungan intim semalam, maafin gue nay," batin nya.


"maafin papa nak, papa udah bikin kamu harus dewasa saat umur mu masih kecil." sambung kevin dalam hati.


"hiks,,, gue laki - laki brengsek do, ya gue ga pantes dimaafin" pukul kevin pada dirinya sendiri dan kaca di depannya.


(Krak) ~ anggap aja ini suara kaca pecah.


"gue brengsek gue ga pantes di maafin hiks" ucap Kevin memberi tinjuan pada dirinya sendiri.


"kevin!!!!" teriak edo.


"lo jangan lakuin hal bodoh yang membuat anak lo sendiri benci sama lo" sambung edo lalu kevin berhenti melukai dirinya sendiri.


"hiks,,hiks" hanya lirihan mendalam yang kevin rasakan saat ini.


"gue akan bantu lo vin gue ga mau liat sahabat gue kayak gini" ucap Edo membuat kevin langsung memeluknya.

__ADS_1


"makasih do lo selalu ada buat gue, gue mohon bantu gue do" jawab Kevin melepaskan pelukannya.


"obatin luka lo setelah itu lo siap - siap kita cari Naya semoga dia belum jauh dari kota ini" ucap Edo kevin mengangguk dan membersikan lukanya yang tak seberapa sakitnya.


setelah selesai kevin dan Edo keliling mencari naya sampai - sampai ia meminta bantuan seorang detektif namun tak ada petunjuk sama sekali.


Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore dan itu artinya ia sudah menghabiskan seharian untuk mencari Naya dan kenzho namun tak ada tanda - tanda keberadaannya.


"besok kita cari lagi naya dan kenzho semoga besok ketemu aamiin" ucap edo namun tak ada jawaban dari Kevin.


"lo mau pulang atau ke rumah sakit?" tanya edo.


deg


"mama" batin kevin.


"rumah" jawab kevin.


"tante rania ? " tanya edo.


"gue ga tau harus jelasin gimana do, gue takut mama syok denger ini, terlebih dia udah sayang banget sama keyro" ucap kevin datar, ia tak tau harus bersikap seperti apa kepada Keyro setelah mengetahui kebenarannya.


"gue ga nyangka udah di jebak oleh wanita kapara* itu gue udaj di tipu gue ..." ucap kevin terbata - bata dengan tatapan kosong.


sekarang kevin tak memikirkan Keyro namun yang ada di pikirannya adalah naya dan kenzho.


"gimana kalau naya dan kenzho kelaparan " gumam kevin meneteskan air mata.


Edo yang melihat itu semua mengerti keadaan kevin yang saat ini hancur untuk pertama kali setelah kehilangan ayahnya kevin merasa terpuruk seperti ini.


"lo tenang aja Naya pasti bisa, dia udah mandiri selama ini dia mandiri tanpa bantuan lo" sindir Edo.


Kevin yang mendengar itu hanya tersenyum lirih mendengarnya, apa yang dikatakan Edo semua itu benar.


setelah sesampainya di rumah kevin langsung masuk dan Edo pergi meninggalakan perkarangan rumah Kevin.


"sepi" gumam kevin saat memasuki rumah.


"tak ada lagi suara ocehan anak kecil yang suka ku marahi, maafin papa nak" sambung kevin lalu kembali ke kamar nya tanpa makan terlebih dahulu.


Saat kni dirinya tak ingin mengkonsumsi makanan yang ia pikirkan hanya naya dan anaknya di luar sana.


"maafin aku nay" gumam kevin lalu memejamkan mata dan akhirnya tertidur dengan kondisi yang bisa dikatakan berantakan.


..........


...makasih yang sudah nanyain author hehe...


maaf author jarang up soalnya lagi di luar kota maaf ya buat kalian, 🙏😭


...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi 😂😂😂🌹🍁...


...thank you buat yang udah baca...

__ADS_1


...next bakalan up...


__ADS_2