
...๐Assalamualaikum ๐...
...maaf ya kalau part nya hanya sedikit ๐๐...
...author lagi banyak deadline tugas ๐...
...owh iya makasih ya atas masukan kalian ๐ค๐...
...jangan lupa jaga kesehatan ๐...
...follow ig author ya :Kyanawijaya...
...terima kasih jangan lupa tinggalkan jejak โค๏ธโค๏ธโค๏ธ...
...happy reading๐...
Sedari subuh tadi naya membersihkan kamarnya, dilihat banyak darah yang bececer Naya tidak menyangka jika dirinya telah melahirkan seorang diri, jujur sudah satu minggu ini naya takut akan menghadapi hari kelahiran mengingat apa yang terjadi kepada calisa.
Namun setelah Naya menghadapinya, kekhawatiran itu sudah tidak ia rasakan lagi Naya tak menyangka bisa berjuang seorang diri melahirkan buah hatinya di kamar tanpa bantuan siapa pun.
Kini Naya sedang menatap anaknya yang tertidur nyenyak.
"nak kenapa kamu mirip seperti ayahmu, kenapa kamu ga mirip bunda sayang" ucap Naya melihat bayinya yang terlelap.
"bunda iri nak pada ayahmu" lirih naya.
"maafkan bunda yang tak bisa menyambutmu dengan spesial sayang"
"bunda hanya berdoa ke pada tuhan semoga kamu sehat selalu nak" Ucap Naya sambil membelai rambut bayinya.
Setelah semua selesai naya pamit kepada anaknya untuk menyiapkan sarapan pagi.
"nak bunda tinggal sebentar ya, bunda mau nyiapin makanan untuk nenekmu" pamit naya untuk membuatkan sarapan pagi ini.
"bunda tidak tega meninggalkanmu nak, tapi bunda ga mau membangunkanmu tidur" ucap naya, dengan berjalan pelan - pelan naya menuju dapur karna rasa sakit itu masih terasa.
bayangkan baru beberapa jam melahirkan sudah ia sudah berjalan kesana kemari, Naya harus bertahan dengan kondisi seperti ini jika ia pergi dari sini kasihan anaknya yang tak merasa kan bagaimana bersama seorang ayah.
naya akan belajar untuk merelakan dirinya tak apa baginya sakit demi kebahagian anaknya ia rela, Dia tak punya siapa pun kecuali anaknya. Anak yang yak dianggap oleh ayahnya sendiri.
Dirinya tak menyangka akan mendapatkan takdir seperti ini namun naya tak bisa menolak apapun yang telah ditakdirkan mulai dari kehilangan orang tua sampai dia harus dewasa sebelum umurnya hingga ia menikah siri dengan Kevin sampai anaknya dibenci oleh semua orang.
***
Dengan berjalan pelan - pelan akhirnya naya sampai di dapur naya langsung menyiapkan sarapan pagi....
dengan perut yang masih sakit setelah melahirkan tapi naya tidak pernah mengeluh sama sekali...
setelah beberapa menit akhirnya sarapan itu sudah siap di meja makan..
__ADS_1
"Naya" ucap Rania kaget melihat perut naya kini tidak sebesar kemarin...
"kamu,,," lanjut rania syok bagaimana tidak syok semalam ia masih melihat perut buncit itu namun paginya sudah tidak sebesar seperti semalam.
"iya nyonya, saya sudah melahirkan" ucap naya pelan sambil menunduk...
"kamu melahirkan dimana" tanya rania yang kepo.
"saya melahirkan sendiri nyonya" ucap Naya berkaca - kaca mengingat perjuangan melahirkan anaknya.
deg
Hati rania seperti tersentuh akan ucapan Naya, ia tidak membayangkan bagaimana melahirkan sendiri, membayangkan itu semua membuat dia merinding seketika.
"kenapa dia tidak meminta tolong sama saya ya" batin rania.
"mmm" hanya deheman yang rania jawab untuk menghilangkan rasa bingung di benaknya.
"anak kamu mana" sambungnya dengan penasaran.
"ada di kamar nyonya" jawab Naya. tak ada balasan dari rania Naya segera pamit.
"nyonya saya permisi dulu ke kamar" pamit naya meninggalkan rania sendiri di meja makan dan lalu kembali ke kamar untuk melihat anaknya, ternyata anaknya masih tidur dengan nyenyak.
"anak bunda, bangun nak" cium naya lalu mata kenzho terbuka seketika.
"kita mandi ya trus berjemur " ucap naya lalu memandikan anaknya sebelum naya membersihkan rumah, naya akan berjemur terlebih dahulu katanya berjemur akan membuat anaknya sehat.
tangis kenzho saat kulitnya menyentuh Air, kulit yang masih begitu merah karna umur nya baru beberapa jam. Naya tidak tahu bagaimana naya kedepan, ia hanya meminta status untuk anaknya namun apakah naya salah?
Naya akan bertahan sampai dimana naya tidak sanggup lagi untuk bertahan ia akan pergi jauh dari kevin selamanya, Naya bertahan demi anaknya. Naya tidak mau anaknya tidak mendapatkan kasih sayang orang tua lengkap, cukup dirinya saja yang merasakannya.
"maafkan bunda nak yang belum bisa membelikan kenzho baju yang bagus, hanya ini yang bunda sanggup belikan untuk kenzho" lirih naya memakaikan baju anaknya setelah itu naya menuju halaman belakang untuk berjemur sebentar.
"kita berjemur dulu dek biar kamunya cepat besar" ujar naya menggendong Kenzho
"anak bunda sudah harum ya" sambungnya
saat tiba - tiba mau kebelakang naya bertemu dengan rania.
"permisi nyonya" ucap naya yang melewati rania.
"sebentar" cegah rania yang penasaran akan bayinya.
"itu anak kamu" ucap rania sambil menunjuk kenzho.
"iya nyonya" jawab Naya mengangguk.
"oh iya anak kamu jangan di dekat kan dengan cucu saya, takut anak kamu akan membawa virus untuk cucu saya " sinis Rania lalu meninggalkan Naya.
__ADS_1
naya yang mendengar itupun hanya tersenyum " nak nenek kamu itu baik kok sebenarnya, mungkin sekarang nenek lagi kesal jadi kenzho jangan ambil hati ya" lirih naya kepada anaknya hingga meneteskan air mata...
tak ingin lama - lama bersedih akhirnya naya berjemur di bawa terik matahari hingga jam sudah menunjukkan pukul 8.30 akhirnya naya menyudahi acara jemurannya....
***
kemudian naya membawa anaknya ke kamar untuk menidurkan bayinya, naya harus membereskan rumah saat ini, naya tidak lagi merawat Keyro karna sekarang keyro sudah mempunyai babysister, namun Naya rindu kepada bayi mungil itu entahlah Naya sudah menganggap keyro sama seperti kenzho anaknya sendiri.
"ya allah aku kuatkan hamba menghadapi cobaanmu, berilah hamba kesabaran yang begitu besar hingga hamba bisa menghadapi ujian ini, Aamiin" doa naya.
setelah menyuci baju dan membersikan rumah akhirnya naya ke dapur untuk memakan nasi namun saat melihat disana hanya ada sekitar 2 sendok nasi lagi lalu naya memakannya tanpa lauk sama sekali mengingat naya tidak belanja, jadi naya hanya dibolehkan memakan nasi saja.
*pov kevin*
sudah seminggu kematian calisa yang memberi luka terdalam bagi kevin dan sudah satu minggu ini juga kevin pergi keluar kota untuk merehatkan sejenak pikirannya.
hari ini Kevin akan pulang menuju kota metropolitan entah kenapa perasaannya kini seperti ada yang menunggu disana ada perasaan penantian yang seakan menyuruh kevin harus pulang.
sejak semalaman kevin tidak bisa merasakan tidur karena perut kevin terasa sakit bahakan seperti orang mau BAB namun setelah dicoba bukan BAB yang kevin mau namun entahlah..
sakit perutnya seakan akan seperti orang mau melahirkan, rasa nyeri di pinggang namun kevin tidak kepikiran sampai sana. hingga pukul 03.00 dini hari rasa sakit itu kian berkurang dan akhirnya kevin bisa tertidur nyenyak....
pagi - pagi ini kevin akan pulang, seakan ada rasa rindu di hati kevin dengan rasa tidak sabar kevin langsung memesan tiket pulang agar lebih cepat sampai ke rumah...
"perasaan apa ini" ujar kevin...
"ahh sepertinya aku merindukan keyro" ucap kevin menghilangkan rasa penasarannya.
kevin tidak mengabari siapa pun akan kepulangannya ini, dia akan membuat kejutan untuk mamanya. sesampai di rumah kevin langsung ke kamar atas untuk melihat anaknya dan saat di depan kamar ia membuka pelan - pelan pintu kamar. dan ternyata ada seseorang.....
Deg
............
...kira kira apa yang akan terjadi selanjut ini ya ?...
...apakah kevin mau menerima anak naya ? coba tebak gimana nih ceritanya...
...tungguin ya cerita selanjutnya kita lihat endingnya sad or happy ending ?...
...insyaallah author bakalan rajin up nya hehe๐น๐น...
...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi ๐๐๐๐น๐...
...oh iya jangan lupa ya kasih komentar buat cerita author biar author tau kayak mana cerita author ini,...
...kalau ada kesalahan author minta maaf ya...
...tulis aja di komentar nanti author perbaiki ๐ค๐ค๐ค...
__ADS_1
...thank you buat yang udah baca...
...next bakalan up...