JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 25


__ADS_3

...๐Ÿ–คASSALAMUALAIKUM SEMUANYA ๐Ÿ–ค...


...INI CERITA BARU AUTHOR HEHE...


...JANGAN BOSEN DENGAN CERITA AUTHOR YAWW...


...MOHON MAAF BILA ADA PENYAMPAIAN YANG KURANG BERKENAN ATAU MENYINGGUNG PERASAAN KALIAN SEMUA...


...AUTHOR GA BERMAKSUD KARNA INI HANYA CERITA FIKTI BELAKANG YA HEHE...


...AMBIL HIKMAH DAN POSITIF DARI CERITA YANG AUTHOR SAJIKAN YA........


...JANGAN LUPA VOTE YA GENGS ATAU KOMENTAR DAN LIKE YA, TERIMA KASIH BANYAK SEBELUMNYA๐Ÿ™...


...YANG MAU PROMOSI CERITA GA PAPA AUTHOR GA NGELARANG KALI AJA YANG BACA DI TEMPAT AUTHOR JUGA BACA DI TEMPAT KALIAN HEHE...


...๐ŸŒน๐ŸŒปHAPPY READING ๐ŸŒป๐ŸŒน...


ใ€€


ใ€€


POV KEVIN


malam ini malam hangat antara sepasang suami istri, bagaimana tidak ini sudah pukul 02.00 dini hari namun mereka masih melakukan hubungan intim.


"sayang kamu sangat seksi sekarang , aku suka" ujar kevin yang sedang bergairah.


"bilang aja aku gendut" ucap calisa yang sedikit merajuk.


"tidak sayang, lihatlah perut mu aku suka" jawab kevin lalu mengelus perut calisa yang semakin hari semakin membesar bahkan perutnya lebih besar dari naya.


sekarang keadaan mereka tanpa sebenang apapun...


"mass, aku menginginkan kamu,,," ucap manja calisa.


"apa ga papa mas lakuin?" tanya kevin takut melukai anaknya.


"iya mas ga papa, aku sangat menginginkannya" ucap calisa yang sudah tidak tahan lagi.


" baikalah tunggu papa disana ya sayang" ucap kevin lalu melakukan aksinyaa.


"mendesahlah sayang, aku rindu desahanmu" ucap kevin yang sedang memasukan punyanya ke dalam milik calisa.


"ahhhh sayang" desah calisa.


"lagi sayang" ujar kevin.


"ahhh ahhhh ahahh" desahan calisa semakin jadi.


kegiatan mereka berhenti sampai azan subuh berkumandang hingga mereka tertidur sampai pukul 7 pagi kevin bangun dari tidurnya karna ada meeting pagi ini.


"sayang" panggil kevin.


"bangun, mas mau ke kantor" ucap kevin sambil mengguncang tubuh calisa.

__ADS_1


"nanti mas aku masih mengantuk" jawab calisa yang belum sadar.


"yaudah mas mau mandi siap - siap ke kantor" ucap kevin lalu ke kamar mandi, sekitar 20 menitan akhirnya kevin selesai memakai pakaian kantor lalu turun kebawa.


ia melihat naya yang sedang menyiapakan sarapan dengan lincah dia mondar mandir menyiapkan sarapan tersebut.


"apa dia ga takut jatuh tuh perut segede itu" gumam kevin yang mengilu melihat kelincahan begerak naya.


"ahh bodo amat" ucap kevin lalu mendekat ke arah meja.


disana tidak ada siapa pun termasuk rania.


ใ€€


ใ€€


***


sesampai disana naya menyapa kevin dengan senyum "pagi tuan"


kevin yang melihat senyum itu seperti banyak menyimpan kepedihan namun ia tidak membalas ucapan naya.


"sini tuan saya siapkan" tawar naya


"hmmm" seperti mendapatkan persetujuan akhirnya naya menyiapkan dan memilih sarapan kevin, tanpa sengaja kevin menyentuh perut naya sehingga menimbulkan respon bayi seperti tendangan.


deg


batin kevin merasakan getaran aneh saat tak sengaja menyentuh perut naya.


"ingat vin lo punya calisa dan bayi dikandungan calisa, hanya mereka berdua" batin kevin lalu menepis rasa aneh tadi.


"kamu kangen ya nak sama ayah, sampe - sampe sentuhan ayah kamu reapon dengan cepat, itu ayahmu nak, kamu rindu ya nak, ga papa sayang nanti kalau ayah udah baikan sama bunda kamu bakalan ngerasain seorang ayah, maafin bunda nak, bunda belum bisa kasih apa - apa sama kamu, maafin bunda sayang..." lirih naya dalam hati tak terasa air mata nya jatuh mengenai kevin. kevin yang merasakan itu langsung melihat aneh naya.


"sorry" ucap kevin saat tak sengaja menyentuh perut naya.


"ga papa tuan" ucap naya tersenyum.


"saya pamit kebelakang dulu tuan, kalau ada apa - apa panggil saya aja" pamit naya langsung melangkahkan diri ke dapur.


ใ€€


ใ€€


sesampai di dapur


"hiks...hiks....hiks...mas kevin kapan kamu melihat kami mas.. apa kamu ga ngerasain batin terhadap anakmu tadi hiks.... dia rindu sama ayahnya.."


"kalau kamu membenciku tak apa mas...tapi jangan anak kita... dia masih terlalu kecil...hiks...hiks..." lirih naya dengan pilu.


"dia masih kecil mas...kamu tidak pernah memberi perhatian kepadanya sedikit pun, apakah tahu mas kami tahan menahan lapar hanya karna uang ku ga cukup, dan lebih teganya lagi kamu ga pernah kasih uang belanja lagi kepada ku, padahal itu untuk kebutuhan kamu sendiri. mas apa kamu tahu anak mu ini ga perna sama sekali minum susu hamil mas, hanya air putih yang kami minum demi kamu mas, kadang rasanya aku iri mas dengan calisa yang kamu perlakukan seperti ratu. hikss...hiks...hiks..." lirih naya tersendu- sendu.


"sayang kamu yang kuat ya nak..." ucap naya pada kandungannya.


tak ingin lama - lama menangis naya segera ke kamar mandi untuk membersikan mukanya.

__ADS_1


ใ€€


ใ€€


***di meja makan****


kevin yang asik sarapan pun dikagetkan dengan mamanya datang...


"loh vin calis mana?" tanya rania yang tak melihat calisa.


"masih tidur ma" jawab kevin.


"vin bilangin sama calisa ga baik tidur pagi apalagi dalam keadaan hamil, pamali" peringat rania.


"iya ma, ga papa sekali ini aja, kasihan aku liat calis apalagi perutnya yang semakin gede." jawab kevin lalu selsai makan.


"ma kevin pamit ke kantor karna ada meeting pagi ini" pamit kevin meninggalkan rania sendiri di meja makan.


"dasar ga mantu ga anak sama " sama susah dibulangin" gumam rania lalu menyantap sarapan pagi.


setelah selesai rania kembali ke kamar ia ingin pergi ke tempat arisan. saat arisa ingin pergi arisan dia melihat naya sedang mengepel lantaj dengan sengaja ia menendang ember tersebut.


"ups ga sengaja" ucap rania.


"iya nyonya ga papa" balas naya dengan tersenyum.


dengan senyum licik rania langsung merampas PEL an tersebut dan membuangnya.


"sekarang kau mengepel dengan tangan!!! mengerti tidak!!!! bentak rania.


"iya nya" jawab naya dengan pasrah lalu ia mengambil kain lap untuk mengepel lantai dengan keadaan jongkok, sungguh kadang naya suka meringgis karna sakit di perutnya, semua itu naya tahan.


dengan keadaan mengepel lantai membuat siapapun akan kasian kepadanya, bagaimana tidak perut yang seakan ingin jatuh dari perut harus mengepel rumah sebesar ini dengan tangan, naya yang sedang berjongkok pun dengan susah payah menjangkau mengingat perutnya yang semakin besar.


"aku harus cepat biar aku ga telat kerjanya" ucap naya


ใ€€


ใ€€


.........


...menurut kalian pantas ga sih naya mempertahankan kevin?...


...tungguin ya cerita selanjutnya kita lihat endingnya sad or happy ending ?...


...insyaallah author bakalan rajin up nya hehe๐ŸŒน๐ŸŒน...


...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐ŸŒน๐Ÿ...


...oh iya jangan lupa ya kasih komentar buat cerita author biar author tau kayak mana cerita author ini,...


...kalau ada kesalahan author minta maaf ya...


...tulis aja di komentar nanti author perbaiki ๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—...

__ADS_1


...thank you buat yang udah baca...


...next bakalan up...


__ADS_2