
...๐Assalamualaikum ๐...
...maaf ya kalau part nya hanya sedikit ๐๐...
...owh iya makasih ya atas masukan kalian ๐ค๐...
...jangan lupa jaga kesehatan ๐...
...follow ig author ya :Kyanawijaya...
...terima kasih jangan lupa tinggalkan jejak โค๏ธโค๏ธโค๏ธ...
...happy reading๐...
"apa O+" batin kevin kaget karna seingat kevin golongan darah calisa bukan O+.
"tuan apakah ada keluarga yang sama dengan golongn darah tuan muda" tanya dokter kepada kevin.
"ngga ada dok" jawab Kevin lemah ia tidak fokus karan kepikiran akan hal ini.
"baiklah tuan kami akan meminta bantuan ke PMI pusat untuk mencari kan golongan darah tuan muda" jelas dokter.
"dok boleh saya minta tolong" ucap kevin masih melemah.
"iya tuan" jawab dokter.
"tolong tes DNA saya dengan anak saya" ucap kevin tiba - tiba membuat dokter tersebut kaget akan ucapan kevin.
"kenapa tuan" ucap dokter yang belum sadar.
"lakukan saja" jawab kevin dengan dingin.
"iya,,ya tuan " ucap dokter terbata - bata.
"saya mau hari ini juga hasilnya keluar" Ucap kevin dingin lalu keluar tanpa salam.
Dengan perasaan campur aduk kevin keluar dari ruangan tersebut lalu memeluk mamanya.
"kenapa vin" tanya rania namun tak ada jawaban sama sekali.
"bagaimana kamu bisa donor darah untuk keyro" ucap rania yang mendapatkan gelengan kevin.
"astaga vin hik hiks cucu mama" rania ikut menangis.
"mama yang sabar dokter sedang memberi Kabar ke PMI pusat" ucap kevin.
"syukurlah kalau begitu mama ga mau lagi vin kehilangan cukup papa dan kakamu yang udah ninggalin kita"ucap rania yang teringan mendiang suami dan anaknya.
"kita berdoa aja ma semoga keyro bisa di tolong" jawab kevin.
"kevin mama tanya siapa yang udah ngelakuin ini" ucap rania dengan wajah yang serius.
deg
"kenzho" batin Kevin tiba - tiba mengingat kenzho.
"ya aku harus lakuin ini, ga mungkin calisa seperti itu" sambung kevin yang tak percaya.
dengan kondisi yang seperti sekarang kevin meminta bantuan kepada seseorang.
"iya aku harus melakukannya" batin kevin untuk memastikan sesuatu. lalu meraba kantong celana nya untuk mengambil sesuatu benda.
setelah mendapatkan benda tersebut kevin langsung menghubunginya.
"hallo" ucap kevin.
"mmm, ganggu aja" jawab orang diseberang sana.
"bro gue butuh bantuan lo" ucap kevin dengan serius.
"bantuan apa sih" jawabnya.
kevin mulai menjelaskan apa yang ia rencanakan.
"ngerti ga " tanya kevin.
"gila bro ga papa ni, emang kenapa sih kok lo mau ngelakuin itu segitunya" ucap Seseorang tersebut dengan kaget.
"cepetan gue butuh sekarang, gue tunggu malam nanti" ucap Kevin lalu mematikan telpon secara sepihak.
"untung lo bos gue kalau ga mana sudi gue ngelakuin hal kayak gitu" umpat orang seberang sana.
Kevin harus melakukan itu semua untuk memastikan perasaan nya selama ini. kalau ternyata terbukti memang bener berarti kevin orang yang sangat berdosa sudah menelantarkan berlian.
*Pov edo*
Yaps orang yang menerima telpon kevin adalah Edo. kevin meminta bantuan Edo untuk memastikannya.
"emang buat apa sih" pikir edo yang tidak mengerti untuk apa kevin melakukan itu semua.
"yaudah lah dari pada gaji ga cair" pasrah Edo lalu pergi ke suatu tempat.
Setelah menempu kurang lebih 30 menit akhirnya Edo sampai di kompleks perumahan Elit.
sesampainya Edo di depan rumah mega itu ia langsung mengetuk pintu rumah tersebut.
Tok...Tok...tok
namun tak ada jawaban sama sekali "kemana sih penghuninya" ucap edo dengan kesal.
"astaga kok gue bego banget ya, pantas ga kedengaran" ucap edo setelah melihat bel di samping pintu rumah Tersebut.
Ting...tung...Ting...Tung
Cklek
"Assalamualaikum nay" sapa Edo tersenyum melihat naya sedang menggendong anaknya.
Ya rumah tersebut adalah rumah kevin, kevin menyuruh Edo ke rumahnya untuk mengambil sesuatu hal.
__ADS_1
"waalaikumsalam kak" sapa naya menundukan pandangan.
"ya allah hamba harus bagaimana, hamba belum mempunyai uang" batin naya khawatir jika Edo menanyakan hutangnya waktu itu.
"kak aku belum bi,,," ucap naya terbata - bata.
seakan mengerti Edo langsung memotong ucapan naya.
"ngga nay aku kesini ada file yang harus diambil" jawab Edo dengan tenang.
"iya kak" ucap naya masih dalam keadaan berdiri naya seakan ragu untuk menyuruh edo masuk ke rumah karna tidak ada siapa - pun didalam rumah kevin.
"hallo ken apa kabar, kamu kok gemes banget sih" sapa edo mencubit pipi Kenzho yang gemes.
"aik, aman" balas Kenzho tersenyum menampilkan giginya.
"jangan panggil paman dong, panggil uncle aja ya" melas Edo yang mendapatkan cengiran kenzho.
"oh iya nay, boleh aku masuk sebentar" ucap Edo.
"tapi,,," ucap naya yang dihiraukan edo langsung masuk ke dalam rumah tersebut dan duduk di ruang tamu.
Naya hanya bisa menghela nafas lalu mengikuti edo dari belakang. "kak edo saya ambil minuman sebentar" ucap Naya.
"ehh tunggu nay" cegah naya lalu membalik kan badan ke arah Edo.
"Boleh aku gendong anakmu, sekali kali nay pengen ngerasain jadi bapak soalnya anak kamu gemes kali hehe" cengir Edo.
"tapi kak,,," ucap naya dengan ragu.
"ayolah nay sekali ini aja" ucap Edo berkaca - kaca.
melihat edo yang sepertinya menggendong anaknya naya hanya bisa menghela nafas lalu memberika Kenzho kepadanya.
"hffffff, iya " ucao Naya.
"yaudah kenzho jangan nakal ya sama paman " ucap naya kenzho hanya mengangguk.
"kak aku titip ken bentar ya" ucap naya kepada Edo.
setelah mendapatkan jawaban naya langsung membuat minuman untuk Edo.
"ken kamu kok mirip banget sih sama papa kamu, uncle iri loh" ucap Edo mengusap rambut kenzho kemudian mengambil beberapa helai lalu di masukannya ke dalam klip plastik putih.
"maafin uncle boy, ini perintah dari papa mu" batin edo yang tak tega berbuat seperti ini.
"boy kamu kok mirip papa kamu sih" ucap edo tanpa sadar.
kenzho hanya menggeleng" nda ada papa" jawab kenzho murung.
"hah"
"gila bro lo udah jahat banget sama anak sekecil ini" batin edo kesal, ia mengira hubungan Kevin dan naya itu sudah membaik.
Edo tidak tau apa alasan kevin menyuruh edo untuk mengambil sample rambut Kenzho secara diam - diam.
"aman onton" cadel kenzho yang mengajak Edo untuk menoton namun edo tidak mengerti sama sekali.
"tuh tuh" tunjuk Kenzho mengarah ke ruang televisi. seakan mengerti Edo langsung mengikuti arah kemana kenzho tunjuk.
"kamu mau nonton ken" ucap edo setelah sampai di depan televisi. Kenzho hanya mengangguk.
"sini duduk sama uncle" ucap edo untuk memangku Kenzho.
"kamu kenapa ga bilang kalau mau nonton" ujar edo.
"nda oleh unda anti lucak" cadel Kenzho.
"kenapa bunda bisa bilang begitu" Tanya edo yang begitu penasaran akan kehidupan Kenzho.
"anti lucak malah tuan" lirih kenzho menunduk akan perihat dimana edo membentaknya.
"nanti uncle yang marahin papanya ya" ucap Edo namun Kenzho tak mengerti.
Setelah menonton televisi terlihatlah sebuah iklan Es krim disana edo melihat kenzho seperti menginginkan Es krim tersebut terlihat dari ekspresinya menatap layar TV.
"kamu mau?" tanya Edo.
"au aman" jawab kenzho.
"yok kita keluar uncle beliin " ucap edo kasihan melihat Kenzho menginginkannya. Kenzho hanya mnggeleng tidak mau.
"kenapa tidak mau" tanya Edo saat jawaban dari kenzho.
"unda da unya uang aman" (bunda tidak punya uang paman) jawab kenzho sedih, ia menginginkan sekali es krim itu namun bundanya selalu menjawab nanti bila punya uang.
Edo yang melihat itupun langsung tidak tega melihat anak sekecil ini harus menderita dan apalagi oleh perbuatan ayahnya sendiri.
"gila vin lo tega bener udah bikin anak sekecil ini harus menderita, lo ga liat apa anak ini mirip sekali sama lo tapi lo tutup mata, gue adalah orang yang pertama mengetawain lo saat lo menyesal nanti vin" ucap edo dalam hati ia tidak menyangka kalau kevin tega membuat darah dagingnya bisa menderita seperti ini.
"uncle beliin ya" tawar Edo, mendengar tawaran tersebut Kenzho langsung melompat - lompat.
"holee aiclim holee" teriak kenzho melompat - lompat. namun saat ia sedang melompat - lompat naya pun datang dengan membawa minuman.
"ken kenapa kamu lompat - lompat nak nanti jatuh" peringat Naya yang heran melihat anaknya.
"unda ken au eli aiclim" ucap kenzho dengan bahasanya.
"nanti kita beli ya, jangan lompat - lompat lagi malu sama paman ya" ucap naya membuat kenzho berhenti seketika, kini harapannya ingun membeli es krim sudah pupus karna bunda nya tidak menyuruh.
"eh nay ga papa gue seneng kok kalo ken seperti lucu soalnya" alibi Edo yang meleraikan mereka berdua.
"oh iya nay ini ada sedikit uang untuk kenzho untuk beli es krim soalnya gue udah janji" ucap edo memberikan uang kepada naya.
"ga usah tuan, maaf ngerepotin" tolak naya merasa tidak enak dengan edo apalagi ia masih mempunyai hutang yang belum lunas.
"ga papa nay ini untuk kenzho" ucap edo langsung memberikan ke kenzho lalu di ambilnya.
"ken ini buat beli es krim ya, uncle ga bisa nemenin karna uncle ada kerjaan" ucap edo mengusap rambut kenzho.
__ADS_1
"maacih aman" ucap kenzho setelah menerima uang tersebut.
"oh yaudah nay gue pulang dulu ya lagi ada kerjaan di luar" pamit Edo terhadap naya.
"iya kak, makasih banyak maaf sudah merepotkan" ucap Naya.
"santay aja " ucap edo lalu meninggalkan rumah tersebut kembali menuju rumah sakit yang telah di share loc oleh kevin.
* pov naya*
setelah kepergian edo naya merasakan ada hal janggal namun tak bisa ia jelaskan.
"eh iya kak edo kesinikan mau ambil file kok ga diambil ya," heran naya.
"ah yaudah lah mungkin ia kelupaan" sambungnya.
"ken" panggil naya kenzho pun menoleh.
"apa nda" jawab kenzho.
"nda ini uangnya tita timpan ya" sambung kenzho, ia tidak jadi membeli es krim ia kasihan bundanya tak punya uang.
"ken ga mau beli es krim ?" tanya Naya heran mengapa anak nya berubah pikiran.
"nda apa - apa unda ken simpan aja" jawab kenzho tersenyum. mendengar itu semua membuat naya terkesima akan pengertian anaknya.
"sini nak bunda peluk" ucap naya lalu memeluk anaknya.
"maafin bunda nak yang sudah membuat kamu menderita seperti ini" ucap naya berkaca - kaca.
"yaudah ini kan sore gimana kalau kita jalan - jalan ke taman sekalian beli es krim untuk ken" ujar naya.
"holeee mau ndaa holeee" gembira kenzho.
lalu akhirnya mengajak anak nya keliling taman kompleks perumahan kevin disana ia melihat bahwa banyak anak - anak yang seumuran dia bermain di taman bersama kedua orang tuanya.
kenzho yang melihat itu iri terhadap nya ia tak pernah merasakan kasih sayang orang tua terlebih dari ayahnya sendiri. terkadang Kenzho ingin sekali di peluk ayahnya namun setiap ia menanyakannya bundanya selalu menangis.
kenzho tak mau membuat bundanya menangis seperti itu, sejak itulah ia jarang menanyakan soal ayahnya.
setelah beberapa jam berada di taman akhirnya naya dan kenzho pulang saat di perjalanan ia mendengar ibu - ibu membicarakan dirinya dan anaknya.
"ehh bu liat itukan pembantu rumah tuan kevin" ucap ibu - ibu rempong.
"iya ya, kok saya ga pernah ya liat dia sama suaminya"
"apa jangan - jangan ia wanita simpanan ya bu, soalnya waktu itu dia hamil besar sama seperti istri tuan kevin" jawab ibu - ibu satunya.
"berarti anaknya itu anak haram dong"
"kasihan ya anak nya harus lahir dari rahim wanita penggoda seperti itu" ucap nya.
"oh iya bu waktu itu saya liat dia pulang sama laki - laki lain loh padahal hamil besar, heran saya sama wanita seperti itu perut mau pecah tapi masih suka gonta - ganti laki - laki"
"kalau saya jadi majikan udah saya usir tu perempuan seperti itu, kenapa juga ya tuan kevin sama nyonya rania mau menampung orang hamil seperti dia apalagi sekarang udah besar anaknya"
mendengar semua pembicaraan itu tanpa sadar air mata Naya menetes di pelupuk matanya, ia tak menyangka semua orang berpendapat seperti itu kepadanya.
"anak halam itu apa nda" tanya kenzho yang mendengar arang menyebut kata anak haram.
"ngga sayang kamu jangan bilang lagi seperti itu ya" jawab naya memeluk anaknya dengan erat kemudian pulang menuju rumah kevin.
*pov Kevin*
setelah beberapa jam kevin menunggu kedatang Edo akhirnya ia sampai di rumah sakit.
"bro" panggil Edo yang melihat heran akan penampilan Kevin sekarang.
"gila kusut bener nih, emang siapa sih yang masuk rumah sakit" ujar Edo.
"Keyro do yang masuk rumah sakit" jawab kevin dengan lemah.
"hah, gimana ceritanya kenzho masuk rumah sakit" ucap Edo yang heran.
"panjang ceritanya yang penting sekarang mana yang gue pinta, gue perlu banget" ucap kevin menanyakan apa yang ia suruh kepada Edo.
"nah bro, emang buat apa sih" tanya edo penasaran.
"Tes DNA" jawab Kevin datar.
"apa gila lo ya, lo ga percaya anak lo sendiri" teriak Edo marah.
"buat mastiin aja nanti dia bohongin gue" ucap Kevin datar tanpa ekspresi.
"bajing*n lo ya, gue ga nyagka lo tega seperti ini, gue kira lo udah baik - baik aja sama naya" teriak Edo memberi pukulan kepada Kevin.
"gue ga nyangka bro lo ayah yang paling kejam untuk anak lo sendiri" sambungnya lalu melepaskan pukulan tersebut.
"gue pulang" pamit Edo yang tak ingin melihat kevin sekarang.
setelah Edo pamit pulang kevin langsung ke ruang dokter untuk melakukan tes DNA.
"dok ini sample nya saya harap nanti malam hasilnya sudah keluar" ucap kevin datar.
"tapi tuan" jawab dokter.
"Nanti malam" bentak kevin lalu meninggalkan ruangan tersebut menuju ruang dimana ada orang tua nya yang sedang berjaga, kevin terpaksa melakukan itu semua jika terbukti benar kevin adalah seoramg ayah yang tak pantas dimaafkan.
"bagaimana kalau benar kenzho darah dagingku ahhh pusing gue" batin kevin gelisa memikirkan itu semua saat ini dirinya banyak melamun hingga membuat rania heran akan tingkah anaknya saat ini.
............
...kira kira cocok ga ya?...
...๐น...
...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi ๐๐๐๐น๐...
...thank you buat yang udah baca...
__ADS_1
...next bakalan u****p...