JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 70


__ADS_3

happy reading...


Kehamilan kali ini berbeda dengan kehamilan naya sebelumnya dimana Naya mudah mengalami kram dan kecapekan ditambah lagi perutnya yang semakin melorot membuat dirinya susah bergerak, terkadang naya ekstra hati - hati.


Pagi ini rencananya naya mau mengambil kayu bakar di kebun karna stock kayu untuk memasak itu sudah tidak cukup untuk nanti malam.


"abang ken" panggil Naya saat dirinya mau siap - siap ke kebun.


"iya bunda" jawabnya sambil mendekat ke arah bundanya.


"bunda ke kebun samping sebentar ya nak mau ambil beberapa kayu, abang dirumah aja ya " ucap Naya kepada kenzho.


Kenzho menggeleng tidak mau.


"ken ikut aja ya nda" ucap kenzho.


Naya hanya menghela nafas dirinya tau bahwa anaknya takut bundanya kecapekan.


Naya bersyukur mendapatkan anak seperti kenzho yang pengertian kepada bundanya.


"ken jaga rumah aja ya, bunda sebentar kok" ucap naya yang meyakinkan kenzho.


"bunda pelan - pelan nanti ken tunggu di rumah aja ya sekalian tungguin kue yang bunda bikin " ucap naya lalu kenzho mengangguk pasrah.


"yaudah bunda pergi dulu ya nak" ucap Naya lalu melangkahkan kaki ke luar rumah menuju kebun dimana dirinya mau mengambil ranting kayu untuk memasak sayur nanti malam.


saat di perjalanan dirinya melewati ibu ibu yang sedang menyapu halaman rumahnya kemudian naya menyapa ibu tersebut dengan ramah.


"Mari bu" ujar naya.


"eh neng naya mau kemana atuh bawa bakul segala" ucap ibu tersebut.


"ini bu mau ke kebun" jawab naya.


" neng naya emangnya mau ngapain kok kebun segala apalagi udah hamil besar nanti ada apa - apa" ucap ibu tersebut.


dengan tersenyum naya berkata " ga papa bu naya cuman mau ambil ranting aja sedikit"


"Oh"


"neng kalau boleh tau neng itu udah hamil berapa bulan sih kok besar banget " tanya ibu tersebut dengan logatnya yang kepo.


"kayak udah usia 10 bulanan lebih, nih neng ya ibu ceritain sedikit bukan bermaksud untuk menakut nakuti, dikampung ini dulu ada yang hamil gede bener udah 11 bulan tapi belum melahirkan"


"padahal kalo udah mendekati 10 bulan belum melahirkan itu berbahaya tapi dia bahkan 11 bulan, sampe sampe perutnya itu segede neng naya, karna khawatir saat mau penghabisan bulan 11 belum melahirkan dia berobat kesana kemari namun tetap nihil tak ada perubahan"


"bahkan perempuan itu tidak mengalami tanda tanda melahirkan sampai - sampai suaminya itu takut terjadi apa - apa dengan istrinya"

__ADS_1


"karna tidak mengalami tanda - tanda suaminya nekat berhubungan badan seharian agar anak dikandunganya ini merespon untuk segera lahir sampai - sampai istrinya ini menekat untuk mengeluarkan bayi nya dengan mengejan paksa"


"dan neng tau apa yang terjadi karna tak mempunyai biaya dan jauh dari rumah sakit sepasang suami itu nekat nekat melahirkan bayi.


dan ternyata ibu dan anak itu tidak selamat karna keabisan tenaga sampai - sampai pendarahan"


"disini kan baru ada puskesmas kalo dulu hanya dukun beranak tempat melahirkan karna tidak ada biaya lagi ya terpaksa nekat"


Naya yang mendengar itupun langsung mengilu seketika dirinya tidak menyangka akan seperti itu.


"yaallah lancarkan lah persalinan hamba nanti aamiin" doa naya dalam hati.


"ibu cuman pengen kamu itu waspada aja takut kejadian seperti itu terulang lagi, ibu kasian sm kamu apalagi hamil dalam keadaan sendiri ga di temani suami" ucapnya.


"iya bu terima kasih ya " jawab naya.


"oh iya bu naya mau lanjut dulu ke kebun, permisi" pamit naya lalu meninggalkan ibu tersebut.


"iya nak aduh maaf ibu jadi kebablasan ceritanya" ucap ibu itu merasa bersalah.


"ga papa bu"


"assalamualaikum" ujar naya lalu meninggalkan ibu tersebut.


Sepanjang jalan naya selalu memikirkan perkataan ibu tersebut dirinya terbayang bayang bagaimana persalinannya nanti.


Dengan langkah yang pelan naya berjalan hingga beberapa menit sampai di kebun dirinya langsung mulai mencari ranting ranting kayu yang ringan dengan susah payah berdiri jongkok membuat perutnya sedikit kram.


"awhh" rintihan naya sembari memegang perut.


"tenang nay kamu jangan kecapekan ya" ucap naya menyemangati dirinya sendiri.


Akhirnya naya duduk sejenak walaupun baru hanya beberapa ranting yang ia kumpulkan.


"Ya Allah kenapa perasaanku aneh seperti ini" ucap Naya mengelus dadanya.


"ya allah hamba tidak tahu rencanamu kedepan itu seperti apa tapi hamba yakin pasti ada kebaikan setiap yang engkau berikan kepada hamba" sambung naya.


"nak kamu sehat sehat ya di dalam perut bunda, bunda akan berusaha sekuat tenaga biar kamu lahir kedunia ini tanpa ke kurangan apapun" ucap naya mengelus perutnya.


setelah beberapa saat untuk istirahat akhirnya naya kembali mencari ranting kayu walaupun tidak banyak naya harus berusaha mengumpulinya.


Jika dirinya melahirkan nanti siapa yang akan membiayai kebutuhannya makanya sebelum lahiran naya berusaha mengumpulkan uang.


Setelah selesai mengumpulkan ranting kayu, naya langsung pulang dengan membawa sedikit ranting tersebut karna tidak mungkin dirinya membawa semuanya.


...***...

__ADS_1


(Pov kenzho)


sudah beberapa jam naya meninggalkan rumah untuk mencari kayu, kenzho kkhawatir takut bundanya kenapa - napa.


"unda kemana ya kok lama banget" gumam kenzho sambil duduk di halaman rumah.


"apa ken cucul aja ya" pikir kenzho.


"tapi anti unda malah kalau ken cucul" sambunya dengan suara khas anak - anak.


saat beberapa menit kenzho melihat bundanya dari kejauhan dengan membawa patahan rantingan kayu dengan cepat kenzho mendekat lalu memeluk bundanya.


"unda kenapa lama ken khawatil sama unda" ucap kenzho memeluk perut bundanya.


"maaf ya nak bunda lama soalnya bunda ngumpulin dulu rantinya baru pulang" jawab naya tersenyum.


"yaudah yok kita pulang, bunda haus" sambunya.


kenzho mengangguk


Sesampai di rumah naya langsung duduk di karpet sembari selonjoran karna kecapekan.


"huh huh huh" nafas naya yang mualai tidak teratur.


"bunda capek, ken pijitin ya" ucap kenzho lalu memijitin bundanya.


"unda ken mau nanya" tanya kenzho tiba - tiba.


"tanya apa nak" ucap naya.


"adik ken kapan nda kelual dali pelut bunda" tanya kenzho yang antusias menanyakan perihal adik yang ada di kandungan bundanya.


"doain bunda ya nak, insyaallah sebentar lagi ken akan ketemu sama adeknya" ujar naya.


"iya nda" jawab kenzho.


"nda ken mau tanya lagi boleh" sambungnya.


"tapi bunda jangan malah ya" pasti kenzho lalu naya mengangguk.


"adek ken anti ada ayahnya ndak, apa adek ken sama cepelti ken ndak ada ayahnya" ucap kenzho dengan raut wajah sedih.


deg


...***...


next part

__ADS_1


sorry ya kalau ceritanya gaje


__ADS_2