JANGAN BENCI ANAKKU

JANGAN BENCI ANAKKU
BAB 44


__ADS_3

...๐Ÿ‘‹Assalamualaikum ๐Ÿ‘‹...


...maaf ya kalau part nya hanya sedikit ๐Ÿ“–๐Ÿ“’...


...owh iya makasih ya atas masukan kalian ๐Ÿค—๐Ÿ˜˜...


...jangan lupa jaga kesehatan ๐Ÿ˜...


...follow ig author ya :Kyanawijaya...


...terima kasih jangan lupa tinggalkan jejak โค๏ธโค๏ธโค๏ธ...


...happy reading๐Ÿ“–...


hari semakin berlalu hingga tak terasa umur kenzho sudah hampir satu tahun setengah yang itu artinya pernikahan Naya dan kevin sudah hampir memasuki angka 2 tahun namun Tak ada perubahan antara naya dan kevin. bahkan pernikahan yang terjadi antara naya dan kevin seakan tidak pernah terjadi.


Sikap kevin selama ini tak berubah bahkan dengan kenzho sekalipun, aura yang kevin pancarkan selama ini hanyalah aura dingin dan tatapan tajam bahkan sinis kepada naya dan itu sudah biasa bagi naya.


Kehidupan naya pun tak berubah sama sekali bahkan untuk mencukupi kebutuhan nya yang pas pasan naya harus menjual kue diam diam tanpa sepengetahuan kevin dan rania.


Naya berjualan kue setiap pagi ia titip di warung warung yang lumayan jauh dari kompleks perum kevin. Naya melakukan itu semua demi mencukupi kebutuhannya semenjak ia berhenti bekerja kevin tak pernah memberinya uang sama sekali, pernah waktu itu ia memberi uang kepada naya karna sudah merawat anaknya namun setelah itu kevin tak memberi uang lagi, Uang yang kevin berikan sama seperti gajinya di tempat warung bu sari.


Saat ini naya termenung mengingat kejadian dimana ia meminjam uang dengan kevin, Naya terpaksa melakukannya ia tak tega melihat anaknya harus merasakan panas di sekujur badan.


๐Ÿ–ค flsbck ๐Ÿ–ค


Sudah dua hari demam kenzho tak turun turun, ia bahkan tak mau menerima ASI Naya hingga naya membelikam kenzho susu formula agar ada asupan yang masuk, dan alhamdullilah ternyata Kenzho mau meminum susu formula tersebut.


Namun keesokan harinya demam kenzho mulai kembali panas, naya ingin memeriksakan kenzho ke rumah sakit namun naya sama sekali tak mempunyai uang.


oek...oekk..oek


tangis kenzho yang memilukan saat orang mendengarnya.


"adek jangan bikin bunda khawatir sayang" lirih naya yang berlinang air mata melihat kenzho yang tak berhenti menangis.


"yaallah sembuhkanlah anak hamba sehatkan lah ia hamba mohon ya allah" doa naya. jika boleh memilih biarkan naya saja yang sakit jangan anaknya.


oek..oek..oek.


"nak bunda akan pinjam uang ke ayahmu ya biar kita bisa ke rumah sakit hiks.." lirih naya yang tak mempunyai pilihan lain selain meminta tolong kepada Kevin.


"maafin bunda yang belum bisa memenuhi kebutuhanmu ken" sambungnya yang sedih melihat dirinya tak berdaya saat anaknya sedang membutuhkannya.


oek...oekk.oekk


naya yang tak tahan lagi lalu melangkah pergi dari kamarnya menuju kamar kevin ia tak akan pantang menyerah jika kevin tidak meminjamkan uang kepada dirinya ia akan meminjam kepada bu sari. yang terpenting keselamatan anaknya.


Tok...tok..tok


Tok..tok..tok


ketuk naya yang sudah berkali kali namun tak ada jawaban sama sekali.


"tuan" panggil naya yang seakan mencoba terus.


"ini baru jam 8 malem" gumam Naya.


"tuan" panggil naya sekali lagi dan akhirnya pintu terbuka.


cklek


"mmm"


"tuan saya mau minta tolong" lirih naya dengan terisak.


"kamu harus kuat nay" batin naya menyemangati.


"mmm" hanya deheman yang dijawab oleh kevin.


"tuan saya mau...mauu" ucap naya terbata - bata.


"cepatan" bentak Kevin.


"tuan saya mau pinjam uang untuk anak saya yang lagi sakit tuan hiks" terisak Naya dengan pilu.


"anaknya sakit" batin kevin setelah sadar akan tidurnya.


"yaallah hamba mohon pertolonganmu, hamba tidak tau lagi harus berbuat apa, yaallah bukalah pintu hati mas kevin hikss" Doa naya pilu melihat kevin tak bergeming sama sekali.


"sayang kamu harus kuat ya nak, bunda akan berjuang untuk kamu" batin naya memeluk kenzho.


"nanti saya kembaliin uangnya tuan" mohon naya namun Tak ada respon sama sekali akhirnya Naya pamit terhadap kevin.


"saya pamit tuan" ujar naya lalu melangkah pergi dari kamar kevin. Naya akan mencari pinjaman malam ini untuk anaknya, walaupun badai di luar sana sedang menangis namun baginya yang terpenting anaknya bisa berobat.

__ADS_1


"hiks,,hiks,,, adek kamu yang kuat ya kita buktiin sama ayah kalau emang kita bisa tanpa bantuan ayah, bunda sudah bertekat kita akan pergi jauh dari ayah nak, maaf kan bunda yang egois bunda ga kuat lihat kamu di giniin oleh ayahmu" isak Naya yang sangat menyedihkan.


dengan mengambil payung akhirnya naya sudah berada di luar pintu.


"adek yang kuat bunda akan bawa adek ke rumah sakit ya hiks..hiks" ucap naya memeluk erat Kenzho. Naya sudah mengambil keputusan ia akan pergi jauh dari kevin ia sudah tak sanggup lagi menerima cobaan ini.


***


Kevin yang sadar dari lamunannya langsung melihat sekeliling ternyata sudah tidak ada lagi orang.


"kemana wanita itu" gumam kevin tak melihat naya.


"apa jangan jangan ia sudah pergi" sambungnya lalu menyusul naya hingga saat di depan pintu ia tak melihat naya dengan cepat kevin keluar dari pintu utama lalu melihat naya sedang memakai payung di gerbang halaman rumahnya.


"astaga kenapa dia bodoh sekali, ga lihat apa cuaca hujan begini malah bawa anak bayi keluar" kesal kevin melihat tindakan Naya yang langsung menghilang dari hadapannya.


"Naya" teriak kevin. Mendengar teriakan kevin naya seakan halu.


"ga mungkin itu mas kevin, ayo naya kamu jangan halu fokus ke tujuan sekarang" gumam naya yang tak percaya teriakan Kevin, baginya itu seakan halusinasi saja.


Kevin yang melihat tak ada respon sama sekali lalu langsung berlari dan memanggil nya sekali lagi.


"Naya!!!" teriak kevin marah


mendengar suara kevin yang kedua membuat ia sadar bahwa dirinya tak berhalusinasi dan langsung menoleh ke arah suara. benar ia melihat kevin menyusulnya.


"lo itu apa apa sih" bentak kevin memegang lengan Naya dengan kuat.


"auhh sakit mas" ceplos naya yang kesakitan.


"deg"


panggilan itu batin kevin.


"lo apa apan hah bawa bayi lo keluar dalam keadaan hujan lebat begini hah" bentak kevin lalu menarik naya masuk ke dalam rumah.


"tapi tuan saya mau ke rumah sakit" balas naya yang menahan kesakitan di lengannya.


"ini hujan lebat dan lo ga kasihan sama bayi lo hah, ibu macam apa lo" bentak kevin sambil menarik naya.


"saya tidak tau harus apa tuan saya gak tega lihat anak saya begini hikss...hiks" lirih naya.


"lo ibu yang paling tega bawa anak jam segini keluar terus hujan lebat gini, untung anak gue ga punya ibu macam lo" hardik kevin tanpa memikirkan perasaan naya.


"iya mas tapi pada kenyataan nya aku ibu dari anak - anakmu" ingin rasanya naya mengucap itu namun kidah nya tak kuat mengingat kondisi kenzho yang semakin demam.


apa salah seorang ibu memperjuangkan anaknya dalam keadaan sakit, mungkin tidak salah namun cara naya yang nekat membahayakan kondisi anaknya, Ayahnya saja tak memperdulikan anaknya yang perduli hanya ibunya saja.


"lo masuk kedalam" perintah kevin tanpa bantahan dengan rasa kecewa yang mendalam akhirnya naya masuk ke dalam rumah tersebut menuju kamar nya.


"Adek besok aja ya kita ke rumah sakitnya hiks...hikss" ucap naya setelah berada di kamar.


"maafin bunda ya nak, ga bisa jadi bunda yang baik untuk mu hiks...hiks... bunda sayang sama kenzho" sambungnya memeluk kenzho dengan erat lalu menggantikan pakaian anaknya dan dirinya.


"oek oek oek" kenzho kembali menangis.


"besok ya dek kita berobat" lirih naya yang tak bisa berbuat apa - apa.


"jujur mas aku kecewa sama kamu yang tak mempunyai rasa kasihan terhadap anak kita, aku akan bawa anakku pergi jauh mas sampai kamu ga akan pernah ketemu kita lagi hiks...hikss...aku hanya meminjam uang kepadamu namun tak ada respon, hikss...hiks ibu ayah " tangis pilu naya.


***


POV KEVIN


Kevin binggung saat naya mengetuk pintunya dengan mata sembab dan ternyata ia hanya ingin meminjam uang kepada kevin, saat naya sudah menjelaskan kegunaan uang tersebut kevin lalu melamun membayangkan kenzho yang demam hingga ia tak sadar bahwa naya sudah tak berada lagi di depan kamarnya.


Kevin menyusul kebawah namun saat disana ia tak melihat siapa pun dengan insting kuat kevin langsung membuka pintu utama lalu melihat naya yang sedang menggunakan payung dan menggendong bayinya di gerbang halaman.


Entah kenapa kevin yang melihat itu merasa kesal akan tindakan Naya lalu memanggilnya namun tak ada respon sama sekali akhirnya ia memanggil sekali lagi dan menghampirinya


untuk menyuruh masuk ke rumah.


setelah menyuruh naya masuk kevin segera masuk kekamarnya dan mengganti baju kemudian turun kebawah lagi.


ia menuju suatu tempat dimana terdapat seorang wanita dan bayi, ya kevin pergi ke kamar naya lalu mendengar suara tangisan bayi yang begitu rewel.


TOK...TOK...TOK


Cklek


deg


"kenapa matanya bengkak sekali" batin kevin saat melihat mata naya yang bengkak sekali seperti menangis yang berlebihan.


"ayo" ucap kevin datar. dia yang masih menimang anaknya pun langsung heran akan ucapan kevin.

__ADS_1


"katanya mau ke rumah sakit" sambungnya.


"beneran tuan" pasti naya dengan senyum mengembang.


"mmmm, cepat"


"Makasih tuan" balas naya lalu mengikuti langkah kaki kevin.


"pake payung kasihan anakmu" ucap kevin memberikan payung.


"iya tuan" lalu akhirnya mereka pergi kerumah sakit menggunakan mobil milik Kevin.


sesampai di rumah sakit kevin langsung berteriak meminta tolong untuk mendapatkan perawatan yang bagus melihat demam kenzho semakin tinggi.


"dok bagaimana anak saya" ucap naya terburu - buru saat dokter keluar dari ruangan kenzho.


"mari ikut saya tuan nyonya kita bicarakan diruangan saya" ucap dokter tersebut lalu mereka pergi ke ruangan dokter.


"duduk tuan nyonya" ucap dokter mempersilahkan kevin dan naya duduk.


"begini tuan nyonya, anak nyonya terkena infeksi sehingga menyebabkan ia demam" ucap dokter.


"jika saya boleh tau apakah anak nyonya masih meminum Asi" sambungnya.


"masih dok tetapi itu jarang dok karna asi saya tak bekeluar dengan lancar" ucap naya sedih mengingat asi nya hanya keluar sedikit.


"apa anak nyonya meminum susu formula" tanya dokter untuk memastikannya, naya hanya menggeleng.


Naya tak mempunyai uang untuk membeli susu akhir akhir ini naya hanya memberi anaknya air putih ia tak tahu harus berbuat apa.


"lalu apa yang nyonya kasih" ucap dokter.


"air putih dok" lirih naya menunduk. kevin yang mendengar itu semua kaget seketika.


"gila lo ya" ucap kevin yang tak habis pikir dengan naya bagaimana tega ia memberi anaknya air putih saja.


"maaf"


"itulah kenapa anak nyonya bisa terkena infeksi" ujar dokter lalu setelah lama berbincang akhirnya naya keluar dari ruangan tersebut dengan menundukkan kepala.


Naya tak berani menatap kevin yang sedang menahan amarah terlihat kevin sedang mengepalkan kedua tangannya.


"Lo hampir bunuh anak lo sendiri" ujar nya.


"maaf tuan saya ga bermaksud" jawab naya.


"lo tega sekali kasih bayi lo air putih selama ini hah" datar kevin.


"saya tidak tau harus apa tuan, saya ga mempunyai uang untuk membeli susu, jangan kan susu tuan beli obata saja saya tak mampu. saya ga mau anak saya kelaparan dengan terpaksa saya memberinya air putih hiks,,,hiks,, kalau saya mempunyai uang tak mungkin saya mengemis seperti ini hiks,,hiks" jelas naya yang tak bisa dibendung lagi.


Deg


batin kevin sakit mendengar ucapa naya, ia tak menyangka bahwa selama ini naya kesulitan bahkan untuk mwmbeli susu oun iya tak mampu.


Dengan refleks kevin membawa naya kedalam pelukannya.


"hiks,,,hiks,, saya ga tega tuan tapi saya ga bisa berbuat apa - apa, saya ibu yang ga berguna untuk anak saya hiks,,,hiks,, saya emang ga becus jadi orang tua, hiks,,hiks,,, saya gagal tuan" tangis naya dalam pelukan kevin.


memang saat ini dia butuh sandaran naya tak mampu lagi membendung derita nya selama ini.


"terima kasih tuan, maaf sudah merepotkan" ucap naya melepaskan pelukan tersebut.


"mmmm"


"kenapa tak bilang sama saya" tanya kevin.


"saya tidak mau menjadi benalu di keluarga tuan cukup selama ini saya menjadi beban" jawab naya pelan.


Tak ada lagi obrolan hingga tak terasa malam kini semakin larut hingga kevin lupa mengabari mamanya. lalu kevin memberi tahu rania agar menjaga keyro dirumah.


flsbck off


lama termenung mengingat kejadian yang menimpanya beberapa bulan yang lalu membuat naya tersenyum sakit.


ia tidak menduga kevin akan baik kepadanya dan mau menolongnya.


naya yang sedang menikmati angin angin sepoi pun terkejut melihat siapa yang memanggilnya.


............


...kira kira siapa ya yang memanggil naya ? yok dijawab...


...๐ŸŒน...


...makasih banyak ya yang udah komen, like, terus vote buat cerita author yang pertama ini, kalian bikin author semangat lagi ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐ŸŒน๐Ÿ...

__ADS_1


...thank you buat yang udah baca...


...next bakalan u...


__ADS_2